
Danu pun mengantarku menuju rumah ku. dalam perjalanan. pikiran ku melayang ke segala arah. jika benar dugaan ku?
itu berarti hidup kami memang masih dalam bahaya?
lalu, bagaimana dengan nasib pekerja ku? apa mereka selamat?
Ya Allah, ku mohon lindungi mereka semua.
Sekitar beberapa menit. mobil yang di lajukan danu pun telah tiba di perumahan di mana rumah ku berada.
"Itu rumah ku" ucap ku sembari menunjuk salah satu rumah.
"Baik, Lea. kumohon kamu berpindah lah duduk di bagian belakang. jika memungkinkan duduk lah di bagian bagasi mobil. bersembunyi lah. aku yang akan turun dan memastikan semua nya" jawab Danu.
"Baik" ucapku sembari berpindah ke bagian bagasi dan bersembunyi di balik selimut berwarna hitam tersebut.
Ku dengar Danu keluar dari dalam mobil.
aku mengintip dari celah celah ke mana Danu berjalan.
PERSI AUTHOR..........
Danu pun keluar dari dalam mobil. merasa keselamatan Lea dalam bahaya. Danu memerintahkan Lea untuk bersembunyi di bagian bagasi mobil nya.
Danu pun berjalan ke rumah yang di tunjuk Lea tadi. Danu menatap sekeliling rumah. memastikan bahwa pikiran Lea benar atau salah. hingga di mana salah seorang wanita yang di perkirakan berusia 35/40 tahunan keluar rumah. dengan wajah yang penuh kebingungan.
"Maaf siapa ya?" tanya wanita tersebut.
"Apa benar ini rumah Lea?" jawab Danu sekecil mungkin.
Wanita yang berdiri di hadapan Danu. seketika langsung memucat. dia melihat sekeliling.
"Ya, ini rumah Bu Lea. apa anda mengenal beliau?" ucap wanita tersebut.
"Ada apa?" jawab Danu. yang menyadari gelagat mencurigakan dari wanita tersebut.
"Dengar, jika anda mengenal Bu Lea. atau mengetahui keberadaan nya, saya mohon jaga dia. dan jangan biarkan dia kembali ke rumah ini untuk beberapa waktu. karna dia sedang dalam bahaya. ada banyak sekali orang yang mencari keberadaan beliau" ucap wanita tersebut.
"Apa maksud mu?" jawab Danu.
"Pergilah sekarang, sebelum ada yang menyadari keberadaan anda. dan selamatkan Bu Lea" ucap wanita tersebut.
"Ada apa ini?" tiba tiba seorang lelaki berbadan kekar keluar dari dalam rumah. yang sontak membuat wajah wanita yang berada di hadapan Danu memucat seketika.
"Eh, tidak pak. ini mas ini sedang bertanya alamat" jawab wanita tersebut.
"Sedang cari alamat siapa kamu!" ucap lelaki tersebut pada Danu.
"Saya adalah dokter yang di panggil dari rumah sakit sekitar sini. kebetulan saya bukan asli sini. jadi saya sedikit kebingungan. saya sedang cari alamat rumah Bu Anita, apa anda tahu?" jawab Danu. setenang mungkin.
"Saya tidak tahu rumah yang di maksud kamu barusan. silahkan tanya pada pihak keamanan di pintu masuk sana" ucap lelaki tersebut seraya menunjuk gerbang kompleks tersebut.
"Baik lah, terima kasih. dan maaf sudah mengganggu waktu anda" jawab Danu.
Danu pun berjalan keluar gerbang rumah Lea. namun lelaki bertubuh kekar tersebut masih memandang Danu dengan penuh selidik.
hingga kala di mana Danu membuka pintu mobil nya.
"Tunggu" lelaki berbadan kekar tersebut memberhentikan Danu.
"Ya, ada apa pak?" jawab Danu.
Lelaki tersebut menelisik ke dalam mobil Danu. dia mencari apa yang dia cari selama ini?
Ya, dia tengah mencari Lea. wanita yang dulu dia dapati meninggal. Namun, kenyataan nya telah selamat. dan tidak di ketahui keberadaan nya.
karna merasa keselamatan mereka dalam bahaya. itu sebab nya mereka masih terus mencari keberadaan Lea dan juga Sindi.
karna mereka takut, jika Lea ataupun Sindi akan melaporkan perbuatan mereka kepada pihak berwajib. .
"Maaf, anda sedang mencari apa?" tanya Danu. kala melihat lelaki tersebut tengah memandang ke dalam mobil nya.
"Apa anda sendiri?" jawab lelaki tersebut.
"Baik, apa kau benar benar seorang dokter?" jawab lelaki tersebut.
"Tentu saja, apa anda meragukan saya? ini adalah kartu nama saya" ucap Danu seraya menunjukan kartu keanggotaan kedokteran nya
"Maaf, saya kira anda penculik yang sedang marak di dunia Maya. sekali saya mohon maaf,
silahkan dokter bisa bertanya pada bagian kemananan kompleks sini. mengenai alamat yang dokter cari. saya orang baru. jadi tidak terlalu mengenal semua warga disini" jawab lelaki tersebut seraya canggung.
"Baik, dan Iya. mengenai soal penculikan. sebaiknya anda berkonsultasi dengan kepolisian. karna mereka jauh lebih memahami hal tersebut. bukan malah mencurigai orang lain" ucap Danu. yang sontak membuat lelaki tersebut memucat.
"Baik Dok, sekali lagi mohon maaf" jawab lelaki tersebut.
Danu pun akhirnya masuk kembali ke dalam mobilnya. Danu pun mengendarai mobilnya menuju bagian keamanan kompleks tersebut.
dari spion mobil. Danu melihat bahwa lelaki tersebut kembali masuk ke dalam rumah Lea. hingga Danu keluar dari area kompleks tersebut
dan setelah Danu meninggalkan tempat tinggal Lea tadi cukup jauh. Danu memberhentikan mobilnya.
"Lea" ucap Danu.
"Ya" jawab Lea.
"Keluarlah" ucap Danu.
Lea pun keluar, dan kembali duduk di sebelah kemudi. atau di samping Danu.
"Lea, dugaan mu benar. kamu dalam bahaya. para penjahat itu telah sampai di rumah mu" ucap Danu.
"Lalu, apa yang harus ku lakukan?" jawab Lea.
"Sebaiknya, sementara ini. kamu tetap tinggal bersama ku di rumah ku. itu adalah jalan terbaik untuk saat ini" ucap Danu.
"Apa aku tidak merepotkan mu, jika aku masih tinggal bersama mu?" jawab lea.
"Tidak, aku tidak bisa membiarkan kamu dalam bahaya" ucap Danu.
Danu pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah milik nya. di dalam perjalanan. Danu menceritakan tentang ucapan wanita yang tadi menemui nya. dan menyuruhnya menjaga serta menyembunyikan Lea.
"Jika rumah ku saja terdeteksi, lalu. dimana kak Sindi sekarang berada?" ucap Lea
"Sementara ini, kita berdoa. semoga kakak mu baik baik saja. jika kita sudah mendapat kan jalan. kita akan kembali mencari keberadaan kakak mu" jawab Danu.
"Apa sebaiknya kita melaporkan mereka ke polisi saja?" ucap Lea
"Sebaiknya begitu, tapi, alangkah lebih baik lagi. jika kakak mu sudah di temukan. aku takut nya. jika kakak mu berada dalam genggaman mereka. lalu, jika kita melaporkan mereka ke polisi. itu artinya keselamatan kakak mu dalam bahaya" jawab Danu.
Danu merasa jika keselamatan Lea harus menjadi yang utama. sebenarnya bisa saja dia melaporkan kejadian yang di alami Lea. pada anggota kepolisian. namun, Danu mencemaskan jika kakak Lea. sedang berada dalam genggaman mereka.
pasalnya, mereka tahu rumah Lea. yang tidak pernah sekalipun Lea memberi tahukan perihal tersebut. mereka tidak mungkin tahu. jika tidak mendapat informasi dari seseorang.
Danu, memilih untuk mencari keberadaan kakak nya Lea terlebih dahulu, jika mereka terbukti tidak mengetahui keberadaan kakak nya Lea. itu artinya Sindi berada di tempat lain. atau tengah bersembunyi di suatu tempat. dan itu bisa memudahkan Danu untuk menjerat mereka dengan pasal berlapis.
"Ya, kamu benar" ucap Lea.
"Sementara ini, kamu bersabar ya. aku janji akan membantumu mencari keberadaan kakak mu" jawab Danu.
"Terima kasih ya, kamu sudah banyak sekali membantuku" ucap Lea.
"Itu sudah kewajiban ku, bukan kah sesama manusia kita di haruskan untuk saling membantu satu sama lain" jawab Danu.
"Iya" ucap Lea.
Danu sangat mengkhawatirkan keselamatan Lea, semenjak dia dengan telaten nya merawat Lea dari koma nya. selama satu bulan Danu merawat tubuh tanpa nyawa.
dia merawat tubuh tersebut, berharap tubuh tersebut dapat bangkit dan kembali bangun. hingga di mana Lea membuka kedua matanya. Danu merasa mukjizat Tuhan itu nyata.
Terlebih, kala Lea menceritakan semua cerita kehidupan nya. Danu bukan nya merasa jijik. karna Lea adalah seorang wanita penghibur. yang banyak sekali tidur dengan lelaki diluar sana.
Namun, Danu malah merasa sangat bersimpati. dan merasa sangat kasihan serta takjub pada kejujuran Lea. baginya. tidak mudah berbicara jujur. tentang pekerjaan yang di geluti Lea.
Namun, Lea dia tetap berkata jujur. tentang apa yang dia geluti dan kerjakan. tanpa menghiraukan pandangan orang sekitar.