
Malam ini aku telah selesai berkencan dengan pengusaha tersebut, Ya walau sebelumnya aku agak risih karna beliau sudah lumayan tua. dengan berbadan sedikit berisi. Namun aku tetap menjalankan pekerjaan ku dengan maksimal.
"Bayaran untuk mu sudah ku transfer, beserta bonus nya." ucapnya seraya mengenakan pakaian nya kembali.
Segera ku raih ponsel ku di dalam tas. dan mengecek M banking ku. dan beliau memberiku 85 juta. mataku membulat sempurna. tidak tanggung tanggung. walau lelaki ini berbadan gendut. namun dia cukup baik. jika begini terus. aku bisa cepat kaya.
"Terima kasih tuan, senang bekerja sama dengan anda" jawabku seraya tersenyum.
"Sama sama, saya juga sangat senang. karna kamu berhasil membuat saya puas malam ini cantik" ucapnya seraya memegang dagu ku.
"Itu sudah tugas saya tuan" jawabku.
"Lain hari, apa kau bersedia berkencan dengan ku lagi?" ucapnya.
"Tentu saja tuan, apalagi jika bonus nya tuan tambahkan. aku akan sangat bersedia berkencan lagi dengan tuan" jawabku.
"Pasti, lain hari aku akan memberimu bonus yang besar" ucapnya.
Setelah mengenakan semua pakaian nya. dia pun pergi meninggalkan ku sendiri di kamar hotel ini. aku berjalan ke kamar mandi. untuk membersihkan diri. dan ku kenakan kembali semua pakaian serta riasan wajah ku.
Setelah itu aku memesan taksi online. dan segera keluar kamar. sekitar 3 menit menunggu. taksi yang ku pesan pun telah tiba. aku memintanya mengantarkan ku ke rumah kak Sindi.
Aku segera membaringkan tubuhku di atas kasur empuk ini, ku ambil ponsel dan ku lihat saldo rekening ku. aku tercengang kala melihat saldo rekening tabungan ku. Jumlah nya bisa buat ku membeli rumah mewah. belum lagi dengan tabungan yang ada di rekening yang satu lagi.yang biasa ku pakai untuk transaksi pekerjaan ku.
Aku tersenyum sendiri membayangkan nya.
Satu Bulan Kemudian.......
Hakim menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup pada mbak Siti. suara tangis mbak Siti dan keluarga menggema di setiap penjuru ruang persidangan. bahkan aku tidak melihat mantan majikan nya berada disini dan membela nya.
Rasakan, itu sesuai dengan perbuatan mu mbak! jika hari itu kau tidak melampaui batasan mu. tentulah hari ini tidak akan pernah terjadi.
Memilki banyak uang, tak luluh membuatku ingin juga merasakan memiliki seperti yang orang lain rasakan. aku berlatih mengemudikan mobil selama satu Minggu. dan setelah lancar dalam berkemudi aku segera membuat SIM. dan meminta kak Sindi mengantarku ke sebuah Showroom mobil. Aku membeli sebuah mobil keluaran terbaru. dengan berwarna hitam menyala.
Satu Tahun Kemudian.....
Rutinitas ku terus berjalan. penghasilan ku terus meningkat. karna bonus yang di berikan semakin membesar. bahkan pernah satu malam. aku berkencan dengan dua lelaki di jam yang berbeda. tentulah uang yang ku dapat berlipat ganda. bahkan Om Roy pun setiap Minggu selalu memanggilku untuk berkencan dengan nya. Ya, bisa di bilang penghasilan ku sangat besar dalam satu minggu. aku telah merenovasi rumah ibu mbak Nurma. walau aku belum tahu seperti apa rumah nya kali ini? namun mbak Sri sudah mem fotokan rumah tersebut. aku meminta rumah tersebut layak dan mengisi semua perabotan untuk di isi di dalam rumah tersebut.
Kali ini, rumah tersebut sudah berisikan tv dan alat elektronik yang lain. aku juga mendapat kabar. bahwa bapak sudah mulai bisa berjalan kembali. itu membuatku lega.
Dan tanpa ku impikan sebelumnya. aku juga telah membeli sebuah rumah untuk ku. rumah dengan harga mencapai hampir satu milyar tersebut berhasil ku dapatkan.
Tentunya tidak cukup disitu, Aku menggunakan sebagian tabungan di rekening pribadi ku untuk membuka sebuah usaha kuliner, karna aku sangat suka makan. aku memutuskan untuk membuka usaha kuliner. Dari yang berjalan kecil kecilan. dan hanya memiliki 3 karyawan. 6 bulan kemudian karyawan ku terus bertambah sampai saat ini aku memiliki 11 karyawan.
Tempat usaha ku terbilang cukup ramai. karna kami menyediakan banyak sekali promo. yang tentunya mengundang beberapa pengunjung.
Walau aku belum berencana untuk berhenti menjadi kupu-kupu malam. namun dengan memiliki aset rumah serta tempat usaha. aku yakin, jika suatu hari aku berhenti. aku tidak kebingungan dengan jalan hidupku.
Kak Sindi selalu melarang ku untuk meninggalkan rumah nya, walau aku juga sudah memiliki rumah mewah, namun beliau selalu memintaku menemani nya untuk tinggal di rumah. Al hasil rumah yang ku beli. belum sempat bisa aku tinggali. aku hanya sesekali datang untuk berkunjung ke sana.
Di rumah ku sudah ada dua pegawai. tentunya mereka adalah orang yang pernah ku kenal sebelumnya. aku tidak bisa mempercayakan rumah ku pada sembarang orang bukan?
"Lea" ucap kak Sindi kala kami tengah asik makan di meja makan.
"Ya kak" jawab ku seraya mengunyah makanan ku.
"Di minum dulu Nak" ucap mbok Inah seraya memberi ku segelas air putih
"Tidak kak, untuk apa aku menemuinya, aku belum memiliki rencana untuk membalas perbuatan mereka" jawabku.
Ya, aku mendapat kabar. bahwa mas Rehan tidak lagi pergi ke luar negri. semenjak semua kebenaran terungkap ku dengar mas Rehan banyak menyendiri di rumah. tentulah itu tidak membuatku luluh. entah bagaimana? Aku sangat membenci mas Rehan saat ini.
"Sepertinya dia sangat mencintai kamu Lea" ucap kak Sindi.
"Aku tidak perduli kak, karna cinta yang dia miliki hanya membuatku sakit" jawabku.
"Apa kamu sudah tidak memiliki rasa pada dia?" ucapnya.
"Tidak, yang ada hanya rasa benci yang teramat sangat untuk dia dan kedua orang tuanya. aku akan menghancurkan mereka. itu janjiku" jawabku.
"Lalu, apa lagi yang akan kamu lakukan?" ucapnya.
"Membalas mereka!" jawabku.
"Nak, dendam bukan lah jalan yang baik." tiba tiba mbok Inah berucap seraya menyentuh pundak ku.
"Saya tahu mbok, namun alasan saya bekerja demi menuntut balas. pada orang orang yang pernah melukai hati saya. saya tidak bisa membiarkan dua lelaki yang pernah memperkosa ku hidup bebas di luar sana" jawabku.
***************
Setelah mengumpulkan rencana dan uang tentunya. aku pergi ke pemukiman yang pernah ku tinggali. aku ingin melihat mantan gubuk ku yang dulu.
Namun, alangkah terkejutnya aku kala mendapati Si jalu tengah bersantai di pinggir jalan.
"Baik, dia yang akan menjadi sasaran pembalasanku yang kedua" batin ku dalam hati.
ku lajukan mobil ku terus menyusuri jalan yang hanya cukup untuk satu mobil. tidak ada yang berubah di sini. beberapa orang melihat ke arah mobil ku. aku tersenyum miring. kala melihat beberapa orang yang pernah mengusirku dulu.
"Makan dan minum lah dengan kenyang, setelah ini kalian bahkan tidak akan bisa melihat matahari terbit" ucapku dalam hati yang terasa membara.
.
mobil terus melaju, hingga aku berhenti di depan sebuah puing puing yang masih tersisa. puing puing bekas kebakaran yang masih menindih dua makam ayah dan ibu. tak terasa air mataku menangis. ingin rasanya aku turun berlari ke sana. menyingkirkan semua puing puing dari atas kuburan ayah dan ibu. Namun aku tidak boleh gegabah.
Aku tidak ingin ada siapapun yang tahu akan kehadiran ku. dan menghancurkan semua rencana ku.
"Ayah, Ibu. Lea disini. Lea datang. kalian bersabar ya. tunggu beberapa waktu lagi. Lea akan menuntut balas" ucapku
Rupanya mobil ku mengundang perhatian beberapa orang. ku lihat banyak yang memperhatikan ke arah mobilku. saat seorang tengah berjalan ke arah mobilku. segera ku lakukan mobil ku menjauh.
hingga aku berhenti di sebuah pasar. di mana dulu aku mencari makan.
Aku tatap pasar yang tidak berubah sama sekali. hingga aku memutuskan untuk mampir di sebuah warung Nasi yang selalu ramai dengan pengunjung. dulu aku sangat ingin bisa merasakan makan masakan ini. namun apa daya. uang ku selalu tidak cukup
Aku pun duduk di di salah satu meja yang kebetulan kosong. dan menunggu pelayan datang untuk membawakan daftar menu di warung ini. saat tengah asik memainkan ponsel mahal ku. tiba tiba.....
"Lea" suara seseorang yang pernah ku dengar dulu. membuyarkan aktivitas ku.
Siapa yang mengenali ku?.....