HIJRAH

HIJRAH
9. Bertemu Lagi


Dina masuk ke dalam ruang mengaji,


" assalamualaikum.."


"wa'alaikumsalam.."ustadzah mini menoleh ke arah suara.


Dina pun langsung duduk berhadapan dengan ustadzah beralaskan karpet tebal dan didepannya ada meja kecil untuk alas mengajinya.


" apa kabar ustadzah?"tanya Dina.


"Alhamdulillah, kamu sendiri bagaimana, apa kamu sudah sehat? ustadzah mini memang mendengar cerita dari ibunya Dina kalau Dina baru sembuh pasca kecelakaan../


" Alhamdulillah ustadzah.."


" ustadzah tinggal dimana?"tanya Dina


" rumah saya Gk jauh kok dari komplek ini kira kira 10 menit kalau jalan kaki. eeh, Dina sebaiknya jangan panggil saya ustadzah, panggil saja saya ummi.. murid murid saya pun biasa memanggil saya ummi"


" tapi kenapa?kan ustadzah guru saya?"


" iya, betul..saya cuma ingin kita lebih akrab...tidak ada kecanggungan dalam belajar..saya pun masih belajar...jadi kamu panggil saya ummi saja ya..??ucap ustadzah mini.


" baik..ust..eeh..ummi,,mereka pun tertawa bersama.


Dina sangat bersemangat sekali belajar mengaji..karena Dina sudah bisa huruf Hijaiyah maka ia hanya perlu mengaji jus amma lalu seterusnya Al-Qur'an,


" Dina kamu bersemangat sekali belajarnya...apa yang jadi motivasi kamu,maaf ya saya tanya kayak gini..."


" saya hanya ingin mendekatkan diri pada Allah,,selama hidup saya,saya selalu mendapatkan apa yang saya mau ummi..tapi saya lupa dengan siapa yang memberi itu semua pada saya, saya pun ingin menanyakan diri saya untuk calon imam saya nanti.." jelas Dina


ustadzah mini pun hanya mengangguk dan tersenyum pada Dina,mendengar jawaban jujur dari Dina membuatnya yakin bahwa Dina bisa berubah untuk lebih baik lagi.


" kamu beruntung dina, karena hati kamu sudah dilembutkan dan diberikan hidayah...semoga kamu senantiasa Istiqomah," ujar ustadzah mini..


"aamiin"


setelah Dina selesai belajar mengaji,ustadzah mini pun pamit pulang, karena ia harus mengajar anak anak pengajian di dekat rumahnya. tak lupa Dina meminta nomer telefon ustadzah,jika sewaktu waktu ada keperluan merekapun bertukar nomer telefon.


dinapun kembali ke kamarnya untuk istirahat setelah mengantar ustadzah ke pintu utama rumahnya,ustadzah pun pulang dengan diantar oleh supir Dina,


*


*


*


*


tak terasa sudah satu bulan Dina belajar mengaji,kini ia sudah bisa membaca Al Qur'an meskipun masih terbata bata...Dina pun berniat untuk menutup auratnya dengan sempurna sesuai dengan perintah Allah,


ia kini sudah benar benar berbeda


sebenarnya Dina ingin sekali melanjutkan pendidikan S2 nya di Maroko namun ia masih menunggu keputusan ayahnya, apakah akan mengizinkannya untuk kuliah diluar negri.


sambil menunggu keputusan ayahnya Dina kembali kuliah di kampusnya yang lama,


" Dina,apa kamu yakin mau kekampus??" tanya ibu Dina khawatir.


" iya Bu,, aku udah lama gak kuliah...lagi pula aku sudah dekat skripsi jadi aku harus kekampus, supaya aku bisa cepat lulus Bu..." jelas Dina


" tapi kamu diantar mang iman kan??" ibu Dian masih belum yakin putrinya pergi kuliah,ia masih trauma dengan kejadian kecelakaan yang menimpa putrinya


beberapa waktu lalu.


" iya Bu,tenang aja..aku diantar dan nanti dijemput sama mang iman.."


" ya sudah, hati hati ya.." Dina pun pamit dan mencium punggung tangan ibunya. tak lupa ibunya mencium kening putrinya itu,


saat Dina sampai dikampus, teman teman kampusnya mengira bukan Dina tapi anak baru yang masuk ke kelas mereka,,sampai sepasang mata mengenali dina, Dina pun tak percaya dengan dengan apa yang dilihatnya,


" Dina,ini beneran Dina ya?" tanya seseorang yang berada dekatnya.


Dina pun melihat kearah suara itu, ternyata itu adalah sahabatnya yang kini menjadi mantan sahabatnya...dan yg tak bisa Dina percaya orang itu sedang bergandengan mesra dengan Mentan kekasihnya dulu Rein.


" ya, ini aku. kamu apa kabar wita??" tanyanya tersenyum tipis,


tapi Wita tidak menjawab dan malah mendekati tempat duduk Dina dengan menggandeng Rein.


" Dina kamu sudah sehat?"tanya Rein


" seperti yang kamu lihat sendiri..."


" sekarang kamu keliatan beda.."ujar Rein.


" kamu keliatan aneh Din,ujar wita dengan melihat Dina dari atas sampai kebawah.


" sekarang aku memang sudah beda,, aku bukan Dina yang dulu..." ujar Dina dengan menatap pintu kelas. ia menahan kesal, tak mau bertatapan dengan mereka.


" maaf sebentar lagi kelas dimulai, sebaiknya kalian pergi dari sini.." mereka pun pergi meninggalkan Dina dan duduk ketempatnya masing masing.


" aku memang pasti bertemu dengannya, bukannya aku dendam dengan mereka..hanya saja aku masih belum bisa melupakan apa yang mereka lakukan terhadapku" ujar Dina lirih dalam hati.


beberapa orang memandang Dina dengan tatapan aneh,


namun ada juga yang menatap kagum pada gadis itu..pasalnya Dina malah terlihat tambah cantik dan menawan dengan balutan hijab yang begitu cocok padanya.


mungkin yang menatap aneh berfikir bahwa gadis yang biasanya berpakaian seksi sedikit terbuka bisa berubah 180 derajat seperti ini...dan juga sikap Dina benar benar berbeda dari sebelumnya.


*


*


*


*


*