
Hari ini setelah Berkunjung ke resto untuk memantau perkembangan disana. Aku memutuskan untuk pergi ke desa di mana dulu aku tinggal. Aku harus segera mencari keberadaan kedua orang tuaku. karna semakin cepat, akan lebih baik.
Selama dalam perjalanan, aku sendiri tidak Yakin, bagaimana aku bisa menemukan dua manusia yang telah membuang ku?
Sesampai nya di desa, aku langsung memarkirkan mobilku di area taman yang terdapat Makan dua manusia yang sangat ku kasihi, serta ku sayangi.
Sebelum mencari informasi, aku menyempatkan diri untuk berziarah dan mendoakan kedua orang tuaku. Setelah aku berdoa. Aku berjalan menyusuri area desa yang kini mulai tersentuh tangan kreatif.
"Nak Lea, ayo mampir disini" ucap seorang bapak.
Ya, memang kini hubungan ku dengan warga desa sudah membaik. Terlebih semenjak aku membebaskan mereka atas hutang hutang mereka. Dan mengembalikan sertifikat mereka. Tanpa ada jaminan apapun lagi.
"Baiklah pak" jawabku seraya memasuki teras rumah, dan duduk di sebuah kursi rotan.
"Nak Lea apa kabar? Mengapa baru berkunjung kesini?" Ucapnya.
"Alhamdulilah kabar saya baik pak, bagaimana kabar bapak sendiri? Dan bagaimana perkembangan desa disini?" Jawabku seraya mengedarkan pandangan ke setiap penjuru desa.
"Syukurlah kalau kabar mu baik Nak, seperti yang kamu lihat. Kabar kami semua baik. Begitu juga desa ini, semua nya berkat dirimu Nak, desa kami jadi tidak tertinggal desa desa yang lain" ucapnya.
"Syukurlah kalau begitu" jawabku.
Setelah beberapa saat berbincang. Sang ibu rumah membawa segelas teh hangat beserta cemilan. Bahkan ada gorengan yang baru matang dari penggorengan.
"Ayo di makan Nak," ucap bapak tersebut.
"Iya pak, terima kasih" jawabku.
"Eh, Lea ya? Apa kabar. Mengapa baru datang kesini?" Ucap seseorang yang melintasi rumah bapak yang ku kunjungi.
"Iya mbak" jawabku.
"Lea, apa kabar dan mengapa baru kesini? Eemm, kamu mau gado gado gak?" Tanya nya.
"Wah enak itu, tapi, aku kesini sedang ada keperluan" jawabku.
Aku meminta kita semua kumpul di balai desa, mengapa aku meminta semua warga kumpul disana, karna aku tidak bisa mencari gambaran kedua orang tua ku tanpa bantuan dari mereka. Siapa tahu? Masih ada di antara mereka yang masih ingat dengan dua manusia itu.
"Sebenarnya ada apa Nak? Mengapa kamu meminta kita semua kumpul disini? Apa ada masalah" tanya seorang lelaki tua.
"Sebelumnya saya meminta maaf, karna telah menganggu waktu kalian. Tujuan saya mengumpulkan kalian semua disini, saya ingin meminta bantuan" jawabku.
"Bantuan, bantuan apa Nak? Katakan saja. Kami akan siap membantu semua itu" ucap nya.
"iya, katakan saja apa masalah mu, kami akan dengan senang hati membantu"
"Benar, kami akan membantu sebisa kami"
"Terima kasih, karna kalian sudah bersedia membantu ku, aku kesini ingin bertanya? Apa di antara kalian ada yang masih ingat identitas kedua orang tua kandung ku? Atau ada yang memiliki foto serta gambaran tentang mereka? Bisakah membantuku untuk menunjukan nya?" Jawabku yang membuat semua warga terkejut.
"Nak, apa kamu akan mencari mereka?"
"Iya, sebenarnya saya akan menikah. Dan tentunya sebelum saya menikah. Saya membutuhkan seorang wali untuk menikah kan saya." Jawabku.
"Iya, sebaiknya jangan cari mereka"
"Benar itu, sebaiknya matikan saja data kedua orang tuamu, toh, memang kedua orang tua asuh mu telah meninggal"
"Iya, bapak bersedia menjadi wali nikah mu Nak,"
"Iya, kami juga siap menjadi saksi mu"
Ada sedikit keganjalan, mengapa semua warga nampak tidak menyukai jika aku mencari kedua orang tuaku?
Apa sebenarnya yang terjadi? Dan apa yang tidak ku ketahui tentang mereka berdua?
"Tapi, saya tidak bisa membohongi hukum pak, Bu, terlebih calon suami saya. Menyarankan bahwa saya harus meminta restu dan wali dari kedua orang tua saya, memang nya kenapa? Apa kalian tahu sesuatu tentang kedua orang tua kandung saya?" Jawabku.
"Ya, sebaiknya kami memang harus menceritakan tentang kedua orang tuamu, kamu yang berhak memutuskan untuk melanjutkan atau tidak" ucap seseorang.
"Ibumu bernama Siti, dan ayah mu bernama Lukman, Siti adalah seorang wanita yang telah bersuami, dia menikah dengan seorang lelaki dan hidup sederhana di desa sini, sedangkan Lukman, dia adalah lelaki yang memiliki angan yang terlalu tinggi, dia selalu bermimpi akan menjadi penguasa di desa sini. Dan akan menjadi juragan di desa sini. Dia selalu bersikap angkuh dan sangat arogan, dia tidak memiliki empati serta belas kasih kepada sesama warga desa. dia menganggap dirinya adalah orang yang paling hebat di antara yang lain,
Hingga suatu saat, Siti berhubungan dengan Lukman, karna dia merasa lelah hidup miskin bersama suaminya. Lukman, adalah lelaki yang juga memiliki seorang istri dan anak. Mereka menjalin hubungan terlarang, bahkan tidak main main, Lukman dan Siti berhubungan badan di depan istri Lukman dan mertua nya, yang tengah sakit parah. Hingga keduanya harus meregang nyawa. Menyaksikan perbuatan mereka yang terkutuk. Semua nya tidak sampai disitu, kami warga desa sudah mulai mencurigai perselingkuhan mereka. hanya saja, kami belum memiliki bukti yang mengatakan jika keduanya bersalah.
Siti mengkhianati suaminya, yang hanya bekerja sebagai seorang tukang kebun, yang berpenghasilan tidak seberapa, Suami Siti mengetahui perselingkuhan mereka. Hingga di malam itu, Siti dan Lukman akhirnya merencanakan pembunuhan terhadap suami Siti. Karna mereka takut, jika perselingkuhan mereka sampai terbongkar. Mereka mengubur jasad suaminya Siti di dalam sebuah sumur, yang sudah sangat lama tidak terpakai. hingga Siti di ketahui hamil oleh Lukman, karna warga desa tidak Sudi menerima kelakuan biadab mereka berdua. Warga desa mengucilkan mereka. Dan mengusir mereka. Namun, kedua manusia itu. Tidak kunjung pergi dari desa. Dan di malam itu, kamu Terlahir. Dan mereka meninggalkan kamu di pos di depan sana." Ucap seorang yang membuatku sangat terkejut.
Rupanya, selain kedua orang tuaku. Menjalani hubungan yang terlarang, mereka juga dengan tega nya membunuh orang lain, yang tidak berdosa.
.aku benar benar tidak menyangka, bahwa mereka sejahat itu?
"Lalu, bagaimana kalian tahu? Jika aku adalah anak dari mereka berdua?" Jawabku yang mulai bergetar.
"Kami tahu, karna mereka meninggalakn foto mereka serta sebuah catatan." Ucap seseorang.
"Catatan, catatan apa?" Jawabku penasaran.
Seorang wanita pun berjalan pulang, beberapa warga melihat ke arah nya. Dan kemudian melihat ke arah ku. Bahkan ada di antara mereka yang mengusap bahuku. Mungkin mereka ingin menenangkan ku. Dari sebuah kenyataan yang sangat tidak bisa di terima Akal dan Naluri.
.
"ini Nak, kami menemukan dirimu, beserta ini semua" ucap seorang wanita paruh baya, seraya menyerahkan sebuah foto yang telah usang. Dan sebuah kertas
Aku lekas membuka kertas tersebut.
"Surat ini untuk Kalian semua, orang orang yang munafik, kalian menilai kami berdua buruk dan penuh dosa. Padahal kalian semua juga manusia yang terkutuk, kalian tidak menyadari? Mengapa kalian sampai hidup susah dan melarat? Itu karna kalian terlalu sibuk menilai kami berdua! Dan, emang benar dugaan kalian. Kami yang telah membunuh Junaidi, itu semua karna salah dirinya. Siapa suruh dia hendak membocorkan perbuatan kami, yang sering mencuri. Dan ini, ini adalah anak dari hasil hubungan kami, kami tidak membutuhkan bayi ini, terserah kalian mau membunuh dia, atau menjadikan dia sebagai makanan hewan buas! Kami sama sekali tidak peduli dengan bayi ini. Bayi ini sangat tidak berguna! Dan kalian tahu? Dia lahir dari hubungan terlarang kami, kami sudah membuktikan. Bahwa kami bisa melakukan apapun kan, Kalian pikir? kami betah tinggal bersama warga desa yang selalu sibuk mengurusi kehidupan orang lain? Kami akan hidup senang dan Kaya raya, di luaran sana. kami akan menjadi juragan yang di hormati dan di segani banyak orang. kami tidak membutuhkan anak yang bahkan memiliki rupa yang sangat buruk itu! Seandainya dia memiliki rupa yang bagus, bisa saja kami menjualnya haha...
Tertanda, Siti dan Lukman..
Aku benar benar tidak percaya, jika kedua orang tua kandung ku, bukan hanya membuang ku? mereka juga bisa mengatakan merelakan aku, walau di jadikan makanan binatang buas sekalipun?
Masih ada kah orang tua seperti mereka di muka bumi ini?
Yang dengan tega nya membuang serta mengatakan hal sedemikian pada bayi mereka?
Padahal, jika bisa memilih. aku pun tidak ingin terlahir dari rahim wanita itu, apalagi menjadi anak haram di antara mereka berdua.