HIJRAH

HIJRAH
"LAMARAN"


Aku benar benar terkejut, kala melihat siapa tamu yang di maksud mbak Asih, rupanya Angga beserta Sari, putra nya dan juga Danu. mereka tengah berdiri di ambang pintu sembari mengenakan batik. serta membawa banyak sekali barang.


mau apa mereka kesini?


"Ada apa ini?" tanyaku pada mereka.


"Kami datang mau melamar mu" jawab Angga.


"Apa? apa perkataan ku hari itu belum jelas?" ucapku berusaha mengontrol emosiku.


"Memang nya perkataan yang mana? aku sama sekali tidak mengingat nya" jawab Angga.


Aku sangat yakin, Angga hanya berpura pura, mana mungkin dia sudah melupakan kejadian malam itu?


"Lea, maaf sebelumnya jika kedatangan kami mengganggumu, apa kami boleh masuk?" Ucap Sari.


"Baik lah" jawabku setelah beberapa saat memikirkan semuanya.


Angga, Sari bahkan Danu, bulak balik ke luar Untuk membawa semua seserahan yang mereka bawa. aku sudah meminta mereka untuk tidak memasukan semua itu,


Namun, Sari mengatakan jika tak enak jika sampai di lihat oleh orang luar,


Akhirnya aku hanya membiarkan mereka melakukan apa yang mereka mau. walau dalam hati, aku sangat tidak menyukai kedatangan mereka. apa lagi tujuan mereka.


Setelah meminta mbak Asih menyiapkan minuman serta hidangan pada mereka. aku ingin tahu? apa sebenarnya tujuan mereka?


"Baiklah, tolong jelaskan padaku. apa maksud tujuan kalian datang kesini?" ucapku kala kami semua sudah ada di ruang keluarga.


"Tujuan kami kesini masih sama. kami mau melamar mu Lea" jawab Sari.


"Sari, maaf kan aku. Namun aku tidak bisa" ucapku


"Mengapa Lea?" jawab sari


"Kau tahu sendiri kan alasan nya?" ucapku.


"Karna Angga telah memiliki aku?" jawabnya.


"Ya," ucapku.


"Lea, apa kamu tidak bisa mempertimbangkan lagi? ku mohon pikirkan lagi semua nya" jawab Angga.


"Tidak ada yang harus di pertimbangkan Angga, aku tidak bisa menjadi bagian dari keluargamu" Ucapku.


"Mengapa? apa alasan nya?" jawab Angga.


"Pokonya, aku tidak bisa menikah dan menerima lamaran ku Angga" ucapku.


"Kau tidak bisa begini Lea, aku sudah membeli semua barang barang ini, tidak kah kau berpikir. bahwa apa yang sudah ku beli. itu semua mengeluarkan banyak uang? kau tidak bisa seenaknya begini!" jawab Angga sembari menaikan nada suaranya.


Yang sontak saja, membuatku terkejut. begitu juga dengan kak Sindi. serta kedua pegawai ku.


"Tapi, aku sama sekali tidak memintanya bukan?" ucapku.


.


"Aku tidak mau tahu, kau harus menerima lamaran ini!" jawab Angga dengan nada memaksa


"Mengapa kau memaksaku? ini Hak ku. aku berhak menolak kamu" ucapku yang mulai tersulut emosi


"Kalau begitu, kau harus mengganti semua kerugian ku Lea!" jawabnya


"Kerugian?" ucapku bingung.


"Ya, kerugian atas semua yang sudah ku beri padamu. dan waktu ku untuk datang kesini, serta kerugian untuk membeli semua ini"jawabnya.


"Jadi, kau memperhitungkan atas waktu kau datang kesini? tapi, aku sama sekali tidak pernah meminta kau datang kesini? lantas, mengapa aku harus menggantinya?" ucapku.


"Apa, tiga ratus juta?" ucap kak Sindi.


"Ya, tiga ratus juta" jawab Angga.


"Angga, mengapa kau melakukan ini? mengapa kau terkesan memaksa Lea? dia sudah menolak mu" ucap Danu.


"Diam kau, aku tidak mau kau ikut campur" jawab Angga.


Danu seketika terdiam, aku tidak tahu? apa memang sifat Angga seperti ini?


aku benar benar terkejut, akan Hal yang telah dia lakukan.


"Cukup! hentikan perdebatan ini, Aku minta kalian dan termasuk kamu Angga untuk diam. Angga, aku minta maaf sebelumnya. seharusnya aku mengatakan ini sejak awal, hanya rasa takut ku terlalu tinggi, aku merasa telah berhutang budi padamu. jadi aku menuruti semua kemauan mu. termasuk diam kala kamu hendak melamarku, Namun, perlu kamu tahu? aku sebenarnya sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap kamu. terlebih, setelah kau telah beristri, aku sama sekali tidak berminat menikah dengan mu Angga, ku harap mengertilah. aku tidak mencintai kamu Angga" Ucapku sembari berusaha menahan diri.


"Memang nya siapa juga yang mengatakan jika aku akan melamar mu untuk ku Lea?" jawab Angga.


"Maksud mu?" ucapku yang bingung.


"Ya, aku melamar mu bukan untuk ku Lea?" jawab Angga yang membuatku semakin kebingungan.


"Tunggu, jadi bagaimana?" ucapku


"Jadi begini, kami kesini mau melamar mu. tapi bukan untuk Angga suamiku. melainkan untuk sahabat kami, Danu" jawab Sari.


Sontak kami semua yang ada di ruangan ini semakin bingung di buatnya. bahkan ku lihat, Danu juga nampak terkejut dengan penuturan Sari.


"Apa, ini maksud nya apa ya? apa ini sebuah main main lagi?" ucapku


"Tidak, aku kesini memang untuk melamar mu. tapi bukan untuk ku, melainkan untuk Danu" jawab Angga.


"Tunggu, kalian berdua maksud nya apa ya? Lea jangan salah paham, aku sama sekali tidak tahu ucapan mereka berdua" penjelasan Danu.


"Begini, kami berdua tahu, kalau kamu suka pada Lea. dan karna sikap kamu yang terbilang langka, yaitu tidak bisa mengutarakan perasaan. jadi, aku dan Sari berinisiatif untuk melamar kan Lea buat kamu" jawab Angga.


"Ya, angga benar sekali." Ucap Sari.


"Kalian berdua benar benar Gila," ucap Danu.


"Sudah Sudah, begini saja. Lea? apa kamu menerima lamaran Danu" jawab Angga.


Saat ini, semua mata tertuju padaku. aku sendiri tidak tahu harus menjawab apa?


sebenarnya hatiku merasa sangat bahagia. karna memang ini yang ku harapkan. bersanding dengan Danu, tapi, apa harus dengan cara seperti ini?


"Lea, jawab pertanyaan Angga" ucap kak Sindi seraya memegang pundak ku.


"Iya Lea, apa kamu menerima lamaran dari Danu?" Ucap Sari.


"Danu, ayo cepat!" titah Angga pada Danu.


Aku sama sekali tidak tahu harus berbuat apa?


Danu terlihat berjalan mendekat ke arah ku.


"Lea, ini memang Gila. dan mungkin aneh di mata mu. Aku sendiri tidak tahu rencana mereka berdua. Tapi, sebenarnya aku memang memiliki perasaan terhadap mu. Hanya saja, aku terlalu takut jika kau menolak nya. aku takut, jika hubungan kita akan hancur. setelah ku utarakan perasaan ku, Lea, mau kah kamu menikah dengan ku?" Ucap Danu yang membuatku tidak percaya.


"Ayo Lea jawab" ucap kak Sindi.


"Iya Lea, ayo jawab" ucap Angga.


"Eemm, baiklah. aku terima" jawabku tertunduk.


"Alhamdulilah" ucap semua orang serentak.