HIJRAH

HIJRAH
10. Menanyakan Kabar


Dina sudah sampai dirumah sebelum jam empat sore...ia sudah berada dikamarnya,


tepatnya di meja belajarnya..menatap layar laptop dan mengetikkan jari jarinya.


ponselnya berdering...telfon dari seseorang yang tidak dikenal nomernya.


" sepertinya dari luar negri...aku angkat nggak ya???...khm...akhirnya Dina mengangkat telfon itu,


terdengar suara pria di telfon,


**assalamualaikum.


**wa'alaikumsalam... maaf ini siapa ya??tanya Dina.


**ini aku Din,Jiran. Jiran


**oh Jiran..maaf nomer kamu baru lagi ya??Dina.


**iya, kamu simpan nomer aku ya...Dina,,aku boleh video call gak?tanya Jiran


**boleh...tunggu sebentar yah...Dina pun menyambungkan hp nya dengan laptop..dan melakukan Vidio call.


**Dina,ini kamu??tanya Jiran tidak yakin melihat wajah gadis dilayar.


**iya ini aku...kenapa??aku tambah jelek ya??ucapnya sambil menunduk.


**kamu tambah cantik, ehm...maaf ya kalo aku kurang sopan ..ucap Jiran...


**kamu lagi sibuk ya?tanya Jiran lagi...karena dilihatnya dimeja banyak buku buku pelajaran.


**iya...aku lagi ngerjain tugas kampus. khmm...kamu kenapa telfon aku malem malem gini..?tanya Dina


Jiran terus memperhatikan wajah cantik Dina dengan balutan hijab instan yang dilihatnya sangat cocok dengan warna kulit Dina.


**khm...aku cuma kangen aja Sama kamu...oh iya seminggu lagi aku mau ke kota kamu lho, Jiran dengan menampakkan lesung pipinya yang dalam.


**serius kamu? apa kamu ada urusan bisnis disini??tanya Dina penasaran.


**ada yang mau aku dan keluargaku omongin sama kamu...ucap jiran


**memangnya apa yang mau kamu omongin..?tanya Dina.


**aku mau ngelamar kamu Din,ujar Jiran terlihat serius.


** jangan bercanda...hehehe...aku baru tau kalo kamu bisa bercanda seperti ini...Dina mencoba menepis bayangan pria itu...yang tiba tiba terlintas jelas wajah dan senyumannya.


**aku gak bercanda din..aku serius...ucap Jiran..aku,


**ya udah dulu ya Jiran...aku banyak banget tugas,aku tutup ya?


Jiran pun mengangguk tanda meng iya kan ..


jantung Dina berdebar debat mendengar apa yang dikatakan Jiran...ya Allah, bagaimana ini...gumamnya.


* * * * *


di tempat Jiran.


Dina menutup vidio call mereka


" Dina apa kamu tau perasaanku padamu selama ini. setelah melihatmu aku jadi tambah yakin dengan keinginanku untuk menikahimu...membuatmu selalu berada di sisiku...melindungimu..." ucap Jiran sendiri dalam kamarnya.


ia pun kembali berkutat dengan pekerjaannya...ia ingin segera menyelesaikan proyeknya di negara ini,jika selesai tepat waktu ia bisa cepat menemui Dina.


Jiran ingin langsung menikahi Dina,ia tidak ingin terlibat dengan hubungan pacaran yang hanya akan merugikan Dina..Jiran takut dengan gaya pacaran jaman sekarang.


setelah selesai dengan pekerjaannya,dilihatnya sudah pukul 11.00 malam...perbedaan waktu yang hanya dua jam dari tempat Dina berada. ia pun mengistirahatkan tubuhnya.


* * * * *


satu minggu berlalu dengan sangat cepat. Dina seperti biasanya bersiap ke kampus karena akan melakukan diskusi dengan dosen pembimbingnya.


kini ia sedang mempersiapkan sidang skripsinya, tak sabar ingin cepat lulus kuliah...ia berencana untuk bicara dengan ayahnya tentang niatny melanjutkan kuliah S2


nya di luar negri.


bimbingan skripsi pun berjalan lancar kemungkinan dua Minggu lagi ia akan sidang skripsi...waktu yang sangat ia tunggu tunggu.


Dina kini sedang diruang keluarga menonton tv sambil memainkan ponselnya..setelah melaksanakan shalat Dzuhur, ia pun ke makan siang ditemani ibunya.


" Dina bagaimana skripsi kamu??"kapan mulai sidang...tanya ibunya Dina..


" sekitar dua Minggu lagi Bu..."jawabnya sambil mengunyah makanan.


" baguslah...,Dina ...kamu memang anak yang cerdas...meskipun kamu sempat vakum kuliah kemarin..tapi kamu sudah hampir selesai dengan skripsimu nak..."ujar ibunya bangga.


" Alhamdulillah,Bu..ini semua juga karena doa ibu..aku juga selalu berdoa agar dimudahkan dalam mengerjakan skripsiku... supaya aku bisa cepat lulus..."Dina terlihat sangat senang.


" Alhamdulillah...,,lalu bagaimana rencana kamu setelah lulus nak?"tanya ibunya.


" Bu...aku ingin melanjutkan kuliahku...apa boleh?" tanya Dina.


" sebaiknya kita bicarakan ini nanti saja ya dengan ayahmu...ibu tidak bisa memutuskan sendiri,...tapi ibu akan selalu mendukung apa yang kamu cita citakan nak"ujar ibunya sambil mengusap lembut kepala Dina.


merekapun makan siang sambil membicarakan tentang masa kecil Dina dan juga tentang kesukaannya waktu kecil. mereka seperti ibu dan anak yang baru saja bertemu.


setelah selesai makan,Dina dan ibunya duduk duduk di bangku taman belakang rumahnya.


hamparan bunga bunga yang sangat indah menghiasi taman.


" Dina...apa Jiran suka menghubungimu...?"tanya ibunya.


" iya Bu,,belum lama ini dia menghubungiku...tapi sudah beberapa hari ini ia belum menghubungiku lagi..." jawab Dina.


" bagaimana pendapatmu tentang Jiran??"


pertanyaan ibunya sudah membuat


Dina sedikit curiga.." apa yang dikatakan Jiran waktu itu serius..?tanyanya dalam hati.


" dia laki laki yang baik..."ujar Dina pelan.


" laki laki yang baik untuk wanita yang baik...Dina...kamu adalah wanita yang baik..."ucap ibunya penuh arti.


"tapi aku tidak tau bagaimana perasaannya padaku Bu...apa ia benar benar mencintai aku...atau ia hanya kasihan saja padaku..."ucap Dina lirih..ada kesedihan dalam kata katanya.


" ibu yakin dia menyukai kamu nak, apa kamu menyukainya??"


Dina hanya diam membuang pandangannya pada burung burung kecil yang berterbangan di angkasa.


*


*


*


*


*