
"Assalamualaikum,..."ny.sinta dan tn.jordan masuk kedalam.
"wa'alaikumsalam." .Dina dan Bu Ijah menjawab kompak.
"wajah,,lagi asyik ngobrol apa nak?" sinta mencium kening putrinya.
Dina pun mencium punggung tangan ibu dan ayahnya.
"lagi ngomongin ibu,,ko lama banget kesininya..."Dina cemberut dibuat buat.
"maaf ya sayang,,,ayah dan ibu semalam gak jadi kesini karena urusan ayah baru selesai larut malam..."jelas Jordan sambil tersenyum.
"hehehe..ga papa ko yah,,aku cuma bercanda tadi..Dina tersenyum manis.
"Sayang,gimana keadaan kamu?apa kamu masih lemas??"tanya ibu Sinta.
"aku sudah lebih baik Bu, gak perlu terlalu cemas...aku juga sudah bisa menggerakkan tangan ku.
"baiklah, nanti kita tanya dokter kapan kamu bisa mulai terapi..kita lihat keadaan kamu dulu ya nak..."ujar tuan Jordan.
tok. .tok..tok. .
Dokter pun masuk ke ruangan Dina memeriksa apakah Dina sudah bisa mengikuti terapi berjalan..tentu saja dia tetap harus tinggal dirumah sakit..karena kalau setiap hari,mungkin akan sedikit merepotkan dan lebih lagi tubuh Dina blm bisa bolak balik rumah sakit.
dokter pun mengatakan pada ibu dan ayah dina bahwa Dina sudah bisa mengikuti terapi besok pagi..Dina pun sangat bersemangat untuk mengikuti terapi itu,dia sudah tidak sabar.
* * * * *
jadwal terapi hari ini disambut sangat antusias oleh Dina, Dina pun sudah berada didalam ruang khusus terapi di rumah sakit ini,ditemani Bi Ijah tentu saja.
dokter spesialis pun masuk kedalam ruangan,memberikan informasi mengenai terapi yang akan dilakukannya..yang terpenting adalah harus rileks dan jangan terlalu terbebani..berusaha sekuat tenaga " tapi jangan sampai kehabisan tenaga.." gurau dokter Sandi.
terapi pun berjalan lancar,meskipun Dina terlihat lelah,tapi ia tidak mau putus harapan. dia sudah bertekad untuk sembuh total.jadi, ia harus berusaha dengan sungguh sungguh.
"Sayang, gimana terapi hari ini...apa kamu lelah?"tanya ibu Sinta khawatir melihat anaknya terlihat agak pucat.
"Alhamdulillah,Bu hari ini lancar...meski sedikit lelah tapi aku senang..."Dina pun tersenyum.
"sayang ada yang ingin ketemu sama kamu,,,"ujar tuan Jordan ayah Dina.
"khm...siapa yah?"tanyanya penasaran.
"apa kabar Dina...?"tanya seseorang yang baru saja masuk ke kamar rawat Dina.
"khmmm...siapa ya??maaf ya aku lupa, ujar Dina bingung.
"ini loh sayang...putra pertamanya om Johan dan aunty Melisa...jelas ibu Sinta.
mencoba mengingat ingat."ah...maaf saya lupa,,,kamu jiran???tanya Dina meyakinkan....
"benar...aku Jiran...kamu...khmm,,gimana keadaan kamu sekarang??apa sudah lebih baik.??tanya Jira
"Alhamdulillah,,aku bersyukur sekali..sekarang aku sudah lebih baik...terima kasih sudah menengokku.."
merekapun berbincang,lebih tepatnya ayah dan ibu Dina yang sangat antusias berbincang dengan pria itu, Dina hanya sesekali menimpali, atau hanya sekedar melihat pria itu...apa benar itu Jiran..tetangga masa kecilnya...tiba tiba perasaan aneh muncul..tapi buru buru ditepisnya,
Jiran pun pamit,karena dia tidak bisa lama lama karena ada urusan yang lain....ibu dan ayah Dina mengantarkan sampai depan lobby rumah sakit..."salam pada mama papa mu nak.."nyonya Sinta berpesan saat Jiran masuk ke mobilnya.
"baik Tante...saya pamit... assalamualaikum..."
"wa'alaikumsalam, jawab mereka.
#terima kasih banyak ya sudah mampir di novel pertama saya,,mudah mudahan para readers suka...mohon dukungan like dan komennya ya...salam semangat selalu.