HIJRAH

HIJRAH
"KEDATANGAN DANU"


Tiga Bulan Kemudian........


Sudah tiga bulan lama nya, semenjak aku kembali ke rumah ku. Danu sama sekali tidak menemui ku. atau bertanya tentang ku.


Kini aku sangat Yakin, bahwa aku benar benar tidak memiliki tempat di hatinya.


Bodoh sekali diriku ini, mana ada lelaki yang Sudi mempersunting wanita kotor sepertiku ini?


Sekalipun aku kaya, dan memiliki banyak uang. untuk apa jika badan ku sudah tidak suci?


.


Perkembangan mental kak Sindi pun mulai membaik, kini, dia sudah mulai kembali pada dirinya yang dulu,


Kak Sindi mulai kembali tertawa, walau terkadang tiba tiba menangis. Namun, aku memaklumi itu semua.


"Lea, bagaimana kabarmu?" tanya Angga.


Ya, Angga memang sering sekali datang ke rumah Ku bahkan aku bisa menghitung kedatangan nya.


.Setiap kali dia datang, ada saja hal yang membuat kami tertawa. bahkan kak Sindi pun tidak henti hentinya tertawa jika Angga sedang bergurau.


"Kabarku baik Angga" jawabku.


"Bagaimana perkembangan resto mu? apa semua nya berjalan baik" ucapnya.


"Alhamdulilah, semua nya berjalan lancar" jawabku.


"Lea, aku ingin bicara serius padamu," ucapnya


"Apa itu?" jawabku.


"Jika ada seseorang yang hendak melamar mu? apa kau bersedia menikah dengan nya?" ucapnya yang sontak membuatku dan kak sindi terkejut.


"Apa maksud mu Angga?" jawabku.


"Ya, jika ada lelaki yang hendak melamar mu? apa kau bersedia menikah dengan nya?" ucapnya


"Hehe, kau bergurau Angga, siapa juga lelaki yang mau menikah dengan ku? kau tahu betul siapa aku," jawabku.


"Lea, cinta tidak akan pernah memandang itu. jika cinta sudah berkata, maka masa lalu mu. tidak akan pernah menjadi masalah yang besar" ucapnya ..


"Entah lah, memang nya siapa yang mau melamar ku?" jawabku penasaran.


"Ya, mungkin saja ada" ucapnya terkekeh.


Dasar, dia mulai lagi. rupanya dia hanya bercanda. padahal, tadi aku mengharapkan jika dia mengatakan. bahwa lelaki yang hendak melamar ku adalah Danu, sahabat karib nya itu. ..


Namun, mau bagaimana lagi, aku hanya menyimpan rasa seorang diri.


"Baiklah, aku harus pergi sekarang" ucapnya lagi.


"Baik lah, hati hati di jalan" jawabku.


Angga pun pergi meninggalkan kediaman ku. kini aku kembali duduk di dekat kak Sindi. setelah memastikan Angga telah pergi dengan mobilnya.


"Sepertinya, Angga suka sama kamu Lea?" ucap kak sindi tiba tiba.


"Ah kakak, tidak mungkin dia naksir padaku" jawabku terkekeh.


"Siapa tahu? memang nya kamu tidak dengar tadi dia berkata apa? dia berkata, jika ada lelaki yang mau melamar mu, apa kamu bersedia? apa lagi coba?" ucapnya.


"Ya ampun kak, aku tahu dia itu hanya bergurau, seperti biasa" jawabku.


"Lea Lea, kamu memang tidak bisa membedakan mana yang serius dan bukan? Angga datang kesini sudah berapa kali? setiap Minggu dia datang ada dua sampai tiga kali ke sini, dan itu hanya untuk membawakan kue atau apapun buat mu. apa lagi coba yang kamu tidak percaya?" ucapnya.


Sejenak, aku memikirkan apa yang di katakan kak Sindi. jika benar Angga menyukaiku? dan hendak melamar ku? apa aku akan sanggup,


sedangkan selama ini, aku memang tidak memiliki rasa terhadap nya.


aku hanya menganggap dia sebatas teman. karna dia adalah teman nya Danu,


aku justru mengharapkan Danu lah yang melamar ku, dan bukan nya Angga.


"Kenapa diam, kamu sedang memikirkan perkataan kakak barusan bukan?" ucap kak Sindi yang membuatku salah tingkah.


"Jika yang kakak katakan benar, apa mungkin Angga menyukai ku?" jawabku.


"Bukan kah tadi dia sendiri yang mengatakan nya, jika cinta sudah berkata, dia tidak akan melihat masa lalu mu bukan?" ucapnya..


"Tapi kak, Angga itu seorang polisi. dan jika dia bisa menerima ku? lantas keluarganya bagaimana?" jawabku.


"Mungkin saja dia akan merahasiakan semua nya? bisa saja kan" ucapnya.


"Huh, kak bangkai walau pun kita menyimpan nya dengan rapat, pasti bau nya akan tercium. kakak tahu sendiri, aku telah tidur dan di jamah oleh banyak lelaki bukan? Jika Angga bisa menerimaku, aku sangat Yakin, keluarga nya tidak akan bisa menerimaku." jawabku.


"Lea, mungkin saja dia adalah jodohmu. kamu harus menjalani kehidupan mu Lea. kamu harus menikah, memiliki suami dan juga anak, kami masih muda Lea. tidak semestinya kamu hidup seorang diri seumur hidup mu" ucapnya.


"Entah lah kak," jawabku.


"PAKET ...........


Saat aku tengah berbincang dengan kak Sindi, ada tukang paket yang melerai obrolan kami berdua. lekas aku beranjak ke arah pintu depan. untuk mengambil paket, yang memang telah ku pesan.


"Iya Bu" jawab kurir tersebut.


Setelah acara serah menyerah, dan acara pemotretan paket. kurir tersebut pergi meninggalkan rumah ku, Namun, kala aku hendak berbalik memasuki rumah ku. Ku lihat Danu tengah berada di dalam mobilnya.


Segera ku hampiri Danu.


"Danu?" ucapku kala telah berada di dekat mobilnya.


.


"Eh Lea," jawabnya


"Kamu sedang apa disini?" ucapku.


"Eemm, ini aku. eemm. aku sedang mencari alamat pasien" jawabnya


"Siapa namanya? kebetulan aku kenal semua penghuni disini" ucapku


"Eemm itu, oh iya apa kabar mu?" jawabnya.


"Kabarku baik, bagaimana dengan kabar mu?" ucapku.


"Alhamdulilah, kabar ku juga baik" jawabnya


"Oh iya, siapa nama pasien mu? biar ku antar kamu ke rumah nya" ucapku.


"Eemm, aku lupa Lea" jawabnya.


"Apa? Oh iya, eemm kamu mau mampir ke rumah ku? sekedar minum teh mungkin?" ucapku canggung


"Eemm, boleh" jawabnya.


Aku dan Danu pun berjalan memasuki rumah ku, kak Sindi masih berada di ruang tamu. dia tengah memainkan ponsel nya.


"Assalamualaikum " ucap Danu kala memasuki rumah ku.


"Wa'alaikumsallam, Eh Danu kan?" jawab kak Sindi.


"Iya kak, bagaimana kabar kak Sindi?" ucapnya.


"Alhamdulilah, kabar ku baik, kamu kemana saja? jarang sekali terlihat. padahal teman Mu sering sekali main ke sini" jawab kak sindi.


"Ada kok kak, teman yang mana ya?" ucapnya nampak bingung


"Angga, siapa lagi. dia teman mu bukan?" jawab kak Sindi.


"Angga, jadi dia sering datang ke sini?" ucap Danu .


"Ya, memang nya Angga tidak pernah cerita? oh iya, kakak mau bilang kalau Angga mau melamar Lea" jawab kak Sindi.


"Kakak," ucapku yang tidak mau membahas itu.


"Apa, jadi Angga mau melamar mu Lea?" jawab Danu seraya melihat ke arah ku.


"Tidak, ku rasa Angga hanya bergurau saja" jawabku.


"Bohong, tadi Angga kesini, dan mengatakan akan melamar Lea, dan menanyakan apa Lea bersedia?" ucap kak Sindi.


"Apa itu benar Lea?" tanya Danu.


"Ya, Angga memang tadi mengatakan, jika ada lelaki yang hendak melamar ku? apa aku bersedia? Tapi, dia tidak mengatakan bahwa dia yang akan melamar ku kok, itu perkiraan kak Sindi saja" jawabku menjelaskan.


"Ya ampun Lea, kamu itu polos banget. Angga sering sekali datang kesini, dan sering sekali membawakan kamu makanan atau hadiah. apa lagi coba? kalau dia tidak menyukai kamu" ucap kak Sindi.


"Kak, kakak tahu sendiri, Angga suka bercanda. kakak jangan anggap apa yang dia katakan itu benar" jawabku.


"Oh iya Danu, kamu kan teman nya Angga, Angga itu anak nya seperti apa sih?" tanya kak Sindi pada Danu


"Eemm, Angga baik kok kak" jawabnya.


"Kalau, keluarganya bagaimana? mereka orang yang baik juga kan?" tanya kak Sindi.


"Ya, keluarga Angga juga orang baik" jawab nya.


"Tuh Lea, jadi kamu tidak usah mencemaskan. jika keluarga Angga tidak akan menerima mu. dan hanya akan menghinamu saja" ucap ka Sindi padaku.


"Eemm, Lea. kak Sindi. aku harus pamit, aku baru ingat bahwa aku masih ada kerjaan" ucap Danu.


"Loh, kok buru buru? baru juga datang" jawab kak Sindi.


"Iya, kenapa buru buru?" ucapku.


"Bukan begitu Lea,. tapi, aku harus kembali ke rumah sakit, aku masih ada jam kerja" ucap nya.


"Ya sudah, kamu hati hati di jalan ya, dan kapan kapan main lah kesini" jawabku.


"Iya, permisi" ucapnya


......................