
Satu Bulan Kemudian........
Hari Ini adalah hari persidangan untuk ketiga pelaku penembakan Lea. Indah Serta Putri mau menjadi saksi bahwa Lea tidak lah bersalah. Dan mau membongkar kejahatan kedua orang tuanya selama ini.
"Silahkan saudari Indah, berikan penjelasan anda di persidangan ini?" Tanya hakim kepada Indah.
"Nama saya Indah, saya anak pertama dari Ayah saya. Yaitu Lukman, dan Ibu saya. Yang bernama Siti. Saya bersumpah, akan memberikan penjelasan yang sebenar benar nya. Saya tidak akan menyembunyikan keburukan apapun. Jika itu terjadi, saya bersedia di hukum. Dengan hukuman yang sangat berat" Jawab Indah lantang.
"Apa kamu tahu? Bahwa kedua orang tua kamu akan menembak dan berencana membunuh saudari Lea?" Tanya hakim.
"Tidak pak hakim," jawab Indah.
"Kalau begitu, cerita kan apa yang terjadi pada keluarga kamu?" Tanya hakim.
"Saya memang anak pertama, itu sebelum saya tahu? Bahwa saya memiliki seorang kakak. Yang sengaja di buang sejak bayi. Keluarga kami sangat jauh dari kata Normal, saya memiliki adik perempuan. Dia di paksa bekerja menjadi seorang pelacur oleh orang tua kami, demi memenuhi biaya hidup mereka yang tidak pernah merasa cukup. Saya di nikahkan dengan lelaki tua. Saya di jadikan jaminan karna kedua orang tua saya tidak bisa membayar hutang, yang entah di pakai untuk apa uang tersebut. Saya juga memiliki adik laki laki, usianya genap 15 tahun saat ini. Namun, dia meninggal karna di paksa mencuri oleh Ayah dan Ibu. Hingga dia ketahuan dan akhirnya, meninggal di hakimi masa. Lalu, adik saya yang baru saja di lahir kan, harus di jual oleh Ayah dan Ibu kepada seseorang, dan kabarnya di bawa ke luar negri. Kemudian, adik saya yang paling kecil, berusia 6 bulan, pada bulan lalu, di jual kembali oleh ibu. Namun, karna kak Lea mengetahui bahwa Yuda di jual. Dia mencari keberadaan Yuda. Hingga akhirnya adik saya Yuda bisa di temukan. Bukan hanya membebaskan Yuda. Kak Lea. Juga membebaskan saya dari cengkraman juragan Karso. Dan membebaskan Putri. Dari kebiadaban dunia malam dan kejahatan kedua orang tua saya," Jawab Indah tanpa melihat kedua orang tuanya.
"Baik, Silahkan saudari Putri untuk memberikan pernyataan di persidangan Ini?" Perintah hakim pada Putri.
Putri maju ke depan dan duduk di kursi barisan paling depan.
"Saudari Putri, apa anda tahu perihal rencana pembunuhan berencana yang di lakukan kedua orang tua anda?" Tanya Hakim.
"Tidak pak Hakim" jawab Putri.
"Bisakah anda memberi penjelasan sejujur jujur nya di persidangan ini?" Tanya Hakim.
"Bisa pak hakim" jawab Putri
"Baik, silahkan" Ucap Hakim.
"Saya Indah, saya menuntut agar kedua orang tua saya di hukum seberat berat nya, saya tidak memohon untuk pak Hakim menghukum mereka dengan Hukuman mati, Namun, jika itu keputusan terbaik. Saya akan sangat berterima kasih" Ucap Putri dengan mata yang mulai berkaca.
"Dasar anak durhaka! Berani sekali kamu mengatakan itu!" Ucap Siti
"Anak kurang ajar, seharusnya ku bunuh kau dari kecil!" Ucap Lukman.
"Diam, Kalian berdua diam! Persidangan sedang di laksanakan" titah Hakim.
"Baik pak Hakim, saya memohon agar kedua orang tua saya di hukum. Dengan hukuman yang sangat berat, mereka bukan manusia pak Hakim, mereka bahkan tidak pantas menjadi orang tua. Selain telah membuang serta menjual anak mereka. Mereka juga mempekerjakan anak jalanan untuk kebutuhan pribadi mereka, jika anak anak itu tidak bisa memberi uang setoran, bukan hanya di pukul. Mereka juga tidak akan di beri makan. Mereka bukan manusia pak Hakim!" Jawab Putri
"Hei anak durhaka! Dasar biadab kamu Putri!". Teriak Siti.
"Diam, jika anda tidak bisa diam, maka saya akan langsung memberi hukuman kepada anda. Tanpa mempertimbangkan semua" Ucap Hakim pada Siti. Yang membuat wanita itu langsung terdiam.
"Silahkan lanjutkan" Titah hakim pada Putri
"Saya di paksa bekerja menjadi wanita malam. Selama dua tahun saya di pekerjakan melayani lelaki hidung belang, tanpa mereka tahu apa yang saya rasakan, bahkan, Lelaki yang seharusnya menjadi Ayah saya, pelindung saya. Dia juga meniduri saya pak Hakim!" Jawab Putri sambil menangis tersedu.
"Sudah berapa lama anda di lecehkan oleh Ayah anda sendiri?" Tanya Hakim.
"Saya sudah tiga kali di lecehkan oleh Ayah saya pak Hakim! Dalam keadaan mabuk. Dia melecehkan saya. Dia meniduri saya. Dia menodai saya. Dia juga memukul saya." Jawab Putri dengan tangisan yang semakin memilukan.
"Apa kah Ibu anda saudari Siti tahu perihal itu?" Tanya hakim.
"Tahu, dia sangat tahu apa yang saya alami. namun, dia hanya diam dan dengan mudah nya mengatakan, Apa beda nya saya di tiduri Ayah atau tidak? Karna selama ini saya juga di tiduri oleh banyak lelaki, saya mohon pak Hakim, tolong hukum mereka dengan hukuman mati jika perlu! Saya mohon pak hakim. Tolong tegakan keadilan untuk saya dan juga saudara saya. Terutama untuk Kak Lea, dia sudah banyak berkorban untuk menyelematkan kami semua. Namun, mereka tega berencana membunuh kak Lea. Saya mohon, hukum saja mereka bertiga dengan hukuman mati pak Hakim!" Jawab Putri yang semakin histeris.
"Dasar anak sialan, seharusnya kau ku bunuh dari bayi!" Ucap Siti
"Ya, jika aku bisa memilih, aku tidak Sudi terlahir dari rahim wanita jahat seperti mu Bu! Kau tidak pantas menjadi ibu bagi siapapun, bukan hanya rupa mu yang buruk, hati mu juga seperti Iblis! Kau bukan manusia, kalian berdua adalah Iblis! Kalian iblis!" Teriak Putri yang hilang kesabaran.
"Dasar anak durhaka. Mati lah kau di dalam neraka!" Ucap Lukman.
"Kau yang akan mati wahai Ayah, kau lupa sudah meniduri dan menggauli anak mu sendiri? Apa kau lupa itu semua Ayah? Lihat lah! Lihat lah putri putri mu sudah bangkit. Mereka menuntut keadilan disini, lihat lah wajah Putri, anak yang kau gauli ini! Dan lihat lah wajah ku, anak yang kau jual demi melunasi hutang hutang mu, bukan kami yang akan mati. Melainkan kalian berdua! Kalian yang akan mati, jika hukum disini tidak bisa memberi kalian hukuman yang berat, maka aku yang akan. Memberi kalian hukuman tersebut, itu janji ku wahai Ayah dan Ibu!" Jawab Indah lantang.
Indah Serta Putri di diamkan oleh beberapa polisi wanita. Mereka di berikan minuman agar tenang, karna persidangan masih berlanjut.
"BAIK, SEPERTI YANG KITA DENGAR, BAHWA SAUDARI SITI DAN SAUDARA LUKMAN BUKAN HANYA MELAKUKAN PENCOBAAN PEMBUNUHAN. TERHADAP KORBAN YANG BERNAMA LEA. MEREKA JUGA TELAH TERBUKTI MELAKUKAN PENJUALAN MANUSIA. ATAU PERDAGANGAN MANUSIA. DENGAN INI PENGADILAN MENJATUHI KEDUA TERSANGKA DENGAN HUKUMAN MATI, DAN UNTUK SAUDARA REHAN, PENGADILAN MEMUTUSKAN UNTUK MENJATUHI DENGAN HUKUMAN PENJARA SELAMA 20 TAHUN" Ucap hakim menggema di setiap ruang persidangan.
Tok Tok Tok.........
Suara ketukan palu hakim telah terdengar, menandakan bahwa pengadilan telah selesai. Dan para pelaku telah mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatan mereka.