HIJRAH

HIJRAH
13. Perhatian


hai para readers ku...selamat membaca ya...


Dina dan Jiran sudah terlebih dulu sampai di restoran, sementara ibu dan ayah Dina baru saja sampai.


mereka duduk berhadap hadapan..Dina bersama ibunya ayah Dina bersama Jiran


mereka memesan berbagai macam menu yang ada direstoran tersebut, sambil menunggu makanan datang mereka pun berbincang ringan,


" Jiran..bagaimana persiapan pernikahan kalian?" tanya ayah Dina


" sudah saya serahkan semua urusan gedung dan gathering pada WO.." jawab Jiran.


" kalau untuk gaun pengantin, kamu bisa pakai jasa Tante Anne.." tante sudah bicara pada Tante Anne kemarin. untuk model dan ukuran kamu bisa ke butiknya besok...besok kan akhir pekan, jadi gak masalah kan?"


" baik Tante besok saya dan Dina akan ke tempat Tante Anne.." ucap Jiran.


pelayan pun datang membawakan pesanan mereka.


" ayo kita makan dulu...nanti dilanjut lagi dirumah ngobrolnya" ucap Dina.


mereka pun makan dengan tenang, Dina merasa sangat senang bisa makan bersama dengan Jiran,ia senang melihat Jiran lagi karena Jiran sangat sibuk dan jarang sekali ia bisa bertemu dan makan bersama seperti ini.


* * * * *


selepas mengantar Dina pulang, Jiran langsung kembali ke kantornya. ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikannya.


persiapan pernikahan memang tidak begitu banyak,hanya saja karena ia terlalu gugup ia merasa ada saja yang kurang dengan semua yang sudah disiapkannya.


dikantor Jiran adalah seorang direktur perencanaan. ia tidak hanya bekerja dikantor, tapi juga ia harus sering pergi keluar negri untuk kunjungan proyeknya .


Jiran memiliki sekertaris pribadi, namun ia tidak suka jika sekretarisnya mengikuti kemana ia pergi. ia lebih memilih menyuruh sekretarisnya membantunya di kantor ketika ia pergi keluar.


" pak nanti sore akan ada rapat dengan direktur dari cabang negara S." Anton sekertaris pribadi Jiran.


" kamu siapkan semuanya...ah ya Anton kosongkan jadwal saya besok ,saya ingin fitting baju dengan Dina.." ucap Jiran


" baik pak.."


" kamu selesaikan juga urusan undangan dan juga hal yang lainnya,, dan saya ingin hanya orang terdekat saja yang diundang .. saya tidak ingin terlalu banyak,..saya ingin Dina menikmati pesta pernikahan kami..." titah Jiran.


" baik pak,semua akan saya urus." tapi biasanya dari pihak perempuan yang menyiapkan semuanya??" ucap Anton.


" saya sudah janji pada Dina, kalau saya yang akan mengurus semuanya... jadi dia tidak perlu capek dan repot..." ucap Jiran tersenyum.


sebelum rapat Jiran menyempatkan melakukan video call Dina.


" assalamualaikum.. " terlihat wajah cantik Dina dilayar ponsel Jiran..


" wa'alaikumsalam.." kamu lagi apa Din?" tanya Jiran..


" aku habis dari rumah ummi. ummi yang dimaksud Dina adalah umi mini. guru mengaji Dina. kini Dina sering datang kerumah umi untuk belajar mengaji atau meminta nasihat.


" kamu lagi nggak sibuk...tumben video call aku..?" tanya Dina,, wajahnya merah merona..


" ini sebentar lagi aku mau meeting, aku sempetin telfon kamu dulu...tiba tiba inget sama kamu.." ucap Jiran senyum.


" kan tadi siang baru ketemu, khmm.. ya udah semoga lancar ya meetingnya .." oh ya..kata umi dia mau ketemu sama kamu..mau ngobrol katanya..."


" kamu cerita apa sama umi...kok dia sampe pengen ketemu aku...?" tanya Jiran bernada menggoda.


" nggak kok, umi cm pengen ngobrol aja Sama kita. ya sekalian kamu silaturahim sama umi."


" ya udah ya...aku meeting dulu...nanti malem aku telfon lagi ya... wassalamu'alaikum.." ucap Jiran


" wa'alaikumsalam.."


tumben Jiran video call aku, Dina yang lelah karena baru sampai rumah langsung berbaring di tempat tidurnya.sambil memainkan ponselnya ia melihat lihat sovenir yang ada di katalog aplikasi belanja online.


" ini lucu lucu banget..." ucap Dina melihat banyak sovenir lucu untuk pernikahannya nanti.


" besok aku mau kasih liat ini sama Jiran.kira kira dia suka ga ya...?" gumamnya.


*


*


*


*


*


Jangan lupa like dan komennya ya..makasih sudah mampir di sini...