HIJRAH

HIJRAH
"JAWABAN ANGGA"


PERSI DANU........


Setelah menyelesaikan pekerjaan ku di Rumah sakit, aku memutuskan untuk pergi ke rumah Lea. aku ingin tahu kabar wanita itu? sudah tiga bulan setelah dia kembali ke rumah nya. aku tidak pernah tahu kabar dia bagaimana?


Dan selama itu pula, aku tidak henti hentinya memikirkan dirinya. walau dalam hati. ingin sekali aku menemui nya. walau sekedar bertanya kabar.


Namun, aku tidak tahu harus memulai dari mana? dan menjawab apa jika dia bertanya.


Aku memang terlalu takut, aku memang tidak gentleman, seperti yang Angga selalu katakan padaku.


.Mau bagaimana lagi, sulit sekali merubah sifat ku yang memang kaku seperti ini.


Siang ini, saat aku hendak memasuki gerbang perumahan Lea, sepintas aku seperti melihat mobil Angga melintas,


"Apa Angga kesini?" tanya ku dalam hati.


Ah tidak mungkin, mana mungkin Angga datang ke rumah Lea,


aku pun terus melajukan mobilku hingga berada di depan rumah Lea.


aku tidak tahu, apa aku harus masuk ke dalam sana atau tidak?


lalu, di dalam sana aku harus berbuat apa?


jika Lea bertanya? apa yang harus ku jawab?


Karna merasa bingung, akhirnya aku hanya memantau kediaman Lea dari luar. Namun, kala aku tengah memantau nya. kurir paket nampak nya tengah bercengkrama dengan Lea.


Wanita yang selama ini ku rindukan, dan selalu hadir dalam ingatan ku. keluar dengan balutan gamis berwarna Salem. dan di padukan dengan hijab yang berwarna senada dengan gamis nya.


Lea terlihat sangat cantik sekali, sudah lama aku merindukan wanita ini, hingga angan ku tiba tiba merubah pandangan ku.


Lea terlihat sangat cantik kala mengenakan kebaya pengantin berwarna putih, aku sangat bahagia kala bersanding dengan nya di kursi pelaminan.


Hingga, angan ku terbuyarkan, kala Lea telah berdiri tepat di hadapan ku.


Kejadian itu, sontak saja membuat ku gelagapan, dan terkejut luar biasa.


Hingga sebuah alasan tiba tiba keluar begitu saja, kala Lea menanyakan keberadaan ku.


karna merasa kebingungan, akhirnya aku pun bersedia masuk ke rumah nya.


Ya, memang ini lah tujuan awal ku datang ke sini bukan?


Namun, kala aku tengah duduk dan bercengkrama dengan Lea dan Sindi. alangkah terkejutnya aku, kala Sindi mengatakan bahwa Angga hendak melamar Lea?


dan bahkan, Angga sering sekali datang ke sini. dan memberikan hadiah untuk Lea?


Mendengar pernyataan dari sindi, sejujurnya sempat membuatku tak percaya?


pasalnya Angga bukan nya sudah menikah?


lalu, mengapa dia hendak melamar Lea?


mau di Kemanakan istri dan anak nya.


Namun, Lea juga membenarkan ucapan Sindi. yang mengatakan jika Angga memang mengatakan hal tersebut.


tentu saja, hal tersebut membuat amarahku tiba tiba muncul, dan ingin segera menemui teman ku yang satu itu.


apa maksud nya melakukan ini semua?


bukan kah dia tahu, jika aku menyukai Lea.


dan bukan kah dia juga telah menikah, apa dia mau memadu istrinya?


Ini tidak bisa di benarkan, aku harus segera menemui Angga. dan menemukan jawaban atas perbuatan nya itu.


Setelah berpamitan dengan Lea dan Sindi. aku bergegas memasuki mobilku, dan melajukan nya. untuk pergi ke tempat di mana Angga berada. ..


Ya, di jam segini. dia harusnya ada di kantor bukan?


Aku pun melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, rasanya tidak sabar aku ingin segera berjumpa dengan Angga, dan tahu alasan serta jawaban dari lelaki itu.


Sekitar 20 menit, dengan mobil yang melaju cukup tinggi, akhirnya aku telah tiba di kantor. di tempat. seharusnya Angga berada disini.


"Permisi pak, saya mau bertemu dengan pak Angga" ucapku kala telah memasuki kantor polisi


"Apa sudah membuat janji pak?" jawab seorang polisi.


" Saya kerabat nya pak, ada hal yang penting yang harus saya sampai kan padanya pak" ucapku.


"Baik, dengan siapa?" jawabnya setelah memikirkan beberapa waktu.


"Danu" ucapku.


Tak lama setelah itu, Angga pun ikut muncul di belakang polisi yang tadi ku minta memanggil Angga.


"Danu?" ucapnya.


"Ada yang ingin ku katakan!" jawabku


"Ok, kalau begitu ayo masuk ke ruangan ku" ucapnya


Aku pun mengikuti langkah lelaki bertubuh tinggi dan kekar di hadapan ku, Angga memang berperawakan tinggi dan tegap. badan nya yang begitu atletis. dan wajah yang sangat tampan, tak ayal jika banyak wanita yang mudah tertarik pada lelaki ini,


Semasa SMA dulu, Angga juga sering bergunta ganti pasangan, karna memang dia terbilang siswa yang tampan.


"Ada apa?" ucapnya saat kami telah saling duduk berhadapan.


"Apa tujuan mu selalu datang ke rumah Lea, dan mengapa kau sering memberi dia hadiah" jawabku sambil terus menatap manik lelaki di depan ku.


"Oh itu, jadi kamu sudah tahu hehe" ucapnya.


"Ya, jelaskan padaku" jawabku.


"Aku memang sering datang ke rumah Lea, untuk melihat ke adaan nya." ucapnya.


"Lalu, hadiah yang selalu kau berikan untuk nya?" jawabku.


"Kita itu harus tahu diri, masa bertamu tidak membawa buah tangan untuk sang tuan rumah" ucapnya.


"Lalu, mengapa kau sampai hendak melamar dia? bukan kah kau sudah memiliki istri dan anak? mau di kemanakan mereka Angga!" jawabku.


"Oh, jadi kamu juga Tahu itu" ucapnya begitu santai.


"Ya, jelaskan padaku!" jawabku.


"Aku memang mengatakan akan melamar dia," ucapnya.


"Lalu, bagaimana dengan istrimu Angga!" jawabku.


"Ya, dia sama sekali tidak keberatan. malah mendukung ku" ucapnya.


"Gila, kau sendiri tahu. aparat negara tidak di perbolehkan untuk berpoligami, atau memiliki istri lebih dari satu" jawabku.


"Ya aku tahu, tapi, kalau istri pertama memberi ijin. itu tidak akan menjadi masalah" ucapnya.


"Kau benar benar Gila!" jawabku.


"Kenapa kau marah?" ucapnya.


"Ya, karna kau memang gila Angga!" jawabku.


"Kau cemburu?" ucapnya.


"Apa, tidak aku tidak cemburu" jawabku.


"Lalu, kalau kau memang tidak cemburu. mengapa kau marah begini?" ucapnya yang balik menatap ku dengan lekat.


"Itu, aku hanya menghawatirkan istrimu saja. itu saja kok, aku tidak mau. kau sampai menyakitinya" jawabku


"Oh begitu, kamu memang teman baik ku, Sari sama sekali tidak keberatan akan rencana ku yang hendak melamar Lea. dia justru mendukung ku" ucapnya.


"Ya" jawabku


"Kau tidak menyukai nya bukan?"ucapnya.


"Tidak, aku tidak menyukai nya." jawabku


"Baguslah, karna sebelumnya aku sempat mengira jika kau menyukai dia" ucapnya.


"Tidak" jawabku.


"Baiklah, sebagai sahabat terbaik ku. kau pasti akan mendukung serta membantuku menyiapkan keperluan untuk melamar Lea bukan?" ucapnya begitu ringan.


"Ya" jawabku.


Tidak ku sangka, sahabat ku sendiri. dia juga menyukai wanita yang ku sukai. bahkan dia hendak melamar wanita ini,


Ya Allah, apa aku akan sanggup dengan semua ini?


apa aku akan sanggup, melihat wanita yang ku cintai akan bersanding dengan sahabat ku sendiri.


Namun, aku akan berusaha menerima dengan lapang dada. dan akan berusaha ikut bahagia. jika Lea juga menyukai Angga. dan bahagia bersama sahabat ku.


...................