HIJRAH

HIJRAH
4. Rencana


"Jordan,ini Jiran.."tuan Johan memperkenalkan putranya.


"Jiran,bagaimana kabar kamu nak?Jordan seraya bersalaman dan memeluk Jiran..terlihat seperti sudah akrab..


"Alhamdulillah baik om,,"sahut Jordan tersenyum menampakkan lesung pipinya.terlihat semakin tampan.


"gimana kuliah kamu,apa kamu sudah lulus?"tanya Tn.jordan penasaran.


"iya om,skrg saya sedang melanjutkan pendidikan S2 sambil membantu papa di kantor cabang??"jelasnya,


merekapun lanjut berbincang sambil menyantap makan malam,,bisnis keluarga hingga candaan kecil..seperti bukan partner bisnis biasa..karena memang mereka sudah sangat akrab seperti keluarga...


Tuan Johan,papa Jiran sangat antusias ingin menjodohkan anaknya dengan anak Tuan Jordan Dina..karena sudah beberapa kali Johan melihat foto Dina yg sempat dikirimkan ayah Dina.


sepertinya kedatangan mereka kemari bukan hanya untuk urusan bisnis saja,tapi juga karena alasan lain yaitu Dina..Jiran pun sebenarnya sudah menaruh curiga,karena tidak biasanya papanya mengajaknya urusan bisnis diluar negri.


selesai makan malam,tuan Johan,jiran dan tuan Jordan pun mulai membicarakan urusan bisnis mereka dengan serius,,karena mereka sekarang hanya duduk bertiga menjauh dari istri mereka yg sedang reuni di ruangan lain.


setelah semua urusan bisnis mengenai hotel dan restoran selesai,merekapun berpamitan untuk pulang,tuan Johan,istri,dan anaknya pun kembali ke kamar hotel milik tuan Jordan.


* * * *Dirumah sakit* * * *


"Bi,boleh aku minta tolong??"tanya Dina pelan pada Bi Ijah.


"ya non, apa yang bisa bibi bantu?"jawab Bi Ijah terlihat khawatir pada keadaan Dina...


"Bu, sebenernya aku udah mendingan Bi..hanya kakiku ini masih terasa sangat sakit...Dina berucap lirih...apa kakiku ini akan lumpuh bi? tanyanya.


"Non...non tenang aja,kata dokter kaki non ga apa apa...cuma karena kecelakaan itu non jadi koma..jadi non hanya perlu terapi saja..jawab Bi Ijah yakin.


"ya sudah non..sekarang non harus istirahat...tadi kata tuan besok pagi tuan dan nyonya akan kemari,,Bi Ijah sambil menyelimuti tubuh Dina...


"iya Bu,makasih ya..Dina istirahat dulu ya"


Bu Ijah pun keluar kamar,dan memilih beristirahat di mushola rumah sakit.


namun Dina masih belum bisa memejamkan matanya...ia mengambil handphone nya dimeja samping tempat tidurnya,,menyalakannya dan mulai memainkannya.


trett....trett....trett....


Hp Dina bergetar tanda pesan singkat masuk


[Dina,,..kamu dimana??kenapa gk ada kabar?]rara. pesan dua Minggu yang lalu pikirnya.


Memang benar...sejak kecelakaan itu yg dia tidak tau disebabkan oleh apa karena dia pun tidak ingat sama sekali...Dina baru bisa memegang Hpnya..karena saat kecelakaan Dina tidak membawa hpny.jadi dia masih memakai nomernya yang lama.


Dina pun mendesah kesal membaca pesan itu...pikirnya,lebih baik mengabaikan pesan itu.."aku mencoba mengingat semuanya"tapi tetap saja aku tidak bisa mengingatnya...apa yang sebenarnya terjadi padaku.


"AKU TAU MENGINGAT LUKA AKAN KEMBALI MERASAKAN LUKA YANG LEBIH DALAM


TAPI APAKAH DENGAN MELUPAKANNYA LUKA ITU AKAN HILANG??" AKU TETAP HARUS MENGHADAPI SEMUA INI


mengalami luka luar dan dalam tidaklah mudah bagi dina.


ia lebih memilih menutupinya,bukan mengobatinya..meskipun kelak ia akan merasakan lukanya kembali tapi untuk saat ini itulah yang ia pilih,


*


*


*


*


*


Waktu baru menunjukkan 04.30 pagi,tapi Dina sudah bangun..melihat sekeliling..dilihatnya Bi Ijah sudah sibuk membereskan tas tas yang ada di sofa,,baju baju kotornya yang akan dibawanya pulang.


"Bi,,Dina memecah keheningan...


"eh,..non Dina udah bangun...maaf ya non bibi tadi lagi beresin barang barang ini..menunjukk beberapa tas dan plastik berisi makanan ringan.


"iya bi,ga apa apa ko...ucap Dina..Bi..aku minta tolong lagi nih Bi..tolong ambilkan mukena aku bi...aku mau sholat disini..".ucapnya lagi.


"baik non..tapi bibi gak bawa mukena non Dina,,pake mukena bibi aja ya non..ga apa apa kan non??Bi Ijah menunjukan mukenanya.


"iya bi...Dina pun bersiap untuk bartayamum,karena ia blm bisa turun dari tempat tidur, tapi kalau untuk diduduk bersandar ia masih bisa dibantu Bi Ijah.


Dina pun melaksanakan sholat subuh di tempat tidurnya...tampak Bi Ijah duduk diatas sofa memperhatikan anak majikannya itu..Dina sebenarnya anak yang baik...dia pun sangat rajin beribadah sejak taman kanak kanak..lanjut ke MI..tapi saat akan melanjutkan ke MTS Dina tidak mau karena ingin merasakan sekolah biasa.


sejak itu Dina mulai berubah..apakah karena lingkungan pergaulannya..atau karena hal lain,,Bi Ijah tidak tau pasti...kini dilihatnya Dina mulai kembali seperti Dina yang dulu...harapannya.


selapas sholat,dina berbincang dengan Bi Ijah..sudah lama sekali sepertinya mereka baru terlihat akrab kembali.


"non..bibi seneng banget non Dina bisa mulai sehat lagi dan kembali seperti non Dina yang dulu.."ucap Bi Ijah.


"Bi,maaf kalau selama ini aku banyak salah sama bibi...aku juga pernah kasar dan membentak bibi waktu itu..."ujarnya penuh penyesalan..."Bi,sekarang aku ingin berubah menjadi lebih baik,,menebus semua kesalahanku pada ayah dan ibu.


"sekarang aku hanya ingin membahagiakan mereka dengan aku yg akan melakukan apa saja yang orang tuaku minta Bi..".Dina terlihat benar benar menyesal.


"bibi percaya non,,non Dina anak yg sangat baik...seterusnya pasti non dina akan mendapatkan kebahagiaan, aamiin..Dina dan Bi Ijah menjawab kompak.


*


*


*


*


*