HIJRAH

HIJRAH
TRAGEDI MEMILUKAN


Hening.....................


Rehan Lukman serta Siti sudah di bekuk. Tanpa rasa bersalah mereka tertawa. Berbeda dengan Rehan. Dia yang merasa sangat menyesal. Setelah melihat Lea terbaring dengan berlumuran darah. Merasa menyesali perbuatan nya.


Angga dan beberapa rekan rekan polisi yang menghadiri pernikahan Danu dan Lea. Membekuk ketiganya. Lea di angkat oleh Danu dan beberapa tamu undangan untuk di bawa masuk ke mobil ambulans.


"Lea, Lea apa kau baik baik saja?" Ucap Rehan saat tubuh Lea melewati dirinya.


Indah Serta Putri merasa sangat ketakutan. Bagaimana tidak? Bahwa kedua orang tuanya yang telah mengacaukan semua nya. Bahkan mereka telah menembak Lea. Wanita yang telah menyelamatkan kedua nya.


Bukan nya menyesali, karna mereka telah menembak orang yang telah menyelamatkan anak anak nya. Kedua orang tua Indah dan Putri malah tertawa bahagia. Karna mereka telah berhasil membunuh Lea.


"Ayah, ibu?" Ucap Indah


Yang sontak membuat semua orang terkejut, bukan hanya Angga Namun, Sindi yang tadinya ingin ikut di mobil ambulans. Menghentikan langkah nya.


Sindi berbalik, dia ingin melihat siapa yang baru saja mengucapkan kata Ayah dan Ibu?


"Ayah, apa yang sudah kamu lakukan? Mengapa kalian melakukan ini kepada kak Lea? Dia wanita baik, dia sudah menyelamatkan aku dan kak Indah? Mengapa kalian sangat jahat!" Ucap Putri seraya menangis.


"Ini semua kesalahan kami, aku serta Putri yang ingin ikut dengan kak Lea. Bukan kesalahan kak Lea yang membawa kami ke sini, mengapa kalian tega menembak kak Lea? Wanita yang memberikan kami banyak hal" Ucap Indah dengan nada meninggi.


"Apa kalian mengenali dua orang ini?" Tanya Angga pada Indah dan Putri.


"Ya, mereka adalah orang tua kami." Jawab Indah dengan Lirih.


Sindi begitu terkejut, selama ini dia hanya tahu cerita dari Lea. Bagaimana kejam nya kedua orang tua nya. Sindi sama sekali tidak tahu rupa kedua orang tua Lea. namun, kali ini dia bisa melihat dengan jelas wajah keduanya.


Dengan air mata yang masih menetes. Dengan wajah memerah menahan ketakutan yang teramat sangat. Dengan pikiran yang kacau, dengan keadaan adik kecilnya. Sindi berjalan mendekati kedua manusia yang sedang tertawa terbahak. Yang tengah di pegang beberapa orang. .


"Jadi kalian Lukman dan Siti?" Ucap Sindi yang sontak membuat Indah dan Putri terkejut,


Bagaimana mungkin, Sindi tahu nama kedua orang tua mereka. Bahkan selama mereka tinggal bersama nya. Mereka sama sekali tidak membahas tentang kedua orang tuanya.


Sindi berjalan semakin mendekat, dengan mata tanpa berkedip sedikitpun dia berjalan menyeret kaki palsunya.


"Jadi, kalian Siti dan Lukman?" Ucap Sindi lagi.


"Sin, kau kenal dengan mereka?" Tanya Angga.


Namun, Sindi sama sekali tidak menghiraukan ucapan Angga. Dia justru terus menatap dua wajah yang langka di hadapan nya.


Plak plak...........


Sindi menampar Siti juga Lukman, hingga membuat keduanya menatap wajah Sindi.


"Aku sedang berbicara. Jadi jawablah ucapan ku! Dasar bodoh!" Ucap Sindi.


"Ya, memang benar. Aku Siti dan dia suamiku Lukman, kami adalah orang tua Indah dan Putri. Kau puas dasar wanita lumpuh!" Jawab Siti tidak kalah sengit


"Kenapa kau menembak Lea?" Ucap Sindi dengan tatapan bak harimau.


"Kenapa? Kau mau tahu kenapa? Karna wanita itu sudah membawa kedua putri ku. Karna wanita itu. Aku kehilangan penghasilan ku, karna dia sudah berani mencampuri urusan ku. Jadi, dia pantas mati!" Jawab Siti.


Plak......


Lagi lagi Sindi menampar wajah wanita yang telah melahirkan adik nya.


"Hei!" Ucap Lukman seraya menunjuk ke arah Sindi.


Plak......


Belum selesai dengan ucapan serta ancaman nya. Sindi lekas menampar Lukman dengan ganas nya.


"Sindi sudah Sindi" ucap Angga.


"Jangan hentikan aku Angga, aku akan memberi kedua manusia setan ini pelajaran!" Jawab Sindi yang berontak.


"Tidak Angga, aku tidak akan puas meskipun mereka harus mati di lahap api, aku tidak pernah melihat ada manusia sejahat kalian!" Jawab Sindi.


"Kak sudah kak," tangsi Indah dan Putri yang juga ikut menenangkan Sindi.


"Kalian bukan hanya tega telah berbuat jahat kepada Lea. Kalian juga tega menembak anak kalian! Aku baru tahu? Jika di dunia ini ada manusia sejahat kalian! Yang tega melenyapkan anak kandung nya sendiri!" Ucap Sindi yang membuat putri serta indah menatap ke arah Sindi.


Begitu juga dengan Angga, Angga melihat ke arah Sindi. Dia berusaha mencerna apa yang barusan dia dengar.


"Apa apa yang kak Sindi katakan?" Tanya indah.


Berbeda dengan Siti juga Lukman, mereka nampak mencerna ucapan yang baru saja keluar dari mulut Sindi.


"Ya, kedua orang tua kalian. Adalah orang tua Lea juga. Itu sebab nya dia menyelamatkan serta membawa kalian ke kota. Karna dia adalah kakak kalian.!" Jawab Sindi.


"Apa yang kau bicarakan?" Tanya Siti.


"Kau ingat dengan bayi yang kalian buang dulu? Yang kalian berikan pada warga untuk menjadi makanan hewan buas? Bayi itu adalah Lea!" Ucap Sindi menggema.


"Apa?" Ucap Putri seraya menutup mulut nya.


Indah nampak terkejut, dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi?


"Apa maksudmu?" Ucap Siti lagi.


"Ya, Lea adalah anak pertama kalian! Anak yang kalian buang, anak yang kalian sia siakan. Kalian tahu? Apa saja yang sudah di lewati Lea Selama ini? Untung saja dia di besarkan oleh dua manusia berhati malaikat. Hingga membuat Lea pun memiliki akhlak yang baik. Tidak seperti kalian!" Ucap Sindi.


"Apa, jadi mereka kedua orang tua Lea?" Ucap Rehan yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Kalian bukan manusia, kalian telah tega membuang Lea. Dan memberinya banyak sekali penderitaan, apa itu belum cukup? Hingga kalian merencanakan pembunuhan kepada Lea? Anak kalian sendiri!" Ucap Sindi.


"Kalian? Kalian orang tua Lea? Mengapa kalian memerintahkan aku untuk membunuh putri kalian sendiri?" Ucap Rehan pada Lukman dan Siti.


"Tidak, wanita itu tidak mungkin anak ku?!" Ucap Siti.


"Ya, dia bukan putri mu, bahkan kau tidak pantas menjadi ibu siapapun. Di saat seorang ibu akan rela mengorbankan nyawa nya demi anak anak nya! Apa yang telah kau lakukan selama ini? Kau membuang anak anak mu, menjual anak anak mu, kau bukan seorang ibu, kau adalah iblis! Kalian adalah iblis! Aku benar benar mengutuk semua perbuatan kalian! Aku berharap, Allah akan memberi kalian azab yang sangat perih, yang beribu ribu dari apa yang kalian lakukan pada Lea ku! Aku bersumpah. Akan memberi kalian hukuman yang sangat sangat berat!" Ucap Sindi berteriak sangat kencang.


Putri dan Indah hanya terdiam, dengan linangan air mata di pipi mereka. Bagaimana mungkin mereka tidak tahu? Jika Lea adalah kakak mereka? Bagaimana mereka bisa abai? Bagaimana mungkin ada orang asing yang rela mengorbankan banyak uang, serta nyawa nya demi menyelamatkan mereka berdua?


Mereka hanya mengira jika Lea adalah wanita yang di kirim tuhan untuk menyelematkan mereka. Namun, rupanya Lea adalah kakak perempuan yang sangat menyayangi adik adik nya. Hingga tidak memikirkan keselamatan untuk nya sendiri.


Rehan, Siti dan Lukman di ringkus dan di bawa memasuki mobil kepolisian.


"Tolong, ijinkan aku melihat Lea terlebih dahulu." Ucap Rehan


Rehan menyesali perbuatan nya. Terlebih setelah dia mengetahui cerita yang sebenarnya. Bahwa dirinya hanya di jadikan alat untuk melancarkan rencana kedua manusia ini.


"Jadi, kalian orang tua Lea? Yang telah memberi Lea banyak sekali penderitaan?" Ucap Rehan yang sama sekali tidak di jawab oleh keduanya.


"Kalian adalah manusia paling menjijikan di muka bumi, bagaimana bisa kalian menginginkan kematian untuk anak kalian sendiri!" Ucap Rehan.


"Jika Lea sampai kenapa kepana? Aku akan membunuh kalian berdua!" Ucap Rehan.


"Hei, enak saja kau bicara! Bukan kah kau juga ikut menembak wanita itu!" Jawab Lukman.


"Ya, tapi itu atas hasutan dari mu? Aku tidak tahu jika kalian adalah orang tua. Yang selama ini membuat Lea menderita!" Ucap Rehan.


"Tidak, wanita itu tidak mungkin anak ku. Dia pasti bukan anak ku, bayiku pasti sudah mati!" Ucap Siti


Mereka bertiga di ringkus dan langsung di jebloskan ke dalam sel. Angga serta rekan rekan nya. Mencari tahu tentang jati diri Siti serta Lukman.


Angga berjanji dan bersumpah, bahwa dia akan memberi hukuman yang sangat berat untuk ketiga tersangka yang telah menembak Lea!


Itu janji Angga.......