HIJRAH

HIJRAH
"KENYATAAN DANU"


PERSI AUTHOR......


Setelah Hari lamaran hari itu, Danu benar benar tidak menyangka akan Hal yang telah menimpa dirinya. Dia masih tidak percaya bahwa telah melamar wanita pujaan nya.


Setiap Hari, Danu selalu memikirkan Lea. terkadang, dia tersenyum sendiri. dan bahkan sering melamun. Danu sama sekali tidak pernah menduga. akan kejadian yang menimpanya. dia melamar wanita pujaan nya


dengan bantuan sahabat nya. jika di ingat, kejadian itu sangat lah konyol.


[Lea, apa kau sibuk siang ini?]


Sebuah pesan yang di kirimkan Danu kepada sang pujaan hati. Berulang kali dia menetralkan jantung nya yang berdetak tak tentu arah. Antara mengirim pesan atau tidak?


[Tidak, mengapa?] jawab Lea


[Apa kita bisa makan siang di luar?] balas Danu.


[Boleh, mau makan dimana?] jawab Lea.


[Nanti aku saja yang menjemputmu] balas Danu.


[Baiklah] jawab Lea.


***************


Singkat Cerita.


Kini Danu dan juga Lea telah sampai di sebuah resto Jepang, resto yang juga di miliki Lea. sejujurnya, Danu tidak mengetahui bahwa Lea memiliki usaha kuliner sebuah resto, yang dia tahu Lea hanya memiliki rumah makan biasa.


Dan bukan pemilik resto besar, apalagi memiliki resto Jepang. yang memiliki pengunjung cukup ramai.


"Bagaimana makanan nya?" tanya Danu basa basi. dia tidak tahu harus berkata apa? saat ini jantung nya tengah berdebar hebat. Danu bukan lah lelaki yang pandai merayu pasangan nya.


dia begitu kaku, bahkan sekedar bertanya atau membuka obrolan pun, rasanya sangat sulit dia lakukan.


Bagaimana tidak? Danu tidak pernah memiliki pasangan, selama ini. dia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. sampai lupa bahwa diapun harus berumah tangga.


"Enak"jawab Lea sembari terus mengunyah makanan nya.


"Eemm, Aku jarang sekali makan makanan Jepang" ucap Danu.


"Mengapa?" jawab lea.


"Tidak apa apa, hanya aku lebih suka makanan Nusantara," ucap Danu.


"Oh, begitu" jawab Lea.


"Eemm, habis dari sini kamu ada rencana kemana?" ucap Danu.


"Tidak, hanya paling aku akan mengunjungi tempat usaha ku" jawab Lea.


"Oh ya, mau ku antar?" ucap Danu.


"Boleh," jawab Lea


Mereka pun melanjutkan acara makan nya. mereka terus mengobrol, walau terkadang obrolan di antara mereka sangat lah tidak nyambung.


Ya, Lea dan Danu sama sama canggung untuk membuka obrolan.


"Eemm, Lea?" ucap Danu Kemudian


"Ya, ada apa?" jawab Lea.


"Kamu tidak memiliki sanak saudara disini? maksud ku, kamu benar benar tidak memiliki saudara?" ucap Danu.


"Aku hanya memiliki Ayah dan Ibu, itupun mereka telah meninggal. kemudian, keluarga baruku adalah mbak Nurma. dan setelah dia meninggal, yang ku punya hanya kedua anak dan keluarga mbak Nurma".jawab Lea.


"Jadi, kamu tidak mengetahui kalau kamu memiliki saudara atau tidak?" ucap Danu.


"Entah lah, bahkan aku juga tidak tahu, di mana keberadaan kedua orang tua kandung ku. entah mereka masih hidup, atau sudah meninggal. aku bahkan tidak tahu seperti apa rupa mereka?" jawab Lea. dengan wajah yang tertunduk.


"Apa kamu ingin mencari mereka?" ucap Danu.


"Entah lah, Aku ini anak yang tidak di harapkan Danu, buat apa aku mencari mereka? lagi pula, aku tidak tahu di mana keberadaan mereka?" jawab Lea


"Eemm, begini Lea, sebenarnya aku tidak lah bermaksud mengusik kenyamanan mu. hanya saja, kita akan menikah, dan bagaimana pun. kamu tetaplah membutuhkan wali nikah?" ucap Danu.


"Jadi bagaimana? apa aku harus mencari mereka? sedangkan aku sama sekali tidak tahu seperti apa mereka?" jawab Lea.


"Nanti kita cari solusinya ya, semoga Allah memudahkan rencana baik kita" ucap Danu.


"Apa," ucap Danu.


"Apa kau serius akan menikahi ku? maksudku, kau tahu betul siapa aku? aku bukan lah wanita yang suci Danu, aku seorang wanita yang sangat kotor. aku telah tidur dengan beberapa lelaki! apa kau yakin, dengan keputusan mu itu?" jawab Lea. yang membuat Danu terpaku.


"Lea, sudah ku katakan. aku tidak ingin kau mengatakan itu, bagiku kau bukan lah wanita yang sekotor itu, bukan kah kau mengatakan, kau mengambil keputusan tersebut, karna sebuah alasan. dan alasan mu adalah. menolong kehidupan keluarga teman mu bukan? bagiku itu adalah sebuah kebaikan Lea. tidak semua orang bisa melakukan apa yang kamu lakukan" ucap Danu.


."Terima kasih, terima kasih banyak Danu. karna kamu sudah mau menerima ku. serta menerima masa lalu ku, Namun, apakah keluargamu akan menerimaku?" jawab Lea


"Eemm, Lea. sebenarnya kau tidak tahu siapa aku?" ucap Danu.


."Maksudnya?" jawab Lea


"Aku adalah anak Yatim, aku di besarkan di sebuah panti asuhan, ibu panti menemukan ku di sebuah tempat sampah di depan panti asuhan, dan ibu panti tidak tahu siapa jati diriku Lea. entah aku anak haram, atau siapa?" ucap Danu yang sontak membuat Lea terkejut,


"Apa? Lalu, bagaimana kau bisa menjadi seorang dokter?" jawab Lea.


"Aku mendapatkan beasiswa dari pihak sekolah, karna Nilai ku yang selalu tinggi, akhirnya aku mendapat Beasiswa tersebut, bahkan pada masa kuliah pun, aku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun" ucap Danu.


"Eemm, maaf kan aku Danu, aku sama sekali tidak menyangka bahwa kau juga bernasib sama dengan ku" Jawab Lea.


"Iya, tak apa Lea" ucap Danu.


.Saat mereka berdua tengah berbincang, dan bertukar pikiran. tiba tiba.


"Lea?" ucap seseorang yang sangat di kenali Lea.


"Mas Rehan?" jawab Lea


"Sedang apa kamu disini?" ucap Rehan


"Oh, kamu sedang bersama orang lain ya? Hay, perkenalkan aku Rehan. aku adalah kekasih nya Lea" ucap Rehan kembali. yang sontak membuat Danu dan juga Lea. terkejut bukan main.


Danu hanya diam, melihat sosok lelaki blasteran di hadapan nya.


"Apa maksudmu? jangan mengada ada ya!" jawab Lea


"Lea, aku tahu kamu marah padaku, hanya apa kamu harus begini?" ucap Rehan.


"Cukup! kita sudah tidak memiliki hubungan ya, ku mohon jangan lagi menggangguku!" jawab Lea.


"Lea, Mommy sudah merestui kita, lalu, mengapa kamu masih keras kepala? mau sampai kapan kamu bersikap begini?" ucap Rehan.


"Eemm, maaf ya mas. Maksud anda apa? mengapa anda mengatakan hal tersebut, saya adalah tunangan Lea. dan kami akan segera menikah" ucap Danu melerai kedua orang di hadapan nya.


"Apa, tunangan?" ucap Rehan tak percaya.


"Ya, dia adalah tunangan ku, jadi ku mohon. jangan lagi mengganggu hidupku!" jawab Lea.


"Kamu menolak ku, hanya demi lelaki seperti dia?" ucap Rehan.


"Memangnya kenapa? dia lebih baik dari kamu" jawab Lea


"Ya ampun Lea, rupanya selera mu sangat rendahan ya. lelaki bertampang seperti ini kau sukai, dan gilanya. kau menolak ku demi lelaki seperti ini?" ucap Rehan.


Ya, kali ini Danu memang tengah mengenakan kacamata. jadi, mungkin saja tampang Danu terlihat cupu di mata Rehan, yang memang memiliki tampang yang terbilang sangat lah tampan,


Menurutnya, Danu tidak ada apa apa nya dengan dirinya.


Selain memiliki wajah yang blasteran, Rehan juga memiliki postur tubuh yang sangat bagus.


memang berbanding terbalik dengan Danu.


Danu, memang memiliki wajah yang putih, dan wajah yang terlihat sangat manis. dengan postur tubuh yang jauh dari kata atletis. karna Danu tidak memiliki waktu untuk berolah raga, karna waktunya selama ini dia habiskan untuk belajar. dan bekerja dengan baik,


Karna menjadi dokter adalah sebuah cita citanya dari kecil,


maka, saat dia sudah bergelar menjadi seorang dokter, Danu sama sekali tidak pernah bermain main dengan Jabatan nya.


Mau siang atau malam pun, dia akan selalu siap membantu Pasien yang sedang membutuhkan tenaga nya.


Berbeda dengan Rehan, yang memang sudah berada sejak kecil,


Hanya saja, Rehan tidak bisa melepaskan Lea begitu saja, terlebih kala Lea benar benar telah berubah sangat cantik. dan tentunya kekayaan yang di miliki Lea. tidak lah main main,


Rehan tidak akan membiarkan Lea bersama dengan lelaki lain dengan mudah.


dia akan terus berusaha mendekati Lea. dan membuat wanita itu kembali ke dalam pelukan nya..