
Setelah beberapa saat berkirim pesan dengan Danu, kini dia telah tiba di rumah. dan benar saja. dia benar benar membawa gorengan pesanan ku, dan tak lupa dengan cabe rawit nya juga.
"Kamu suka makan gorengan?" tanya nya. kala aku sibuk mengunyah gorengan. sedangkan dia sibuk dengan teh hangat.
"Ya, aku memang suka makanan yang di goreng" jawabku.
"Jadi, rencana kalian setelah ini apa? kapan kalian akan melangsungkan pernikahan" tanya kak Sindi. yang ikut memakan pisang goreng.
"Rencana kami mau mencari dulu keberadaan kedua orang tua kandung Lea kak, baru setelah itu kita akan mengurus pernikahan. karna bagaimana pun Lea tetap membutuhkan seorang wali nikah" jawab Danu.
"Kamu benar, Tapi, kalian akan mencari mereka kemana? sedangkan Lea sendiri juga tidak tahu seperti apa mereka?" Ucap kak Sindi
"Mungkin, kami akan mencari informasi ke desa dimana dulu Lea tinggal. karna satu satu nya tempat, yang tahu seperti apa mereka, hanya warga desa itu" jawab Danu.
"Tapi, sejujurnya aku sendiri tidak Yakin Danu. maaf sebelumnya. aku merasa jika pencarian kita hanya akan sia sia" Jawabku
"Lea, kamu harus Yakin" jawab Danu.
"Aku percaya saja sama kamu, semoga apa yang kamu Niatkan. Allah membalasnya dengan hasil yang baik ya" Ucapku.
"Aamiin" jawab Danu.
"Kakak hanya bisa mendoakan, semoga semua nya berjalan lancar. serta tidak ada halangan apapun lagi" Ucap kak Sindi.
Kami pun melanjutkan acara mengobrol kami, kami bertukar pikiran.
mungkin kalian bertanya? Mengapa kak Sindi harus ikut duduk bersama kami, itu lah yang istimewa.
Jika sebagian pasangan akan lebih bahagia menghabiskan waktu berduaan. berbeda dengan Danu,
Dia meminta kak sindi menemani kami duduk, walau sekedar minum Teh. karna menurutnya. kami belum Sah. baru bertunangan
Entahlah, aku sendiri tidak tahu apa yang ada di pikiran lelaki ini?
Tok Tok Tok...
"Permisi" Ucap seseorang, kala kami tengah Asik mengobrol.
"Mbak Asih, tolong lihat siapa yang datang?" titah ku pada asisten kepercayaan ku.
mbak Asih pun terlihat berjalan menuju pintu depan, Kami bertiga saling tatap. karna tidak tahu siapa yang datang.
sebelum kami melanjutkan mengobrol, serta memakan gorengan yang di bawa Danu.
"Lea" Ucap seseorang yang suara nya amat ku kenal.
Aku langsung melihat ke arah sumber suara. begitu pun dengan Danu serta kak Sindi.
"Mas Rehan?" jawabku, yang bingung mengapa mAs Rehan bisa ada di rumah ku. dan dia juga membawa Ibunya.
Bahkan, tidak tanggung tanggung, mas Rehan membawa beberapa koper dan tas berukuran cukup besar. apa sebenarnya yang mereka bawa?
"Mbak Asih, mengapa memasukan tamu tanpa bertanya dulu pada kami? itu tidak baik" ucap kak Sindi pada mbak Asih
"Maaf Bu Sindi, saya tidak menyuruh mereka masuk. mereka memaksa masuk ke dalam padahal saya sudah melarangnya" jawab mbak Asih seraya tertunduk.
"Sudah Sudah, mbak Asih terima kasih ya. mbak Asih bisa balik lagi ke dapur" titah ku .
"Maaf, mas Rehan bagaimana kamu bisa tahu rumah ku? dan apa tujuan mu datang kesini?" tanyaku pada lelaki yang nyelonong masuk ke rumah ku.
"Lea, aku kesini mau melamar kamu" jawab nya begitu ringan.
"Apa," ucapku yang sangat terkejut, begitu juga dengan Danu dan kak Sindi.
"Iya Nak Lea, Ibu kesini mau melamar kamu. kamu mau kan?" ucap Ibunya mas Rehan. seraya menghampiri kami dan duduk di sofa. tanpa aku atau kak Sindi memintanya.
Wanita paruh baya ini, masih melihat rumah ku dengan seksama. entah apa yang ada di pikiran wanita paruh baya ini. sampai dia memutar kepalanya melihat sekeliling rumah ku.
"Ini rumah mu Nak, bagus juga ya. apa Ibu bisa ikut tinggal disini?" Ucap Ibu mas Rehan. yang membuatku sangat terkejut, dan masih melihat sekeliling.
"Apa maksud semua ini mas? Bukan kah kamu sudah tahu,. bahwa aku sudah bertunangan. dan akan segera menikah!" jawabku.
"Apa apaan Ini,. dengar Rehan. kamu tidak bisa memaksa begini? dan kamu juga tidak bisa seenak nya masuk ke rumah orang tanpa Izin! kamu punya Etika tidak!". jawab kak Sindi.
"Maaf, kamu siapa Ya? kenapa kamu ikut bicara disini?" tanya ibu mas rehan.
"Dia kakak ku, dan dia sangat berhak bicara serta tinggal disini,. serta memutuskan siapa yang berhak masuk ke dalam rumah ini" jawabku. yang sontak membuat Ibu serta mas Rehan terkejut.
"Kakak, sejak kapan kamu punya kakak Lea. bukankah kamu pernah mengatakan. jika kamu anak tunggal dari kedua orang tuamu,, aku tahu? pasti dia kakak angkat mu bukan? wajah nya saja tidak mirip. mana mungkin dia kakak mu?". Ucap mas Rehan yang terlihat tidak percaya. serta meremehkan kak Sindi.
"Lea, di rumah ini ada berapa kamar? dan ada berapa kamar mandi? apa di rumah ini ada kolam renang nya juga? dan itu, apa itu benar batu Marmer yang harganya sangat mahal itu bukan sih?" Tanya ibu mas rehan.
"Mas, aku mohon bawa ibumu pergi dari sini" jawabku.
"Tapi Lea, kamu bahkan belum menjawab dan menerima lamaran ku" Ucap mas Rehan.
"Aku sudah bertunangan. dan akan segera menikah, jadi kamu harusnya tahu. apa jawaban ku bukan?" jawabku. yang mulai tersulut emosi.
"Lea, pokonya ibu gak mau pergi dari sini, ibu pokonya mau tinggal disini." Ucap ibu mas rehan yang duduk di sofa.
"Maaf Bu, ini rumah saya. dan saya tidak mengijinkan ibu untuk tinggal bersama saya disini" jawabku.
"Lea, kamu tega mau mengusir saya? saya itu mamah nya Rehan Lea. dan akan menjadi mertua kamu, masa kamu sama calon mertua kok begini? gak sopan banget" ucapnya.
"Bu, saya tidak akan pernah menikah dengan anak ibu, dan ibu juga tidak akan pernah menjadi mertua saya,. karna apa? karna saya sudah bertunangan dengan dia. dan akan segera menikah" jawabku
"Apa" Ucap ibu mas rehan.
"Mom, dia lelaki yang sudah merebut Lea dari Rehan Mom" Ucap mas Rehan pada ibunya.
"Oh, jadi kamu lelaki itu. hey, apa kamu tidak bisa mencari wanita lain selain calon istri anak saya! Oh saya tahu? kamu pasti tidak bisa mencari wanita lain. karna kamu tidak seganteng anak saya kan? Ya jelas lah, Lihat lah. fisik kalian saja sangat jauh berbeda" Ucap ibu mas rehan .
"Cukup! Saya bilang cukup,. Mas Rehan,. tolong bawa ibumu pergi dari sini. atau aku akan membawa kasus ini ke Rana hukum. karna kalian sudah mengganggu ketengan kami semua" Jawabku.
"Benar, saya minta kalian semua pergi sekarang juga!" ucap kak Sindi.
"Lea, sabar Lea. jangan sampai emosi meracuni pikiran mu" ucap Danu.
"Jangan sok Alim deh, kamu bicara begini karna ingin menguasai Lea kan? Lea,. kamu pasti di pelet sama lelaki ini,. mana mungkin kamu tertarik pada lelaki seperti dia, bahkan Rehan jauh lebih tampan dari dia" Ucap ibu mas rehan.
."Ya, anda benar. anak ibu memang sangat Tampan, tapi mengapa? ibu dan anak ibu tidak bisa mendapatkan istri untuk anak ibu? yang tentunya sepadan dengan kalian" jawabku.
"Karna kamu sepadan dengan kami Lea. dan kamu sangat pantas bersanding dengan Rehan" ucap ibu mas rehan.
"Bukan, lebih tepatnya. karna saya sudah kaya bukan? Saya tidak pernah menyangka,. saya kira ibu hanya memandangi harta, dan bukan wanita matre. karna ibu sudah hidup mewah sedari kecil bukan? Ternyata saya salah, rupanya ibu wanita yang matre. demi harta anda datang kesini, dan memaksa saya untuk menikah dengan anak anda" jawabku.
"Kamu salah Lea, Ibu sama sekali tidak begitu. saya kesini karna memang anak saya sangat mencintai kamu. dan saya merestui anak saya. karna dia akan bahagia dengan kamu" ucapnya.
"Lebih tepat nya, bahagia kembali kaya tanpa harus bekerja bukan?" jawabku.
"Lea, mengapa kamu sampai berpikiran begitu?" Ucap mas Rehan.
"Oke, jika pikiran ku salah, mengapa kamu sampai membawa beberapa teman mu datang dan makan di resto ku, dan gak mau membayar. dengan ringan nya kamu mengatakan pada Manager ku, bahwa kamu adalah calon suamiku, dan bisa memecat mereka semua. seolah olah resto itu adalah milik mu" jawabku yang membuat mas Rehan terkejut.
"Apa salahnya Lea? bukan kah jika aku sudah menikah dengan mu, apa yang kamu punya juga akan menjadi milik ku kan? apa salah nya jika aku membawa teman teman ku makan di resto mu, yang juga akan menjadi resto ku,. Lea lagipula yang kami makan tidak banyak. hanya 6 juta rupiah, mengapa kamu sampai membesar besarkan semua nya?" Ucap mas Rehan.
"Salah, karna itu adalah milik Ku dan bukan milik mu? sejak kapan kamu menaruh uang mu dalam membangun resto tersebut? sampai kau berpikir, apa yang aku punya adalah milik mu?" jawabku.
"Sudah, Lea percuma saja kamu bicara pada mereka. sepertinya mereka tidak akan pernah mengerti serta paham. kita panggil saja polisi untuk mengusir mereka dari sini" ucap kak Sindi.
"Aku minta, kalian pergi dari sini, atau aku memanggil polisi untuk mengusir kalian dari sini, dan satu lagi. aku mohon, jangan pernah ulangi kesalahan kalian. karna aku tidak memiliki hubungan apapun dengan kalian" jawabku.
Mas Rehan dan Ibunya, akhirnya pergi dari rumah ku, Walau dengan beberapa Drama. aku tidak paham dan mengerti? mengapa mereka bisa berpikiran begitu? datang ke sini mau melamar, dan bahkan sampai membawa barang barang mereka untuk ikut tinggal disini?
Ya ampun,. aku baru tahu, jika mereka memiliki sifat yang sangat tidak bagus. memaksa serta egois.
Semoga Danu tidak marah kepada ku, dan semoga Allah segera menyadarkan mas Rehan dan juga ibunya.
...................