HIJRAH

HIJRAH
"MENCARI PEMERKOSAKU"


Mobil yang ku kendarai bersama kak Sindi terus melaju membelah jalanan. ada rasa kepuasan bisa menuntaskan dendam ku yang satunya.


"Gila kamu Lea, aku sampai tidak menyangka kamu akan menghabisi preman itu?" ucap kak Sindi


"Aku melakukan seperti apa yang dia lakukan kak, dia sudah membunuh ayah ku dengan keji. dia tikam ayah ku berulang kali di bagian dadanya sampai robek besar. sampai aku bisa melihat bagian dalam dada Ayah ku. tidak cukup di situ, dia juga mengoyak leher ayah ku dengan pisau. sampai ayah ku meninggal di tempat. aku akan membalas sesuai dengan perbuatan mereka!" jawabku menjelaskan.


"Kakak tahu, tapi apa kamu tidak takut. jika perbuatan mu tercium oleh polisi? kakak hanya khawatir jika polisi sampai menangkap mu" Ucapnya lagi.


"Tenang saja kak, aku sudah mempertimbangkan semua nya dengan baik. dan aku yakin. jika orang yang ku bayar bekerja dengan benar. maka kematian manusia biadab itu tidak akan pernah tercium" jawabku lagi.


"Baik lah, kakak hanya bisa mendukung apapun yang kamu putuskan. hanya kakak minta. berhati hatilah" ucapnya seraya memegang pundak ku.


"Iya kak, aku akan selalu mempertimbangkan apa yang akan ku ambil" jawabku.


Mobil terus melaju membelah jalanan.Aku tinggal merencanakan bagaimana cara mencari dua lelaki yang telah merenggut mahkotaku di malam ke Matian ibuku.


aku sangat Yakin, bahwa mereka masih tinggal di sana, aku hanya tinggal berkeliling mencari keberadaan mereka. dan aku bisa membalas perbuatan yang pernah mereka perbuat padaku.


Dengan uang yang ku miliki saat ini, aku akan menuntaskan dendam yang selama ini membara dalam tubuhku.


[Bu, kami sudah mengurus jasad Jalu.kami pastikan tidak akan ada siapapun yang menemukan serta mencium perbuatan kita]


Sebuah pesan masuk dari orang suruhan ku membuat ku tersenyum bahagia.


[Bagus, saya akan mengirimkan bayaran kalian beserta bonus yang saya janjikan. jika polisi mencium perbuatan kalian. kalian tahukan apa yang harus kalian lakukan?]


[Tenang saja bu, kami tidak akan menyebut nama ibu. jika polisi sampai mengetahui semua nya]


[Bagus]


Ku tepikan mobil yang ku kendarai. segera ku transfer uang yang sudah ku janjikan sebelumnya.


"Setelah ini apa yang akan kamu perbuat?" tanya kak Sindi padaku.


"Mencari dua lelaki yang sudah memperkosa ku" jawabku seraya mengendarai mobilku kembali.


"Kamu yakin mereka masih berada di kampung itu?" ucapnya.


"Sebenarnya tidak begitu yakin, karna aku sudah pergi dari sana lumayan lama. tapi aku akan terus mencari mereka sampai aku bisa membalaskan perbuatan mereka padaku. aku tidak akan bisa tenang. jika belum membalas mereka!" jawabku.


"Apa sebaiknya kamu lupakan saja semua nya Lea? lupakan dendam mu itu. anggap saja preman tadi sudah menuntaskan semua nya?" ucapnya yang membuatku kaget.


"Kak, aku menjual tubuhku. bukan tanpa alasan. tujuan ku adalah membalaskan dendam ku. mereka yang menyakitiku harus tersakiti sesuai dengan perbuatan mereka" jawabku.


"Kakak takut, takut jika mereka menyadari perbuatan mu. lalu menyakiti mu" Ucapnya.


"Kak, aku sudah mengatakan. aku akan mempertimbangkan semua nya" jawabku.


Setelah itu. tidak ada obrolan apapun di antara kami berdua. sampai mobil yang ku kendarai tiba di rumah kak Sindi.


Ya, mungkin dia tidak menyangka aku sampai merencanakan membunuh seseorang, namun perbuatan yang di lakukan si Jalu memang pantas dia mendapatkan nya.


Nyawa harus lah di bayar dengan nyawa. selama ini dia sering melukai dan membunuh seseorang. namun entah bagaimana dia selalu bisa terbebas dari hukum.


Dan, berkeliaran kembali. malah dia akan menuntut balas pada orang yang sudah berani berurusan dengan nya? bukankah manudia seperti itu tidak layak hidup?


dia hanya membahayakan orang sekitar.jadi apa salah nya jika aku menyingkirkan seonggok sampah yang tidak berguna?


***********


Satu Minggu Kemudian.......


Semenjak kejadian hari itu. kak Sindi tidak mau mengikuti ku mencari keberadaan dua lelaki biadab itu. hingga aku mencari tahu sendiri. aku menyusuri kampung ku dengan mengenakan penyamaran. sampai tidak ada satu manusia pun yang menyadari bahwa aku adalah Lea,


selama tiga hari aku mencari keberadaan dua manusia itu, Namun tidak menemukan hasil yang ku harapkan. aku sampai berputus asa mencari mereka? aku hanya ingat wajah mereka. tidak memiliki identitas mereka apalagi foto mereka? itu yang membuat pencarian sedikit sulit.


Hingga satu hari......


Saat aku tengah duduk di tepi jalan. dan menenggak sebuah air mineral yang ku beli di sebuah warung di pinggir jalan. mataku menangkap seorang lelaki yang sangat amat ku kenal. lelaki yang ku cari beberapa hari yang lalu, namun ku lihat dia tengah merangkul seorang wanita.


Ku perhatikan terus gerak gerik lelaki itu, bahkan aku sampai mengikuti nya.


"Pak, ikuti motor di depan sana" ucapku pada tukang ojek yang ku sewa


Motor terus melaju mengikuti motor di depan nya. mereka begitu mesra. sepertinya mereka adalah sepasang kekasih.


Bersenang senang lah, karna ajal mu sudah di dapan matamu! ucapku dalam hati.


"Memang nya mereka siapa Neng?" tanya tukang ojek di depan ku. mungkin bapak bapak ini penasaran karna aku memintanya mengikuti orang lain.


"Yang di depan itu suami saya, dan yang di bonceng nya sepertinya selingkuhan dia. makan nya saya sedang mencari bukti" jawabku berbohong.


Tidak mungkin juga kan aku menjawab hendak membalas lelaki itu.


"Oh pantesan, ya ampun lelaki jaman sekarang itu pada aneh ya neng. udah ada istri cantik malah selingkuh sama yang buluk" Ucapnya.


"Itulah manusia yang tidak memiliki sifat bersyukur pak" jawabku.


Motor yang ku ikuti terus melaju hingga mereka sampai di sebuah hotel. mau apa mereka ke hotel? apa jangan jangan?


Tiba Tiba, aku memiliki sebuah ide yang tidak ku rencanakan sebelumnya?


Ku ikuti terus mereka. hingga ku lihat mereka menyewa sebuah kamar hotel.


segera ku ambil ponsel ku. dan menghubungi orang yang sempat ku sewa


"Sore Bu" jawab tiga orang lelaki di depan ku.


"Saya ada tugas khusus untuk kalian, kalian rusak CCTV tempat ini. terlebih kamar no 52. dan kamu pastikan keamanan buat saya" ucapku pada mereka bertiga.


"Baik Bu" jawab mereka serentak.


Dua orang lelaki yang ku tugas kan merusak CCTV hotel murah disini sudah pergi. aku tinggal menunggu kabar baik dari mereka berdua. baru setelah itu aku akan melancarkan aksi ku.


"Sudah Bu" sebuah pesan masuk yang sangat ku tunggu.


"Ayo, lakukan tugas mu" ucap ku pada lelaki yang dari tadi bersama ku.


tidak butuh waktu yang lama. lelaki yang ku perintahkan sudah mendapatkan kunci cadangan nomor 52. aku segera berjalan ke arah kamar itu.


Ku tempelkan telingaku di balik pintu. tidak terdengar apapun. hingga seorang wanita keluar kamar itu. kesempatan yang bagus untuk ku.


Aku segera masuk ke dalam. dan melihat lelaki itu tengah tiduran di atas kasur dengan bertelanjang dada.


segera ku kunci pintu kamar.


"Kok kamu balik lagi sayang? katanya mau beli makan dulu di bawah" Ucapnya yang masih memperhatikan layar ponsel nya.


"Aku tidak ingin makan" jawabku.yang sontak membuat dia terkejut hingga melihat ke arahku.


"Siapa kamu?" ucapnya dengan bingung.


"Itu tidak penting, yang terpenting aku sedang ingin bermain dengan mu" jawabku seraya duduk di atas pangkuan nya.


Ku lihat dia sama sekali tidak mengenali ku, dan lebih bagus nya dia sangat tergoda akan pesona dan aktivitas ku yang terus merayu nya.


"Kamu dari mana? mengapa bisa masuk ke sini" ucapnya


"Hush, itu tidak penting. apa kamu ingin memuaskan ku?" jawabku sembari membuai wajah nya.


"Apa kamu sangat menginginkan nya?" ucapnya.


"Ya, aku sangat ingin" jawabku.


"Kamu sangat cantik, baiklah aku akan senang hati memuaskan mu." ucapnya seraya hendak melakukan aktivitas nya itu.


Saat dia tengah lengah. aku segera membiusnya dengan obat bius yang sudah ku bawa sebelumnya?


Segera ku rapikan kembali pakaian Ku yang sempat berantakan. dan aku menelpon orang orang bayaran ku untuk membawa lelaki ini.


tidak butuh waktu lama. lelaki ini sudah ada di tempat di mana si Jalu dulu ku habisi.


..........