HIJRAH

HIJRAH
"PERJUMPAAN KU DENGAN IBUNDA MBAK NURMA"


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang. tepat pukul 4 sore. kami tiba di desa kurungrejo Nganjuk. Tempat di mana keluarga mbak Nurma tinggal. dan kedua anak serta orang tuanya mbak Nurma.


Kami di sambut dengan suasana desa yang masih asri. tatapan beberapa warga yang merasa heran akan kehadiran kami. nampak jelas terlihat dari raut wajah mereka. terlebih kala mobil kak Sindi berhenti tepat di depan sebuah rumah yang nampak masih sangat asli pedesaan.


Rumah dengan nuansa dan model jaman dulu. beberapa orang berada di depan rumah tersebut. aku dan kak Sindi saling tatap sebelum kami berdua turun dari mobil.


Ku tarik nafas dalam dalam, mencoba menetralkan kemungkinan apa yang akan terjadi nanti, terlebih jika mereka tahu siapa aku. dan aku lah penyebab kematian mbak Nurma.


Aku dan kak sindi turun. kami melangkah menghampiri beberapa tatap mata yang sedari tadi memperhatikan kami.


"Assalamualaikum" ucap kami berdua


"Waalaikumusallam" jawab serentak dari semua orang yang ada di teras rumah tersebut.


"Maaf, apa ini benar rumah nya mbak Nurma?" tanya kak Sindi pada beberapa orang yang masih memandang kami dengan tatapan penuh arti.


"Iya benar" jawab salah satu wanita paruh baya


"Kami dari kota, kami teman nya mbak Nurma. kebetulan beberapa hari yang lalu kami baru mendapat kabar tentang kematian mbak Nurma, jadi kami datang kesini" ucap kak Sindi menjelaskan.


"Ayo masuk Nak" Jawab seorang ibu tua. yang menyuruh kami masuk.


Kami berdua pun masuk, mengikuti langkah bungkuk wanita tua itu.Namun semua orang di luar tadi pun ikut masuk mengikuti kami. membuat ku dan kak Sindi bergetar hebat.


Apakah aku akan di adili?


apakah mereka tahu akan kedatangan ku?


"Silahkan duduk Nak" ucap nenek tadi. seraya menyuruh kami duduk di sebuah Tikar yang terbentang di atas tanah.


Ya, lantai rumah ini masih beralaskan tanah. aku tak tahu? apa semua rumah disini masih beralaskan tanah. atau hanya rumah ini saja.


Aku dan kak Sindi pun duduk. kami di kelilingi banyak nya Manusia yang terus memperhatikan kami. ku pegang tangan kak Sindi. kak Sindi pun nampak gemetar.


"Siapa di antara kalian yang bernama Lea?" tiba tiba nenek tua tadi menyebut namaku? yang membuat aku dan kak Sindi terkejut luar biasa, dari mana mereka tahu namaku? dan dari mana mereka tahu akan kehadiranku.


"Sa, Saya Lea" jawabku dengan gugup


Tidak ada jawaban dari orang disini. mereka hanya terus memperhatikan ku lekat. dan ada beberapa di antara mereka yang saling bicara dengan bahasa daerah yang tidak ku mengerti.


"Saya Surti, ibunya Nurma" ucap nenek tua tadi. yang ku tahu bahwa dia adalah ibunda mbak Nurma.


Seketika aku dan kak Sindi saling tatap.


"Bu, kedatangan saya kemari mau meminta maaf. Atas apa yang terjadi pada mbak Nurma" jawabku sambil menunduk.


"Mengapa kamu meminta maaf? memang nya apa yang sudah kamu lakukan?" ucapnya seraya terus menatap ku. membuatku semakin gugup dan takut.


"Secara tidak langsung, saya penyebab kematian mbak Nurma. karna permasalahan saya. mbak Nurma yang berniat membantu saya. malah mendapat bencana. saya minta maaf Bu, saya sangat sangat menyesali perbuatan saya" jawabku sambil menangis.


mengingat akulah penyebab kematian mbak Nurma, kebaikan yang mbak Nurma berikan padaku. semua nya tiba tiba melintas di ingatan ku. tawa nya membuat ku semakin tak kuasa menahan tangis.


"Saya tahu, kamu akan datang kesini. saya juga tahu siapa kamu" ucapnya


Seketika aku mengangkat wajah ku, ku tatap manik nenek tua ini. apa dia orang pintar?


apa orang pintar yang sering di maksud orang orang itu ada? apa salah satunya beliau?


Ku lirik kak Sindi. dia pun sama terkejutnya dengan ku.


"Bagaimana ibu bisa tahu saya akan datang kesini? dan bagaimana ibu bisa tahu siapa saya" jawabku dengan rasa penuh penasaran.


Jawaban nya membuatku semakin bingung?


"Mbak Nurma?" jawabku


"Iya, Nurma menceritakan tentang kamu. pertemuan kalian berdua. bagaimana dia sangat ingin membantumu untuk merubah hidupmu. dia menceritakan saat dia membawamu masuk ke rumah itu. dia menceritakan semua tentang kamu. dan saat kamu mendapat fitnah dari teman kerjamu itu" ucapnya.


"Apa, mbak Nurma bercerita tentang saya?" jawabku yang amat sangat terkejut.


Apa mbak Nurma menceritakan semua nya? termasuk tentang aib ku. yang di lecehkan di malam kematian ibuku? apa mbak Nurma menceritakan bahwa aku adalah anak haram? yang di benci dan akhirnya di usir warga tempat aku tinggal?


"Iya, Nurma menceritakan semua tentang kamu. dia sangat marah kala mengetahui kamu di siksa dan pecat secara tidak hormat. hingga menjadi tontonan banyak orang. dan memutuskan untuk menegur wanita yang bernama Siti itu" ucapnya.


"Bu, saya mohon ampuni saya. saya mohon maaf sebesar besarnya. karna saya. mbak Nurma sampai meregang nyawa" jawabku sembari bersimpuh di kaki wanita tua ini.


"Kamu tidak bersalah Nak, fitnah itu memang sangat kejam. kematian anak saya adalah takdir. setiap manusia yang terlahir ke dunia. memiliki cerita dan jalan hidupnya sendiri." ucapnya seraya mengelus punggung ku yang masih memeluk kaki nya.


"Terima kasih Bu," jawabku.


"Bagaimana kalian tahu kalau Lea akan datang kesini?" tanya kak Sindi.


Sebenarnya aku juga penasaran akan pertanyaan yang di lontarkan kak Sindi?


bagaimana mereka tahu kami akan datang?


sedangkan kami tidak memberi kabar sebelumnya.


"Nurma yang memberi tahu kami" jawab nenek tersebut seraya tersenyum kecil.


"Apa" jawab kak sindi.dan aku secara berbarengan.


Apa yang di maksud oleh nenek ini? mengapa dia mengatakan tahu kedatangan ku dari Mbak Nurma? bukan kah mbak Nurma telah tiada?


"Tiga hari yang lalu, Saya memimpikan Nurma. dia mengatakan bahwa kamu akan datang kesini, saya kira itu hanya bunga tidur. namun rupanya bukan hanya saya yang di datangi dalam mimpi. Bibi nya. Ayah nya. dan masih ada beberapa orang yang mendapat mimpi yang serupa. dan puncak nya semalam. dia mengatakan bahwa hari ini kamu akan datang ke rumah. dan Nurma meminta kami menyambut dan bersikap baik pada kamu. dan Nurma pun berpamitan pada kami" ucapnya panjang lebar.


"Jadi, mbak Nurma datang ke mimpi ibu. dan memberi tahu akan kedatangan saya?" jawabku.


"Iya, dengar Nak, Nurma begitu menyayangi kamu. dia sampai berulang kali bercerita akan kisah hidupmu pada saya. di sepanjang cerita itu, tak henti hentinya dia menangis. dia juga sangat ingin hidup mu berubah. agar tidak di pandang rendah oleh banyak orang. bahkan dia sempat ingin memboyongmu ke sini dan tinggal bersama kita disini. namun kamu keburu mendapat pekerjaan" ucapnya menjelaskan.


Seketika aku tercengang akan ucapan yang di katakan ibu mbak Nurma ini. mbak nurma bukan hanya berbuat baik di dekatku namun juga di belakang ku? dia sampai merencanakan akan memboyongku ikut serta dengan nya.


Aku bukan siapa siapa baginya. namun mengapa dia begitu baik dan menyayangiku? kebaikan yang dia berikan padaku. justru membawanya pada kematian,


mengapa ini semua harus terjadi?


mengapa mbak Nurma harus tiada?


dan mengapa juga, akulah yang menjadi penyebab kematian nya.


aku sangat menyesali perbuatan ku.


andai saat itu, aku tidak menerima cinta mas Rehan. andai aku bisa menjaga hati dan perasaan ku. mungkin mbak Siti tidak akan nekat seperti kemarin. dan mbak Nurma juga tidak akan meninggal dunia.


Aku benar benar mengutuk perbuatan ku, aku mengutuk hubungan ku dengan lelaki itu. aku mengutuk hidup mbak Siti.


Lihat saja, aku tidak akan membiarkan wanita jahat itu hidup dengan tenang! akan ku balas setiap perbuatan nya padaku dan mbak Nurma. dia harus membayar mahal atas apa yang dia perbuat padaku dan mbak Nurma.


Dia merebut seseorang yang sangat baik di hidupku. dia merenggut seorang anak dari orang tuanya. dan ibu dari anak nya.


Aku bersumpah, akan menuntut balas!