HIJRAH

HIJRAH
"SADARNYA LEA"


SATU BULAN KEMUDIAN......


Aku terbangun karna mendengar suara yang sangat berisik. sebuah suara gemercik air, yang bersahutan dengan seseorang yang kutahu. tengah membersihkan diri di dalam kamar mandi.


ku rasakan kepala ku yang sangat pusing dan sakit sekali. ku pegang kepala ku. rasanya benar benar sakit. bukan hanya itu, sekujur tubuh ku pun rasanya sangat sakit. tulang tulang ku rasanya seperti remuk semua.


bahkan aku sangat kesulitan untuk bangkit dan duduk. saat ku netral kan semua nya. baru ku sadar, bahwa aku tengah berada di tempat yang tidak ku kenali?


ku tatap langit langit kamar dan dinding kamar ini?


Ya, benar ini bukan rumah ku. dan ku rasa juga bukan rumah sakit.


ku ingat ingat kembali kejadian yang sempat menimpaku.


Ya, aku ingat semua nya. malam itu, setelah aku mengundurkan diri dari pekerjaan ku. aku dan kak Sindi di kejar anak buah Mommy


Dan kami. mengalami sebuah kecelakaan hingga mobil kami terperosok ke sebuah jurang yang tidak terlalu curam.


aku ingat semua. kala itu aku di paksa untuk meninggalkan kak Sindi sendiri di dalam mobil. dengan kondisi yang bercucuran darah.


Dan aku juga ingat, bahwa aku berlari di kejar oleh beberapa orang. hingga aku tertabrak sebuah mobil. Ya, aku ingat. aku tertabrak kala aku sedang menghindar dari kejaran para bodyguard Mommy.


Kejadian yang menimpa ku malam itu, teringat jelas di kepala ku. walau kepala ku terasa sangat sakit untuk mengingat semua nya. Hingga, aku teringat bagaimana nasib kak Sindi? apa dia selamat juga?


Ya Allah, aku bertaubat dan ingin kembali padamu. ku mohon tunjukan jalan terbaik mu. dan selamat kan pula kakak ku.


Saat aku tengah menatap langit langit kamar, tiba tiba pintu kamar mandi yang berada di dalam kamar ini terbuka.


Seorang lelaki keluar dari dalam kamar mandi tersebut. dengan bertelanjang dada. kepala nya masih menunduk ke bawah. dengan tangan yang terus mengelap rambut basah dengan handuk kecil.


Lelaki itu, seperti tidak menyadari kehadiran ku?


apa jangan jangan aku telah tiada? dan aku tidak di terima di langit? jadi aku ter ambang di dunia?


Tapi, jika aku memang telah tiada? mengapa di tangan ku masih menempel selang infus?


Lelaki tersebut mengenakan pakaian nya. dia mengambil pakaian di dalam lemari hingga di saat ia menyisir rambut.


ku lihat wajah nya sangat memucat. pandangan kami saling bertemu. walau dia melihat ku dari balik cermin.


Lelaki tersebut seketika menghadap dan melihat ke arah ku. dia berjalan mendekat dan kini. dia duduk tepat di hadapan ku.


"Kamu sudah sadar?" tanya nya dengan tatapan yang sulit ku artikan.


Aku tidak bisa menjawab ucapan nya. aku hanya mengangguk pelan. entah kenapa? aku sangat sulit untuk membuka mulut ku. rasanya mulut ku seperti terkena lem perekat.


"Bi, Bibi." teriak lelaki tersebut. yang membuatku sedikit kebingungan.


"Apa yang kamu rasakan sekarang?" ucap nya lagi.


"Ke-kepala ku masih terasa ngilu dan sakit" jawabku yang masih terbata, karna ku paksakan untuk berbicara.


Lelaki tersebut menyentuh kepala ku. seperti memastikan ucapan ku.


"Apa lagi yang kamu rasakan?" ucapnya.


"Sekujur tubuhku terasa sakit" jawabku.


"Tidak apa, seiring berjalan nya waktu. kamu akan pulih. kamu mau makan sesuatu atau minum?" ucapnya.


"Tidak" jawabku.


Tidak lama, pintu kamar terbuka. seorang wanita yang ku perkirakan berusia 40/50 tahun masuk. dia menatapku dengan penuh kebingungan.


"Ya Allah, Den. si mbak nya sudah bangun?" ucapnya dengan mata terus menatap ku.


"Iya Bi, alhamdulilah" jawab lelaki tersebut.


"Ya Allah, terima kasih ya Allah. engkau telah mengabulkan doa doa kami" ucap wanita tersebut.


"Aku dimana? dan apa kakak ku selamat?" tanya ku.


"Kamu di rumah ku, aku tidak sengaja menabrak mu hari itu. karna melihat kamu sedang dalam bahaya. aku membawamu ke rumah ku. Aku mohon maaf, jika aku bisa membawamu ke rumah sakit. mungkin kamu akan sadar lebih cepat. tidak seperti sekarang" jawab lelaki tersebut.


"Kamu koma selama satu bulan, sejujurnya aku sendiri sudah tidak tahu harus bagaimana? kami hanya berharap. bahwa mukjizat Allah akan datang, dan menolong kamu" jawabnya


"Iya Neng, kamu koma selama satu bulan ini. dan Den Danu yang mengurus serta merawat Neng selama ini, dia mengobati luka luka dalam tubuh Neng dengan begitu telaten. bahkan dia juga tidak pernah meninggalkan Neng sendiri, Bibi harap, Neng jangan melaporkan Den Danu ke polisi ya Neng" ucap wanita paruh baya. yang ku tahu dia adalah pembantu di rumah ini.


Ya ampun, jadi aku koma selama satu bulan?


dan selama sebulan ini, aku berada di rumah ini, aku tidak tahu? apa kak Sindi selamat atau tidak?


"Mengapa saya harus melaporkan kamu? memang nya apa yang sudah kamu lakukan?" tanya ku pada lelaki itu.


"Aku tidak sengaja menabrak mu." jawabnya.


"Tidak, seharusnya aku yang berterima kasih. kamu telah menyelamatkan hidup ku." ucapku.


"Apa kamu mengingat semua nya?" jawabnya.


"Ya," ucapku.


"BI, tolong ambilkan air putih. dan tolong bibi buatkan bubur untuk dia" ucap lelaki ini pada pembantunya.


"Baik Den" jawab pembantunya seraya pergi meninggalkan kami berdua.


Setelah pintu kamar di tutup kembali. lelaki itu mendekatkan posisi duduk nya. dia menatapku lekat. entah apa yang akan di lakukan oleh lelaki ini.


"Siapa lelaki yang mengejar mu?" ucapnya tiba tiba.


Jadi, dia tahu hari itu aku tengah di kejar oleh beberapa orang?


"Anak buah seseorang, yang sangat menginginkan kematian ku" jawabku.


Lelaki tersebut seperti terkejut


setelah mendengar perkataan ku.


"Mengapa mereka menginginkan kematian mu? apa yang sudah kamu lakukan?" ucapnya.


"Mengapa kamu tahu bahwa aku tengah di kejar beberapa orang hari itu?" jawabku.


"Saat di mana aku tidak sengaja menabrak mu, aku melihat beberapa lelaki keluar dari tempat kau keluar sebelumnya. mereka memfoto tubuh mu yang bersimbah darah. setelah itu mereka kembali dengan senyum mengembang. saat itu, aku tahu. bahwa kamu sedang dalam bahaya. terlebih kala aku mengetahui bahwa kamu masih bernafas. jadi ku putuskan untuk membawa mu ke rumah ku, dan merawat mu disini. karna aku takut, jika aku membawa mu ke ruang sakit. aku takut, mereka mengetahui bahwa kamu selamat. dan mungkin bisa berbuat hal yang tidak di inginkan" ucapnya panjang lebar.


"Terima kasih" jawabku.


"Katakan padaku, siapa sebenarnya mereka? dan mengapa ada orang yang menginginkan kematian mu?" ucapnya.


"Apa setelah ku ceritakan semua nya, kamu akan membuang ku?" jawabku.


"Mengapa sedemikan? memang nya siapa kamu sebenarnya?" ucapnya


"Namaku Lea, Lea Patmawati. dan aku...." jawabku bingung. entah aku akan menceritakan. semua nya atau tidak? tapi, aku juga tidak bisa berbohong.Dia sudah menyelamatkan hidup ku, se lebih setelah dia mengetahui siapa aku, dan hendak membuang ku dari rumah nya. aku harus siap menerima nya.


"Kamu apa?" ucapnya.


"Aku pernah menjadi seorang pelacur, dan seseorang yang menginginkan kematian ku adalah. mucikari di tempat aku menjual tubuhku. dia tidak terima di saat aku dan kakak ku hendak berhenti dari tempat nya. aku dan kakak ku lari dari tempat itu. dan kami di kejar oleh beberapa anak buah nya. setelah mobil kami di tembak beberapa kali dari belakang. kami mengalami kecelakaan. kami masuk ke jurang yang tidak begitu dalam. aku di minta meninggalkan kakak ku sendiri di dalam mobil, dan menyelamatkan diriku. memang, sebelum aku tertabrak mobilmu. aku sudah luka parah. kepala ku juga sudah mengeluarkan darah" jawabku.


"Ya Allah," ucap nya sembari menutup mulut nya.


"Aku sangat kotor, aku manusia yang sangat hina.aku manusia ter jahat, karna bukan hanya menjual tubuh. aku juga telah membunuh tiga orang, dan telah menjadi penyebab orang orang yang ku kasihi serta menyayangiku. meninggal, aku manusia durjana, aku tidak pantas hidup. setelah ini, jika kau mau mengusirku. aku terima. karna memang itu pantas ku dapatkan" jawabku.


"Mengapa kamu sampai membunuh tiga orang itu? dan mengapa kamu mengatakan. bahwa kamu penyebab kematian orang orang yang menyayangimu?" ucapnya.


Akhirnya, aku menceritakan semua kehidupan ku, dari kehidupan ku semasa hidup miskin dengan kedua orang tuaku, kala di mana Ayah ku habisi, dan ibuku meninggal. kala aku di perkosa di malam kematian ibuku, dan kala kematian menimpa mbak Nurma. yang telah membelaku.


Dan, bagaimana aku sampai rela menjual tubuhku.


Bahkan, bagaimana aku membunuh tiga orang itu, bagaimana aku bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mbak Nurma. dan bagaimana aku bertemu dengan kak Sindi, serta memutuskan untuk bekerja menjual tubuhku.


Bahkan aku juga menceritakan, Hal yang sangat tidak pernah aku mau ceritakan. bahwa aku adalah anak haram.


sungguh sangat memalukan bukan?