
Sindi menutup mulut nya begitu rapat, Sari mulai meneteskan air matanya. Sindi berjalan, dengan mulut yang masih dia bekap.
Matanya mulai berkaca. apa yang tidak mungkin terjadi, benar benar terjadi dalam hidup nya.
Adik kecil, yang hampir terenggut dari hidup nya. kini telah kembali. kembali dengan membawa semua tenaga, harapan dan semangat yang baru dalam diri Sindi.
"A-apa benar jika kau adalah Lea?" Tanya Sindi dengan air mata yang memaksa keluar.
"Ya kak, aku adalah Lea mu" Jawab Lea. yang membuat semua orang terkejut, mereka menangis. mereka bahagia dalam tangisnya. bahkan Angga dan Zian. sampai bersujud di atas lantai.
Mereka bersorak dan berucap syukur. setelah memastikan, jika suara yang keluar dari wanita itu. adalah suara Lea.
"Le-Lea? kau benar Lea?" Ucap Sindi.
"Ya kak," Jawab Lea.
Sindi memegang wajah Lea. wajah Cantik adik nya. yang kini tertutup sebuah kain, kain yang memiliki Simbol dan arti yang sangat bagus. sebuah kain, yang tidak semua orang sanggup mengenakan nya.
Sindi memeluk tubuh Lea begitu erat, pelukan yang tidak pernah dia sangka sebelumnya. kesadaran Lea yang sangat tipis baginya. Kini, dia bisa memeluk kembali adik nya. bisa melihat kembali adik nya. bahkan bisa menyaksikan adiknya menempuh kebahagiaan dan membuka lembaran baru dalam hidup nya.
Tangisan Sindi tumpah, bukan hanya tangisan Sindi. Lea yang terharu akan kasih sangat orang orang terdekat nya. orang orang yang tidak memiliki hubungan darah dengan nya. membuat Lea menangisi semua nya. membuatnya larut dalam kebahagiaan.
Indah dan Putri menghampiri Sindi dan Lea. Indah dan Putri juga ikut memeluk tubuh Lea. bahkan Sari dan Zani pun ikut memeluk tubuh Lea.
Beberapa Saat, Suasana haru bertaut dengan kesedihan. bertaut dengan Tangis kebahagiaan.
"Kak, Indah senang sekali kakak sembuh, dan bisa berkumpul lagi dengan kami kak" Ucap Indah.
"Iya kak, Putri juga sangat bahagia." Imbuh Putri.
"Kakak juga sangat bahagia, bisa berkumpul dengan kalian semua. dan apa ini Yuda?" Jawab Lea. seraya memegang pipi anak kecil yang di gendong Indah.
"Iya kak ini Yuda. dan, kak terima kasih banyak. karna kakak Yuda bisa berkumpul lagi dengan kami. dan terima kasih, karna kak Lea sudah membantu banyak sekali. dan maaf kan kami, kami tidak menyadari siapa kak Lea sebenarnya. maaf kan kami. yang tidak mengenali kak Lea" Ucap Indah.
"Apa kalian sudah mengetahui semua nya?" Jawab Lea.
"Iya kak, Kami semua sudah tahu. jika kak Lea adalah kakak kami. kakak yang di buang Ayah dan Ibu dulu" Ucap Indah.
"Maaf kan kakak, karna kakak menyembunyikan jati diri kakak pada kalian" Jawab Lea.
"Tidak kak, kakak sama sekali tidak bersalah. yang salah adalah Ayah dan Ibu. Mereka sudah mendapat hukuman yang setimpal. dan Semoga Allah mengampuni dosa dosa mereka." Ucap Indah.
"Mereka begitu karna gaya hidup yang salah. jika mereka dekat dengan Allah, kakak Yakin mereka tidak akan jahat kepada anak anak nya" Jawab Lea.
"Tenang saja kak, mereka sudah Mati! mereka telah membayar mahal karna sudah berani menembak kak Lea" Ucap Putri dengan nada kesal.
Ya, di antara Indah dan Putri. hanya putri yang belum bisa memaafkan kesalahan kedua orang tuanya. apalagi perbuatan Ayah nya. baginya masih belum ada kata maaf di hati dan bibir nya. bahkan Putri enggan menghadiri upacara pemakaman kedua orang tuanya.
"Apa, Apa yang telah menembak ku adalah Ayah dan Ibu?" Jawab Lea kepada Angga dan Danu.
Angga dan Danu hanya mengangguk.
Lea menutup mulut nya. dia menangis. dia sama sekali tidak menyangka, Jika kedua orang tuanya tega hendak membunuhnya?
"Tenang saja kak, mereka sudah mati. jadi mereka tidak akan kembali dan jahat pada kita lagi" Ucap Putri.
"Apa, apa yang kamu katakan Putri?" Jawab Lea. seraya memegang pundak adik nya.
"Ya kak, Ayah dan Ibu telah mendapat hukuman Mati dari pengadilan. dan sebulan yang lalu mereka telah di kebumikan. mereka mendapat Hukuman mati, karna telah terbukti merencanakan upaya pembunuhan terhadap kakak. dan hukuman atas perbuatan mereka yang lain, salah satu nya telah menjual Putri dan Yuda. dan mempekerjakan anak anak jalanan kak" Ucap Indah.
"Ya Allah, Angga apa benar yang Putri dan Indah katakan?" Jawab Lea. seraya bertanya pada Angga.
"Ya Lea, apa yang adik adik mu katakan adalah benar. kedua orang tuamu telah mendapat hukuman yang setimpal atas apa yang mereka perbuat." Ucap Angga.
"Sebulan yang lalu? Danu, seberapa lama aku koma?" Jawab Lea seraya menatap suaminya.
Danu menghampiri tubuh istrinya. dan memegang pundak istrinya dengan begitu lembut.
Tentu saja, apa yang Lea tanyakan membuat semua orang tidak asing. karna mungkin orang koma tidak akan sadar. jika dirinya koma. dan berapa lama dirinya tidak sadar.
"Apa, Empat bulan? bagaimana bisa. bukan kah aku hanya di rawat sehari saja? bukan kah kejadian penembakan itu hanya terjadi kemarin? tepat di hari pernikahan kita?" Jawab Lea. yang membuat semua orang terkejut.
"Sehari?" Ucap Sindi.
"Begini sayang, sebenarnya kau telah koma selama 4 bulan lebih. dan mungkin apa yang telah menimpa mu. itu hanya mimpi mu saja. atau keajaiban dari Allah kepadamu" Jawab Danu seraya memegang pipi istrinya.
"Apakah benar, jika aku telah koma selama itu? Tapi, jika benar itu hanya mimpi? mengapa mimpi itu sangat jelas terasa?" Ucap Lea.
"Mimpi?" Tanya Sindi.
"Sudah, jangan kau banyak pikirkan masalah itu. yang terpenting sekarang. kau sudah sadar. sudah sembuh dan kembali bersama dengan kami. itu yang harus kita syukuri" Jawab Danu yang menenangkan istrinya.
"Iya kak, kak Danu benar. tidak peduli seberapa lama kakak koma. yang terpenting saat ini adalah. kakak sudah sembuh dan ada di antara kami lagi. dan orang orang yang telah jahat ke kakak juga telah di hukum" Ucap Indah.
"Orang orang jahat?" Tanya Lea.
"Ya, Mantan kekasih mu juga ikut menembak mu Lea. dan pengadilan telah menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara." Jawab Angga.
"Apa maksud mu Mas Rehan?" Tanya Lea.
"Ya, dia juga ikut menembak mu" Jawab Angga.
"Apakah itu benar kak? apa benar mas Rehan telah menembak ku?" Tanya Lea pada Sindi.
."Dengar Lea. apa yang Angga katakan adalah benar, saat kejadian penembakan itu. Rehan berada bersama dengan kedua orang tuamu. dan didapati tengah memegang pistol. dan saat di tanya. dia mengakuinya" Jawab Sindi.
"Ya Allah, kasihan sekali Mas Rehan" Ucap Lea.
"Sudah lah Lea. jangan kau kasihani lelaki seperti itu, jika dia mencintai kamu. tidak mungkin dia berniat membunuhmu" Jawab Sindi.
"Sudah Sudah, sekarang sebaiknya kita jangan bicara tentang kesedihan. karna Lea ku. istriku telah kembali, maka kita semua hanya perlu berbahagia. dan kita harus merayakan semua nya" Ucap Danu yang berusaha mencairkan suasana.
"Benar, cukup sudah tangis tangisan nya. sekarang waktunya bersyukur dan berbahagia" Imbuh Angga.
"Alangkah lebih baik, jika kita bersedekah, atas kesembuhan Ibu Lea" Saran mang Amin.
"Ya, aku setuju" Jawab Danu.
"Itu saran yang bagus mang" Imbuh Sindi.
"Wah mang Amin memang the best" Lanjut Angga.
"Bagaimana sayang? apa kamu setuju" Tanya Danu
"Ya, aku setuju. tapi, aku ingin berziarah ke makam orang tuaku nanti apa boleh?" jawab Lea.
"Tentu saja, aku akan mengantarkan kemanapun kamu ingin pergi" Jawab Danu. yang di balas senyuman oleh Lea.
************************
Kebahagiaan akhirnya kembali. Sindi kembali ke kehidupan nya yang dulu. dia terlihat kembali memiliki aura kehidupan setelah Lea kembali. Danu bahagia, karna istri yang dia kasihi dan sayangi telah kembali bersama dengan nya.
Indah dan Putri juga sangat bahagia. selain berkumpul dengan anggota keluarga dan kakak nya. Lea juga akan menyekolahkan Indah dan Putri. agar menjadi wanita yang berprestasi dan memiliki banyak wawasan.
Zani tengah menempuh pendidikan sebagai juru perawat, dan Zian tengah menjalankan ujian Untuk menjadi anggota kapolri.
Sebuah kebahagiaan yang tiada tersirat, dari sebuah hubungan yang tidak di sangka sebelumnya.
Rumah Lea kini kembali riuh akan kebahagiaan. Suara tangisan Yuda dan gelak tawa dari seluruh penghuni rumah. membuat kehangatan kian terasa.
Itulah kuasa Allah, Allah mampu membolak balikan hati manusia. dan mampu menjadikan Sesama manusia memiliki hubungan, walau tanpa hubungan darah.