
20 Menit Kemudian.....
Saat aku tengah melihat lihat berita di layar ponsel ku. tiba tiba Lea di gandeng keluar ruangan.
mataku tak bisa berpaling dari gadis di hadapan ku. Lea sangat jauh berbeda. walau dia sudah cantik tanpa make up. namun setelah di pakaikan make up. dia seperti seorang putri raja.
Lea mengenakan Dress berwarna Maroon dengan bagian pundak seperti terjatuh ke bawah. Dress yang Lea kenakan panjang nya di atas Lutut, namun tidak terlalu Minim juga.
dengan rambut yang di ikat ke atas. membuat leher panjang nan mulus nya begitu nampak terlihat. Leher putihnya di hiasi oleh kalung berliontin kan sebuah kotak yang terdapat seperti batu berlian disana. Lea mengenakan anting, gelang dan cincin yang satu Set dengan kalung nya.
Lea di berikan sebuah Tas yang di selempang kan di salah satu tangan nya. dan yang membuatnya Bak model ternama adalah.
Lea kini mengenakan sebuah sepatu Flatshoes yang memiliki tinggi sekitar 10 cm.
Sungguh, aku tidak bisa memalingkan mataku pada wajah gadis di depan ku.
andai saja dia bukan pembantu Mommy, pasti sudah ku pinang dia menjadi istriku. Namun apa daya. Keluarga besar ku tidak akan mengijinkan ku menikahi gadis ini, mengingat ucapan Daddy. yang selalu saja mengatakan untuk menikah dengan wanita se Drajat dengan kami.
Ah, aku harus belajar mengubur rasa Cinta ku pada gadis ini.
"Bagaimana pak?" tanya seorang perias yang merasa berhasil mengubah Lea
"Kerja kalian sangat bagus, berapa semua nya?" jawabku.
"Silahkan ikut saya" ucapnya seraya memintaku ikut dengan nya.
Lea masih nampak kebingungan. mungkin dia tidak tahu akan pergi kemana dengan ku.
setelah selesai membayar, ku hampiri Lea yang masih berdiri di tempatnya. namun dengan wajah yang nampak ketakutan.
"Lea, ayo" ucapku.
Bukan nya berjalan Lea masih saja diam.
"Lea ... Ayo" ucapku lagi.
"Mas ...." jawabnya dengan wajah seperti melihat hantu.
"Iya, Kenapa?" ucapku kebingungan.
"Saya gak bisa jalan mas... ini sendal apa kok tinggi banget," jawabnya dengan wajah yang begitu ketakutan.
"Hah," ucapku seraya memegang kening ku yang tak sakit dan pusing
"Kenapa malah diam mas?... ini bagaimana saya jalan nya" jawabnya
"Coba sini kamu jalan ke saya" ucapku seraya membentangkan tangan.
Lea nampak mencoba mengangkat satu kaki nya. Dan......
Bruk ......
Lea terjatuh dengan posisi tengkurep memeluk lantai. yang membuat beberapa pengunjung melihat ke arah kami berdua.
"Ya ampun Lea kamu tak apa apa?" ucapku seraya membangunkan gadis cantik ku.
"Mas, saya gak mau pake sendal ini. bisa bonyok wajah saya kena lantai. kalau mas tetap maksa. mas ajak saja mbak Siti. dia pasti bisa pake sendal ini" jawabnya dengan wajah yang menahan tangis
Ya, wajah nya pasti sakit, bagaimana tidak. dia jatuh tengkurep begitu.
"Ya ,Ya, kamu ganti saja yang lebih pendek ya." ucapku membuka flatshoes di kaki nya.
aku pun pergi mencari pekerja di sini. dan meminta nya mengganti flatshoes dengan Hak yang lebih pendek
Lea pun bangkit, dan dia bisa berjalan dengan normal. walau sendal di kaki nya tidak membuatnya seperti model yang memiliki kaki yang panjang, namun Lea masih sangat cantik.
Mobil kami pun terus berjalan menuju gedung yang telah di pesan untuk acara kami ini. Mataku rasanya ingin terus melihat wajah Lea. dia sangat cantik. benar benar cantik. membuatku merasa tidak akan pernah bisa membuang perasaan ku padanya.
sekitar satu jam di perjalanan. mobil ku pun tiba di tempat yang kami tuju, beberapa mobil teman teman ku telah terparkir di lobi gedung ini.
Setelah aku dan Lea turun. aku menggandeng tangan Lea, membuat gadis ini seperti kebingungan. dan menarik tanganku.
"Mas, sebenarnya kita mau kemana? kok dari tadi mas gak Jawab" ucapnya.
"Begini, saya dapat undangan Reuni. karna peraturan nya harus membawa pasangan jadi saya meminta kamu bersikap dan berpura pura menjadi pacar saya, oke" jawabku.
"Apa? saya harus berpura pura menjadi pacar nya mas Rehan? bagaimana bisa." ucapnya nampak terkejut.
"Semua pasti akan berjalan lancar, kamu dengarkan saja apa yang saya arahkan oke" jawabku menarik tangan nya.
Sebenarnya aku ingin bahwa Lea dan aku tidak hanya berpura pura menjadi sepasang kekasih saat ini, memiliki gadis ini. adalah keinginan terbesarku. aku sangat ingin meminang nya.
Kami pun tiba di sebuah gedung yang di dekor dengan sedemikian rupa. beberapa teman teman ku sudah ada, bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengajak anak anak nya. hingga nampak membuat gedung ini begitu ramai dan berisik.
"Hei itu Rehan" ucap Aldo.
"Hei, Rehan ayo sini" ucap Zaki.
Aku pun menghampiri teman teman sebangku ku itu, dengan terus menggandeng tangan Lea.
"Hai, apa kabar kalian?" jawabku seraya berjabat tangan dengan dua sahabat ku itu.
mereka nampak memperhatikan Lea.
"Siapa dia?" tanya Aldo.
"Perkenalkan, dia Lea pacar gw"jawabku.
"Hah serius lu?" ucap Zaki.
"Serius lah, memang nya kenapa?" jawabku.
"Gila lama menjomblo sampai gw kira lu perlu bantuan kami buat dapat pacar, tau tau nya udah dapat bidadari" ucap Zaki.
"Bisa aja lu" jawabku.
"Lea, kok mau sih sama Rehan, dia itu jomblo akut loh" ucap Aldo mengejek.
Lea hanya tersenyum dikit. mungkin dia tak tahu harus menjawab apa?
Acara reuni pun berjalan dengan lancar, aku tidak meninggalkan Lea walau sedetik pun. bukan apa? selain aku tak mau dia di dekati lelaki lain. karna ku tahu beberapa teman Reuni ku yang belum menikah. memperhatikan Lea dengan lekat. bahkan sampai ada yang berani meminta Nomor ponsel Lea yang beralasan mau mengajak Lea bekerja sama.
Aku juga tahu, Lea pasti sangat canggung berada disini.
Beberapa kali aku menyuapi Lea, membuat sebagian teman teman ku mengejek ke arah ku.bukan apa? aku memang terbilang lelaki yang tidak romantis. namun entah kenapa? saat bersama Lea. aku selalu ingin memanjakan gadis ini. dan bisa menyuapi dirinya.
Tepat pukul 9 malam acara pun selesai. acara memang di selesaikan tidak terlalu malam. karna sebagian dari kami ada yang membawa anak anak nya bahkan ada yang membawa bayinya.
aku dan Lea pun berjalan kembali ke rumah.
"Lea, terima kasih karna kamu mau menemani saya" ucapku pada gadis di samping ku.
"Iya mas, sama sama" jawabnya seraya tersenyum padaku.
Ya Tuhan, jika engkau ijinkan hamba memiliki senyum itu, hamba tidak akan meminta apapun lagi. sungguh suatu kebahagiaan yang teramat sangat indah jika aku di sandingkan dengan gadis di samping ku.....