HIJRAH

HIJRAH
SEBUAH KEJUTAN


Semua mata masih menatap ke arah Lea.


"Siapa dia?" Tanya Sindi.


"Iya, Siapa dia Danu?" Sambung Angga.


Semua masih menatap ke arah Lea.


"Danu, jangan katakan jika kau membawa wanita lain ke rumah ini!" Ucap Sindi.


"Apa, Danu jika sampai itu benar. aku akan benar benar membunuh mu!" Sambung Angga.


"Bunuh lah aku jika itu bisa membuat kalian bahagia," Jawab Danu


"Kalau begitu, siapa dia?" Ucap Sindi.


"Kak, apa kak Danu akan mengkhianati Kak Lea?" Tanya Indah


"Ya Allah, Putri harap kak Danu tidak melakukan itu" Imbuh Putri.


"Dia, Dia adalah wanita yang teramat sangat berharga dalam hidup ku. dia adalah wanita yang sangat berarti dalam hidup ku. dia lah wanita yang pertama kali ku Cintai. Dan aku sangat mencintai dirinya" Jawab Danu


Semua begitu terkejut dengan pernyataan Danu, bagaimana bisa Danu mengatakan Cinta


di saat Lea istrinya tidak tahu Nasib nya. apalagi setelah dia melepaskan semua alat Untuk menyambung hidup Lea.


"Apa yang kau katakan Danu!" Tanya Angga.


"Katakan apa? bukan kah aku sudah mengatakan, jika dia adalah wanita yang ku sayangi?" Jawab Danu.


"Berani sekali kau mengatakan itu, disaat kondisi adik ku sudah tidak berdaya? dan itu semua karna ulah mu!" Ucap Sindi.


"Mengapa kalian marah? apa aku tidak boleh mencintai wanita ini?" Jawab Danu seraya berjalan mendekat ke arah Lea.


"Cinta? Berani sekali kau mengatakan itu!" Ucap Angga.


"Memang apa salah nya? apa kalian bisa mengatakan letak kesalahan ku? memang nya aku tidak boleh mencintai dia" Jawab Danu seraya menggandeng lengan Lea.


"Berani sekali kau berpegangan tangan dengan wanita lain di rumah adik ku!" Ucap Sindi.


"Tadi kalian marah padaku, setelah mengetahui jika aku telah mencabut semua alat yang selama ini terpasang pada Lea. kemudian kalian menuduh ku telah membunuh Lea, dan sekarang. kalian melarang ku untuk mencintai wanita ini?" Jawab Danu.


"Dasar lelaki durjana, aku benar benar tidak menyangka dan mengenal sipat buruk mu Danu! ku kira kau adalah sahabat yang baik! ku kira kau adalah lelaki terhormat, ku kira kau bisa menghargai wanita? Namun rupanya aku salah. bisa bisanya kamu mengatakan mencintai wanita lain, di saat istrimu tengah berjuang, antara hidup dan mati?" Ucap Istri Angga. yang tidak lain adalah sahabat Danu.


"Kau benar benar membuatku malu, jika aku tahu? Kau akan bertindak seperti ini, aku tidak akan Sudi melamar kan Lea kepadamu Danu" Ucap Angga.


"Di mana adik ku! aku tidak perduli jika kau mau mencintai wanita itu ataupun tidak, aku hanya minta kembalikan adik ku. dan talak dia Danu, aku tidak Sudi. perasaan yang tulus adik ku. kau permain kan seperti ini!" Ucap Sindi.


"Mengapa kau memintaku untuk menceraikan Lea?" Jawab Danu.


"Lalu, apakah kau akan menikahi wanita itu, di saat istrimu tengah terbaring koma!" Ucap Angga. dengan wajah yang mulai memerah.


"Tenaga saja, aku sudah menikahi dia. dan lihat lah ini buktinya" Jawab Danu seraya menunjukan Cincin pernikahan di jari nya.


Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut. bagaimana tidak? mereka semua sama sekali tidak ada yang tahu. akan pernikahan ke dua Danu? selama ini, mereka melihat Danu begitu terpukul akan kecelakaan yang menimpa Lea. Danu begitu telaten mengurus tubuh Lea. yang semakin hari semakin menyusut.


Mereka semua tidak menyangka? Jika Danu akan bertindak di luar dugaan seperti ini?


"Apa?" Ucap Zian yang tiba tiba berada di belakang Danu.


Zian dan Zani baru datang, mereka begitu terkejut akan pernyataan Danu. walau mereka tidak mendengar semua perbincangan dari awal. Namun, mendengar jika Danu telah menikahi wanita bercadar ini, sungguh membuat Zian. yang tidak lain telah menganggap Lea sebagai ibunya. tentunya sangat marah.


"Om, apa Zian tidak salah dengar? tolong katakan sekali lagi? bahwa apa yang Om katakan tadi adalah sebuah lelucon?" Ucap Zian yang kini berdiri di hadapan Danu.


Zani menatap wanita bercadar tersebut, wanita itu terus tertunduk, Namun Zani bisa melihat. Jika wanita itu terlihat begitu Cantik.


"Zian, wanita ini adalah Istri Om" Jawab Danu, yang membuat semua orang sangat terkejut.


PLAK.......


Sebuah tamparan yang tidak terduga, sebuah tamparan yang tiada ancang ancang sebelumnya. telah mendarat di pipi Danu, mendarat dengan begitu keras. sampai membuat sang punya pipi merasa sakit dan perih. tamparan dari tangan kekar, tamparan dari Anak Yatim yang sangat mencintai Istrinya. yang sangat menghormati istrinya.


Zian menampar Danu dengan begitu kerasnya.


"Kakak" Ucap Zani seraya menarik tubuh kakak nya.


"Berani sekali Om mengatakan itu, di saat Tante Lea tengah terbaring koma? beberapa hari yang lalu, Om mengatakan sangat bersedih, dan memintaku Untuk berdoa untuk kesadaran Tante Lea? Namun, rupanya kata kata Om hanya kata kata bohong, Om pembohong! Berani sekali Om menyakiti Tante ku, aku tidak akan memaafkan Om Danu atas apa yang telah Om perbuat saat ini" Ucap Zian yang terlihat begitu marah.


Semua orang terkejut, bahkan Lea juga begitu terkejut akan perubahan dalam diri Zian. Anak kecil yang dulu begitu pendiam, anak kecil yang selalu menjaga adik perempuan nya. terakhir dia bertemu di saat Nenek Zian meninggal. yaitu disaat mereka tengah menempuh pendidikan SMP. Namun, untuk pertama kalinya. dia melihat, Anak kecil yang dia urus dan kasihani. telah tumbuh dengan tubuh yang bagus dan tinggi. telah memiliki wajah yang sangat tampan dan manis. kumis tipis di bawah hidung nya. dan alis yang sangat tebal itu, membuat Zian terlihat sangat tampan.


Lea juga melihat ke arah, anak perempuan yang memiliki wajah tidak jauh dari Zian. Ya itu pasti Zani? Gadis cantik dengan kulit berwarna kuning Langsat. dengan alis hitam tersusun rapi. membuat Gadis dengan balutan Hijab putih itu terlihat sangat Cantik.


Lea tersenyum di balik Cadar nya. walau tidak ada yang menyadari senyum nya.


dan walau tidak ada yang tahu? Jika dia lah yang tengah mereka ributkan.


"Maaf kan Om Zian, Tapi Om sangat mencintai dia, Om harap kamu bisa mengerti. dan kalian semua juga bisa memahami apa yang aku ambil" Jawab Danu.


"Dasar bedebah!" Ucap Angga seraya hendak melayangkan bogem mentah ke wajah Danu.


Namun, dengan sekuat tenaga di tahan oleh istrinya.


"Angga, untuk pertama kalinya aku melihat. kau hendak memukulku? apa yang telah aku lakukan? sampai membuat mu begitu marah Angga? apa kah aku salah telah menikahi dan mencintai istri ku sendiri? Bukan kah kau yang telah menjodohkan nya dengan ku? Bukan kah kau telah merancang skenario. sedemikian rupa hingga membuatku sempat patah hati? bukan kau sendiri yang menyiapkan semua keperluan pertunangan ku? lantas, mengapa kau marah?" Jawab Danu


Kini, semua mata tertuju pada Angga. bukan hanya Sari istrinya. melainkan Sindi dan juga yang lain. termasuk Zian dan Zani. mereka menatap Angga dengan penuh tanya?


"Apa yang kau katakan? sejak kapan aku menjodohkan mu dengan wanita itu? jangan mengada Ngada kau Danu, jangan menjadikan ku kambing hitam. untuk menutup perbuatan kotor mu!" Ucap Angga.


"Angga, apa kau lupa. jika kau sendiri yang telah menjodohkan kan dia dengan ku? bahkan kau Sari, kau juga ikut andil dalam perjodohan ini. apa kalian sudah Lupa?" Jawab Danu. yang sontak membuat Sari ikut terkejut.


Kini semua mata juga tertuju pada Sari.


"Sari, apa benar yang Danu katakan?" Tanya Sindi pada Sari.


"Tidak, Demi Allah Sindi. aku tidak tahu apa yang Danu katakan" Jawab Sari seraya menggeleng kan kepala nya.


"Ada apa ini? mengapa kalian melupakan kejadian hari itu. bahkan di rumah ini kalian melamar kan dia untuk ku" Jawab Danu.


Perkataan Danu sontak membuat semua nya heran, termasuk Sindi. karna di rumah ini hanya ada satu pertunangan. Yaitu pertunangan Danu dan Lea.


"Apa yang kau katakan?" Tanya Sari yang mulai curiga dengan ucapan Danu.


"Sebuah kebenaran" Jawab Danu.


"Di rumah ini, hanya ada satu kali pertunangan. Yaitu pertunangan mu dengan Lea?" Ucap Sindi


"Ya, itu memang benar" Jawab Danu.


"Tunggu, apa jangan jangan dia...?" Tanya Angga.


Danu tersenyum, hingga.


"Ya, dia adalah Lea. dia istriku. yang aku nikahi dan kalian jodohkan dengan ku. dia adalah wanita yang sangat aku Cintai. dia adalah wanita yang jauh lebih berarti dari hidup ku. dia lah wanita yang kalian kira. aku telah membunuhnya" Jawab Danu. seraya mencium lengan Lea


Yang membuat semua orang sangat terkejut. Sari dan Sindi sampai menutup mulut nya. bahkan Zani sampai melebarkan matanya. mereka semua menatap ke arah Lea.


.....................................