
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang dan jauh, kami pun akhirnya sampai di rumah. Rasa lelah berhasil membuat tubuh kami berasa lemas.
"Lea, kakak mau langsung ke kamar ya. Mau istirahat dulu" ucap kak Sindi berlalu masuk ke kamar nya.
aku pun berjalan ke kamar ku, dan langsung membaringkan tubuhku di atas kasur empuk ini. Tanpa ku sadar. Aku pun terlelap. Dan tertidur. Hingga aku di bangunkan dengan suara notifikasi dari ponsel ku.
ku buka ponsel ku. Rupanya notifikasi dari Instagram ku. Lekas ku buka dan ternyata sebuah pesan masuk dari mas Rehan. Rupanya dia menyadari aku memberinya like. Dan langsung mengirimkan pesan ke laman Instagram milikku.
"apa kamu Lea?
Tidak ku balas pesan itu, biarkan saja dia larut dengan pikiran nya. Ku lihat jam rupanya sudah pukul delapan malam. Lekas ku kirim pesan kepada anak buah ku itu. Dan meminta mereka menemui ku di sebuah cafe di dekat sini.
aku pun segera bersiap. Setelah mandi aku langsung mengenakan pakaian ku. Dan berjalan ke arah garasi. Ku ambil kunci dan melajukan mobil kesayangan ku ini. Ya, aku sangat menyayangi mobil ini. Karna ini adalah mobil pertama ku.
15 kemudian....
Aku pun sampai di cafe yang sudah ku janjikan itu. Rupanya 4 lelaki yang biasa ku bayar sudah menunggu ku di sini.
"Maaf telat" ucapku kala mereka mempersilahkan ku untuk duduk.
"Tidak apa Bu" jawab seorang dari mereka.
"Saya ada tugas untuk kalian, apa kalian bisa melaksanakan nya dengan benar?" Ucapku.
Meraka saling tatap. Hingga mengiyakan ucapan ku.
"Bagus, karna saya tidak suka penolakan. Kalian ingat kampung dimana kalian menculik Jalu dulu?" Ucapku.
"Iya Bu, ada apa dengan kampung itu?" Jawab lelaki di hadapan ku.
"Kampung itu dulunya adalah kampung saya, namun manusia di sana sangat tidak berbudi dan berhati, mereka membiarkan jasad ibu dan Ayah saya. Mereka tidak berucap bela sungkawa sama sekali. Atau berduka atas kematian orang tau saya. Saya mau kalian membuat perhitungan pada semua warga disana, terserah dengan cara apa? Saya hanya mau. Nama baik kedua orang tua saya kembali wangi. Dan mereka menghargai kedua orang tua saya itu!" Ucapku.
"Maaf Bu, maksud ibu memberi pelajaran itu seperti apa?" Jawab nya.
"Buat mereka semua kesusahan dalam ekonomi. Agar mereka mau berhutang pada saya. Dan akhirnya mereka terlilit hutang yang besar, dengan begitu saya bisa membalaskan dendam saya pada mereka" ucapku menjelaskan.
"Baik Bu, kami mengerti." Jawabnya.
"Bagus, terserah kalian mau menghancurkan kebun atau membuat mereka kehilangan pekerjaan. Yang terpenting mereka banyak berhutang pada saya. Dan ingat! Jangan sampai kalian menyebutkan nama saya" ucapku.
"Baik Bu" jawabnya.
Setelah selesai dengan urusan ku dengan mereka. Aku pergi untuk menuju rumah makan milik ku. Sudah hampir 10 hari ini. Aku tidak mengunjungi rumah makan milik ku itu. Sekitar 15 menit di perjalanan. Aku pun tiba di sebuah rumah makan yang menjadi kebanggaan bagiku.
Bagaimana tidak, walau modal yang ku pakai untuk membangun rumah makan ini dari uang haram ku. Namun penghasilan di rumah makan ini adalah uang halal.
"Bu" ucap karyawan ku kala aku masuk ke rumah makan ini.
Ku lihat ada banyak pengunjung. Baguslah. Itu tandanya pelanggan puas dengan pelayanan dan makanan di rumah makan ku ini.
"Bagaimana pak Akbar, perkembangan di rumah makan ini?" Tanyaku pada manager ku.
"Semua nya berjalan baik Bu, malah kita mendapat peningkatan yang cukup tinggi" jawabnya.
"Wah bagus itu, apa kita perlu mengeluarkan menu baru?" Ucapnya
"Itu lebih bagus Bu, apa ibu ada ide menu baru untuk di rumah makan kita ini?" Jawabnya.
"Eemm, kalau rawon bagaimana? Beberapa hari yang lalu saya pergi ke pelosok Jawa. Dan saya makan dengan rawon. Itu rasanya sangat enak. Ya, tinggal di inovasi kan agar nampak lebih menarik gitu. Dan beri promo untuk menu baru kita itu. Agar para pelanggan tertarik dan mencobanya" ucapku.
"Wah, ide bagus Bu. Kebetulan disini belum terlalu banyak yang menyajikan rawon." Jawabnya.
"Iya bagus, nanti pak Akbar bicara dengan juru masak nya. Tanya apa dia pasih dalam memasak rawon." Ucapku.
"Tolong minta pelayan antarkan lemon tea dan nasi goreng seafood kesini ya pak" ucapku.
"Baik Bu, kalau begitu saya permisi Bu" jawabnya seraya pergi ke luar ruangan.
Aku senang mendengar penuturan pak Akbar. Yang mengatakan bahwa rumah makan ku ini melonjak tinggi dalam penjualan nya. Itu artinya aku akan mendapat keuntungan yang besar di tahun ini.
Aku akan menambah usaha. Walau aku belum tahu mau membuka usaha baru apa? Namun aku akan mengembangkan ide ide usaha baru.
Pendidikan tidak lah penting. Karna yang terpenting adalah uang. Lihat lah aku. Walau aku hanya lulusan sekolah dasar(SD)
Dengan banyak nya uang yang ku punya. Aku di hargai dan di segani oleh banyak orang. Bahkan aku bisa membuka usaha rumah makan dan memiliki rumah yang bagus.
Setelah menyantap hidangan yang ku pesan tadi. Aku pun memutuskan untuk pergi berbelanja ke mall. Karna kebetulan aku sedang ingin jalan jalan di mall.
[Lea kamu dimana?]
Sebuah pesan masuk dari kak Sindi.
[Tadi aku habis mampir ke rumah makan ku kak, dan sekarang dalam perjalanan mau ke mall. Pingin belanja tadi aku mau ajak kakak. Ku lihat kakak sedang pulas tidur] jawabku.
[Iya, kakak cape banget. Jadi sampai pules banget tidurnya] balasnya.
[Iya kak, kakak mau ikut aku ke mall atau gimana? Kalau mau ikut nanti aku jemput?] Jawabku.
[Tidak usah lah Lea, kakak mau istirahat saja. Kakak titip parpum saja ya. Parpum kakak hampir habis] balasnya.
[Oke kak, ada lagi?] Jawabku.
[Tidak, itu aja kalau pulang bawain KPC ya, kakak lagi ingin makan ayam crispy] balasnya.
[Oke,] jawabku.
Setelah membalas pesan kak Sindi. Aku pun melajukan mobilku kembali. Hingga beberapa menit kemudian. Mobilku sampai di lobi mall yang ku tuju.
Setelah memarkirkan kendaraan ku itu. Aku langsung memburu beberapa pakaian tas dan sepatu. Tak lupa aku juga membeli parpum yang di pesan kak Sindi. Dan aku juga membeli beberapa parpum untuk ku.
Saat tengah membayar parpum milik ku. Tiba tiba ada sebuah tangan yang menyentuh pundak ku. Yang membuat ku kaget.
"Lea" ucap lelaki yang ku kenal.
"Om Roy?" Jawabku kala mengetahui bahwa om Roy yang berada di belakang ku.
"Sedang belanja?" Ucapnya.
"Iya om, om sendiri sedang apa disini," jawabku.
"Saya habis membeli mainan untuk anak anak saya. Dan membeli pesanan istri saya" ucapnya.
Ya, walau pun om Roy sering sekali bermain dengan ku. Namun dia adalah suami yang sangat baik dan perhatian. Dia tidak pernah melewatkan untuk menjawab telpon dari istrinya. Awal nya ku kira bahwa om Roy lelaki yang bajingan. Namun rupanya. Mengapa dia berlari padaku. Untuk memuaskan nafsunya itu. Karna istrinya kepergok selingkuh dengan teman nya sendiri.
Karna om Roy tidak mau mengecewakan ibunya. Yang telah menjodohkan dirinya dengan istrinya itu. Om Roy berpura pura tidak tahu hubungan istrinya dengan teman nya itu. .
"Oh iya om" jawabku.
"Habis dari sini kamu mau kemana lagi?" Ucapnya
"Mau cari makan. Pesanan kakak saya om" jawabku.
"Kita bareng saja yu" ucapnya.
"Wah boleh deh" jawabku.