HIJRAH

HIJRAH
2. Mimpi


Kini yang terlihat dimatanya hanyalah penyesalan..penyesalan yang sangat mendalam,,ia pun bangkit dan berjalan menyusuri setiap sudut rumahnya..tanpa terlihat oleh siapapun yang ada di sana ..ia melihat banyak sekali karangan bunga yang berjejer rapi di halaman belakang rumahnya..tentu saja,pasti banyak yg mengucap bela sungkawa mengingat kolega ayahnya yg tak terhitung banyaknya.


salah satu yang ia lihat tertulis.."TURUT BERDUKA CITA" DINARA FERDINANRY, DARI ELEMENTARY GRUP."


Benar benar tak terlihat teman -teman yang sering mengajaknya bersenang-senang di club' setiap malam,tak terlihat pula kekasihnya yang selama ini selalu mengekor kemanapun Dina pergi,..dan ia pun baru menyadari bahwa mereka semua ternyata adalah pembohong dan penjilat yang selama ini memanfaatkannya,


meskipun hubungan dengan kekasihnya tanpa ada perasaan apapun,,tapi harusnya dengan status pacar setidaknya peduli dengan apa yang dialaminya saat ini.


"Kenapa saat seperti ini aku baru mengerti,kenapa setelah aku melihat diriku meninggal aku baru menyadarinya.."ucapnya lirih penuh penyesalan..dengan air mata yang terus mengalir.


"namun semua sudah tidak berarti...semua sudah seperti ini,ujarnya lagi.


lalu tiba-tiba kepalanya terasa sakit,Dina pun jatuh sampai terlentang dilantai belakang rumahnya itu,,ia pun berucap lirih.."ya Tuhan,,ampuni aku..aku janji akan berubah jika ini adalah mimpi.."janjinya penuh harap.


*


*


*


Samar-samar ia mendengar lantunan ayat suci di telinganya..matanya pun mulai terbuka dan melihat sekeliling,Asing.. pikirnya,


"ada dimana aku ini"??tanyanya dalam hati.


"Dina,kamu sudah sadar"?tanya seseorang padanya,,yaitu ibunya dina.ia terlihat sangat senang melihat putrinya membuka matanya.


namun Dina hanya bisa melihat tanpa menjawab pertanyaan ibunya.


ternyata ibunyalah yang melantunkan ayat ayat suci yang tadi didengarnya samar samar.


ibunya Dina langsung memangil dokter agar memeriksa keadaan anaknya..dokter pun langsung masuk keruangan ICU dan mulai memeriksa Dina.."Tolong ibu keluar dulu,biarkan dokter memeriksa nona Dina" ujar salah satu perawat yg datang bersama dokter tadi.


selang beberapa menit dokter pun keluar dari ruang ICU,,nyonya Sinta pun langsung menanyakan keadaan putrinya pada dokter herman.dokter Herman pun mengatakan bahwa Dina sudah sepenuhnya sadar dari komanya,,hanya saja kondisiny masih sangat lemah karena kecelakaan yang menimpanya itu.


Dina pun harus menjalani beberapa pemeriksaan dalam,agar dokter bisa mengetahui dengan pasti keadaannya..dokter Herman pun pamit,dan juga berpesan pada nyonya Sinta agar jangan menanyakan apa apa mengenai kecelakaan itu,karena takut mengganggu kondisi mentalnya.


nyonya Sinta pun langsung masuk keruangan ICU,Dina yang melihat ibunya datang pun langsung tersenyum sangat manis...ibunya merasa sangat lega karena bisa melihat putrinya sudah sadar dan sudah bisa tersenyum.


*


*


*


"Bu,aku ada dimana..??"tanya Dina dengan suara pelan hampir tak terdengar.


"Dina,kamu sekarang ada dirumah sakit nak,,.jawab ibunya sambil mengusap dan mengecup kening Dina.


ia tak menyangka putrinya bisa bersikap manis padanya setelah pertengkaran mereka terakhir kali.


"Bu,maafkan Dina Bu..Dina,


"nak,..ibu tau..sudah sekarang kamu harus banyak istirahat biar cepat pulih dan kita bisa berkumpul kembali dirumah...ucap nyonya Sinta.


*


*


*


*