
Kembali ke kediaman Yavuz
Di ruang utama Keluarga.
Dan Yavuz seketika menegang saat dia mendengar satu suara yang sangat dia kenal memanggil namanya, bola matanya membulat dengan sempurna saat dia menatap sosok wanita yang berdiri di ambang antara pintu bagian ruang tengah menuju ke arah dapur.
"Mom?"
bayangkan bagaimana ekspresi Yavuz ini, kapan mommy nya masuk ke dalam rumah tersebut? dia pikir tidak melihat wanita itu masuk tadinya karena itu dia berusaha untuk mengejar langkah daddy nya, rupanya siapa sangka Sang mommy bergerak dengan cepat menuju ke arah dapur lebih dulu seolah-olah tahu daerah mana saja yang seharusnya dia jelajahi untuk mencari tahu keberadaan seseorang di jam seperti ini.
Saat wanita itu berkata Kau menyembunyikan calon istri mu di sini, dia sadar jika perempuan tersebut pasti telah menemukan dan melihat Jessica di belakang sana. dan benar saja tiba-tiba Jessica muncul dari arah dapur dengan perasaan bingung, menatap dirinya dan mengikuti langkah mommy Yavuz dengan ekspresi yang sedikit gelagapan.
Seolah-olah saat mendengar jika dia adalah calon istri laki-laki tersebut dia ingin berusaha protes dan berkata ini salah paham, dia bukan calon istri Yavuz putra dari wanita tersebut.
"bagaimana bisa kau menyembunyikan calon istrimu di sini dan tidak memperkenalkannya pada kami?"
kembali wanita tersebut bicara dan menatap putranya dengan perasaan kesal.
"bahkan kau menghamili nya tanpa menikahinya?"
dan kali ini wanita tersebut mengeram ke arah putranya, ingin sekali dia memukul kepala laki-laki tersebut karena rasa kesal yang menggebu-gebu di dalam hatinya.
dan jelas aja apa yang diucapkan wanita itu membuat Jessica sedikit gelebakan dan berusaha mendekati wanita tersebut dengan cepat.
"Untie ini salah paham"
Ucap Jessica panik, dia berusaha menyentuh lengan mommy Yavuz, ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
Saat Yavuz memanggil wanita tersebut dengan kata Mom, dia menyimpulkan jika wanita itu adalah ibu dari laki-laki yang membantunya itu.
Dan Jessica jelas cukup kasihan pada Yavuz jika ibu dan ayah laki-laki tersebut salah paham dan menganggap putra mereka telah melakukan hal yang mengerikan kepada seorang perempuan yaitu dia, menghamili, membawa kerumah nya dan tidak menikahinya.
Padahal laki-laki itu hanya berniat untuk membantunya, dia pikir bagaimana bisa kehadiran diri nya malah menyebabkan kesalahpahaman besar dan membuat kedua orang tua Yavuz bakal menghajar laki-laki tersebut karena kesalahpahaman yang terjadi.
Dia benar-benar merasa bersalah, berusaha untuk meluruskan pandangan mommy Yavuz.
Tapi rupanya alih-alih mampu menjelaskan nya, wanita tersebut malah bergerak mendekati Yavuz dan mengambil sebuah kemoceng yang dibawa pelayan rumah yang saat ini sedang membersihkan beberapa bagian perabot rumah dan lemari.
Bayangkan bagaimana ekspresi semua orang saat melihat hal tersebut, bahkan wajah Yavuz seketika langsung berubah ekspresi nya saking terkejutnya.
Yavuz seketika tercekat, berusaha mundur beberapa langkah dari posisi nya dan nyatanya wanita tersebut bergerak dengan begitu cepat dan percayalah Yavuz seketika terkejut ketika rasa panas menghantam bagian lengannya di mana dia berusaha untuk melindungi tubuhnya dari wanita paruh baya lebih tersebut.
Meksipun dia tidak memiliki ketakutan pada siapapun, baginya satu-satunya orang yang dia takuti di dunia ini adalah wanita tersebut, orang yang telah berjasa banyak di dalam hidupnya, sejak dia belum hadir di muka bumi ini hingga hari ini, sosok yang rela mengorbankan banyak kehidupan nya untuk kehidupan nya, bahkan kehilangan banyak hal hanya untuk merawat dan mencintai nya dengan begitu tulus.
Dari hamil, melahirkan hingga memutuskan ribuan urat di tubuh nya, menyusui bahkan merawat dirinya hingga setua ini.
"Mom...akhkkkk mom..."
dan bayangkan bagaimana rasanya rotan kemoceng menghantam lengannya, sungguh luar biasa nyeri dan perih, membuat yavuz meringis, sebenarnya tidak semua pukulan terasa sakit, tapi tetap saja beberapa kali kesempatan cukup membuat kulitnya nyeri.
"Mom....oh ya Tuhan, mom ...ini kesalahpahaman"
Yavuz terus meringis dan berteriak Sembari merengek seperti anak kecil, menampilkan sisi manja nya pada sang mommy nya.
Alih-alih mendengarkan rengekan putra nya, wanita tersebut terus memukul Yavuz dengan perasaan kesal, dia pikir bagaimana bisa laki-laki tersebut membohongi dirinya dan berkata dia tidak memiliki kekasih selama ini.
mereka mencoba untuk menjodohkan laki-laki tersebut berkali-kali tapi selalu ditolak dan ternyata laki-laki itu memiliki seorang gadis cantik yang dibawa ke rumahnya hingga hamil.
"Ini sangat keterlaluan sekali, kau menyembunyikan calon menantu Ku, calon cucu ku dan sekarang berkata ini tidak seperti yang mommy bayangkan"
Dan Jessica yang melihat hal tersebut jelas saja kelabakan dan dia merasa begitu kasihan terhadap Yavuz.
"Untie jangan lakukan lagi, itu sakit, benar-benar sakit, maafkan aku...."
Dia mencoba menahan gerakan tangan mommy Yavuz, terlihat begitu panik, bola mata nya terlihat berkaca-kaca.
Meskipun dia mencoba menahan gerakan tangan wanita tersebut nyata nya mommy Yavuz sama sekali tidak ingin melepas pukulan dari Yavuz, rasanya wanita tersebut masih merasa kesal dengan putra nya.
Daddy Yavuz juga gelagapan, mencoba menahan istri nya agar tidak memukul putranya lagi.
"Sayang please jangan lakukan ini, tenang lah"
"Tidak bisa, dia benar-benar membuat ku kesal"
Bayangkan bagaimana situasi saat ini, semua benar-benar terlihat kacau, dimana mommy Yavuz enggan melepaskan putranya sedangkan Yavuz terus mengangkat kaki dan tangan nya karena rasa nyeri atas pukulan mommy nya, sedangkan daddy Yavuz berusaha menahan gerakan tangan istrinya.
Semua sungguh-sungguh kacau.