
Tiffany terlihat ikut mengerut kan kening nya saat bibi pelayan berkata soal nona muda.
Siapa?!.
Dia membatin, melirik kearah Dru kemudian ke arah Xia. Nyata nya Dru tidak melihat kearah diri nya tapi kak Xia nya menoleh ke arah diri nya untuk beberapa waktu, tatapan mata perempuan tersebut agak sedikit aneh diikuti oleh tatapan mata suami perempuan tersebut.
Dan sepersekian detik kemudian Seolah-olah kepanikan menerjang, Dru langsung bergegas bergerak dari posisi nya dan mencoba untuk menghubungi seseorang dari handphone nya, laki-laki tersebut meninggalkan meja makan dan terlihat gusar dengan keadaan.
"Aku pikir ini tidak baik, dia selalu saja mengganggu mommy dan Dru"
Raut wajah Xia menampilkan ekspresi tidak suka, seperti nya perempuan itu tahu soal sesuatu.
"Heidi selalu seperti itu, satu hari ini akan jadi masalah besar dan batu sandungan untuk Dru, seharusnya mommy lebih tegas dengan dia"
Perempuan tersebut terus bicara, Seolah-olah kehilangan selera makan nya secara tiba-tiba.
Mommy Lana lan terlihat ikut panik, mendengar ucapan xia Wanita tersebut langsung mengerutkan keningnya.
"Sayang kenapa selalu bersikap buruk pada nya? dia tidak seburuk apa yang kamu pikirkan"
Wanita itu bicara, mencoba untuk meredam kekesalan di wajah putri nya
"Aku tidak bersikap buruk, tapi karakteristik gadis seperti itu lamban laut akan menyusahkan banyak orang, aku bilang minta dia berhenti membuat kak Dru terus merasa bersalah pada nya, itu akan semakin menyulitkan kehidupan kak Dru ke depan nya"
Heidi Klum, gadis yang menjadi tanggungjawab keluarga Xavier sejak dulu kala. Tiffany tahu betul nama gadis tersebut, dan sedikit banyak pula tahu kisah nya tapi tidak begitu paham bagaimana orang nya dan dia pernah tidak sengaja melihat nya di satu acara dimana keluarga Xavier membawa nya. Kala itu kalau tidak salah dia masih duduk di bangku SMA.
Tiffany mengabaikan pembicaraan anak dan ibu tersebut, memilih melirik kearah Dru, bisa dia lihat Dru tampak bicara dengan seseorang di ujung sana, begitu serius menampilkan ekspresi wajah tidak baik-baik nya, ini pertama kali dia melihat suaminya sejak dulu sebelum menikah hingga mereka menikah sekarang laki-laki tersebut begitu panik dan takut.
"Jangan berdebat soal hal yang tidak begitu penting, sayang"
Suami Xia berusaha untuk meredam kekesalan istri nya, seakan-akan tahu apa yang di pikirkan istri nya tersebut.
"ini bukan soal perdebatan tapi aku sedang berusaha untuk mengingatkan"
perempuan tersebut bicara, menatap ke arah suami nya sembari mencoba untuk menarik kasar nafasnya, tidak tahu kenapa tapi tiba-tiba saja mood boosternya pagi ini langsung hancur berantakan.
Defina yang melihat mood kakak sepupu nya yang memburuk langsung menggenggam orang telapak tangan Xia dari arah bawah meja, meminta Perempuan itu untuk meredam kekesalan nya.
Dia tahu perempuan tersebut tidak suka dengan apa yang dia dengar pagi ini.
"Gadis itu sedang pura-pura mencari perhatian atas rasa bersalah Dru, dia sedang cemburu dengan pernikahan Dru"
Lanjut xia lagi kemudian membuang pandangannya.
Dan Tiffany hanya bisa membungkam mulut nya tanpa berani mengeluarkan suaranya.