The Betrayal

The Betrayal
Berita yang tertunda


Swiss


jelang tengah malam.


Setelah melewati perjalanan cukup panjang Paris-swiss pada akhirnya sepasang pengantin baru tiba di the royal penthouse suit presiden Wilson hotel. Dru sengaja memilih tempat tersebut untuk mereka menghabiskan bulan madu bersama, selain tempat nya memang sangat rekomen, ada hal yang harus dia lakukan di sekitar sana.


Royal Penthouse Suite di President Wilson


Hotel, Jenewa, Swiss dinobatkan sebagai


kamar suite hotel paling mahal di dunia. Tarif


menginap satu malam di Royal Penthouse


Suite ini mencapai 60.000 poundsterling atau


setara Rp 1,2 miliyar.


Tempat memililiki reputasi sebagai yang terluas


di Eropa dan termewah di dunia. Bahkan


pernah disebut sebagai 'World's Leading Hotel


Suite' (Kamar Suite Hotel Terbaik di Dunia) oleh


penghargaan bergengsi World Travel Awards.


Yang membuat dia memilih tempat tersebut karena di sana hanya ada 12 kamar tidur di Royal Penthouse Suite. Semua dilengkapi dengan balkon yang memiliki pemandangan Danau dan Gunung Mont Blanc.


Ada pula kamar mandi yang dilapisi marmer di


setiap kamar. Fasilitas lain di Royal Penthouse


Suite adalah satu grand piano Steinway, meja


biliar Brunswick dari tahun 1930, koleksi buku


dan karya seni langka, pusat kebugaran privat,


jacuzzi, brangkas besar, bioskop mini, dan mini


bar.


Dia tahu jika Tiffany paling suka suasana yang seperti itu juga, jadi sangat tepat dia memilih pilihan tersebut untuk mereka menginap.


"Tuan?"


sang supir menundukkan kepalanya, masih berada didalam mobil mereka, menunggu respon tuan nya apakah perlu membangunkan sang nona muda saat ini mengingat mereka telah tiba di tempat tujuan mereka.


Dru jelas saja langsung meletakkan jari telunjuk nya pada ujung bibirnya, tidak membiarkan sang sopir untuk membuat sedikit keributan diantara mereka, laki-laki tersebut menggelengkan kepala nya seolah-olah memberikan kode jika dia memutuskan untuk membawa istrinya sendiri dan menggendong nya menuju ke arah kamar mereka.


Dan seakan-akan paham dengan kode yang diberikan tuan nya laki-laki tersebut hanya mengangguk kan kepalanya, bergerak cepat turun dari mobil tersebut kemudian bergegas berjalan memutar menuju kearah pintu mobil di mana Dru berada.


Klikk.


begitu pintu terbuka, Dru secara perlahan meraih tubuh Tiffany, membiarkan sang istri menenggelamkan diri kedalam pelukan nya secara perlahan. Laki-laki tersebut turun dengan sangat hati-hati, takut membangunkan istri nya saat ini.


Begitu dia turun dari mobil nya, Dru secara perlahan berjalan menuju ke arah pintu masuk the penthouse suit presiden Wilson hotel dihadapan mereka, membiarkan diri membawa sang istri kedalam pelukan nya. Beberapa pelayan terlihat telah mempersiapkan diri menyambut mereka, menundukkan kepala mereka pada tamu VVIP istimewa tersebut yang jelas sudah mereka ketahui siapa.


"Sir..."


Seorang laki-laki hampir paruh baya bergerak mendekati Dru, bisa di ketahui jika laki-laki tersebut merupakan pimpinan pengawas dari tempat itu.


Laki-laki paruh baya itu bergegas bergerak mendahului Dru, membiarkan seseorang membuka pintu elevator agar tidak menyulitkan Dru untuk bergerak, dua pelayan membawa koper milik Dru dan Tiffany kemudian satu pelayan mengikuti langkah Dru dengan cepat untuk membawa nya menuju ke lantai atas diikuti laki-laki paruh baya tadi.


Begitu mereka tiba di lantai atas, satu pelayan telah membuka pintu kamar milik Dru dan Tiffany, membiarkan Dru meletakkan istri nya kedalam kamar royal penthouse suit tersebut.


Setelah dia meletakkan Tiffany secara perlahan di sana, Dru menutup pintu kamar dengan hati-hati, kemudian dia menatap laki-laki paruh baya yang mengikuti langkah nya tersebut dimanan pelayan lain nya telah pergi.


"Aku pikir anda butuh membersihkan diri lebih dulu dan beristirahat"


Laki-laki tua itu bicara sambil menundukkan kepalanya.


"Katakan pada ku, apa berita nya? aku cukup tidak tenang selama di perjalanan karena mendengar sedikit berita yang masih simpang-siur"


Dru bicara cepat, seolah-olah dia menunggu satu berita penting yang masih terpending untuk diri nya sejak kemarin.


"Ini sedikit berat"


Laki-laki dihadapan Dru kali ini bicara sambil menatap dalam bola mata Dru"


"Katakan lah"


Ucap Dru kemudian.


"Ini tentang berita kematian tuan Julius"


Dan saat laki-laki tersebut berkata begitu, Dru langsung mengerat kan rahang nya untuk beberapa waktu.