The Betrayal

The Betrayal
Tidak akan bergerak tanpa bukti yang kuat


Disisi lain,


Kantor polisi xxxxxxx,


pusat kota,


Paris.


Laki-laki berkumis tersebut bergerak berjalan dengan tidak sabaran masuk ke arah dalam kantor polisi xxxxxxx pusat kota Paris tersebut, dia berhenti di hadapan beberapa orang sembari melemparkan berkas keatas meja. Setelah melemparkan berkas tersebut di atas meja laki-laki itu tampak berkacak pinggang untuk beberapa waktu sembari dia berkata.


"ini adalah surat penangkapan dari Dru putra Xavier, laki-laki tersebut akan tiba di bandara besok pagi pastikan dia tidak akan pernah menginjak kakinya di rumahnya sendiri lagi." ucap laki-laki tersebut dengan cepat sembari dia menatap sosok laki-laki lain yang ada di hadapannya.


"aku tidak ingin mendengar kata gagal saat besok untuk laki-laki tersebut, dan aku tidak ingin ada pembangkangan perintah sedikitpun karena penangkapan ini telah diterbitkan beberapa hari yang lalu sejak di Jepang." lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.


laki-laki yang ada di hadapan laki-laki berkumis itu menaikkan ujung alisnya dia menatap laki-laki berkumis tersebut untuk beberapa waktu. Sejenak laki-laki tersebut meraih berkas yang dilemparkan oleh laki-laki berkumis tebal tersebut secara perlahan dan ingin melihat berkas apa saja yang ada di dalamnya.


"Untuk melakukan penangkapan kepada seseorang seharusnya kamu memberikan kami beberapa berkas-berkas bukti yang menjurus pada kejahatan tersangka." dan laki-laki tersebut bicara dengan cepat, cukup beberapa hari karena dia hanya mendapatkan surat perintah penangkapan tanpa ada surat yang lainnya bahkan dia tidak tahu Dru Xavier terlibat pada kasus apa.


Baginya perintah dari laki-laki berkumis tersebut terlalu tidak masuk akal untuk dirinya, dan dia tidak mungkin langsung menerimanya begitu saja.


Mendengar apa yang diucapkan oleh polisi yang ada di hadapan tersebut jelas saja membuat polisi berkumis tampak begitu marah, dia langsung mendekati meja membiarkan kedua belah tangan sedikit menggebrak meja lantas meletakkan kedua belah tangan tersebut keatas meja kerja di hadapan nya tersebut.


"Bagaimana kau berani-beraninya membantah apa yang aku ucapkan dan mempertanyakan hal yang tidak seharusnya kau pertanyakan, surat perintah ini resmi untuk menangkapnya dan kamu tidak bisa menolak atau membantah nya."polisi berkumis tersebut bicara sembari mengancam, menetap penuh intimidasi laki-laki yang ada di hadapan yaitu dimana tubuh laki-laki itu jelas tidak sebesar dan setinggi dirinya.


mendengar ancaman dari laki-laki berkumis tersebut seketika membuat polisi yang berusia sedikit muda itu langsung mendengus dengan sempurna.


"aku tidak pernah melakukan penangkapan pada penjahat tanpa tahu kejahatan apa yang dia lakukan dan bahkan untuk bekerjasama dengan polisi luar pun seharusnya ada sistem dan prosedurnya, aku tidak tahu bagaimana caramu mendapatkan surat perintah ini bagiku apa yang kau ucapkan jelas tidak masuk akal." ucap laki-laki tersebut panjang lebar, dia menatap balik laki-laki berkumis tebal di hadapan yaitu dengan tatapan tajam dan sama sekali tidak takut pada tatapan penuh intimidasi yang diberikan oleh lawannya.


"aku pikir kau cukup berani untuk menolak apa yang aku ucapkan, apakah tahu apa resikomu jika menolak keinginanku?." lagi-lagi itu mengancam sembari menatap wajah laki-laki di hadapan tersebut.