The Betrayal

The Betrayal
Dalam penjara pinggiran kota


Beberapa bulan Kemudian,


penjara xxxxxxx,


pinggiran kota, Paris.


Dru terlihat melangkah kan kakinya secara perlahan dengan langkah tegap dan pastinya, laki-laki tersebut terlihat menatap lurus ke arah depan tanpa banyak bicara. Disisi kiri dan kanan nya terlihat dua orang berjalan mengikuti langkahnya, di mana di sisi kanan adalah sang penjaga sipir sedangkan di sisi kirinya adalah seorang pengacara milik nya.


Laki-laki tersebut terus menggerakan kakinya ke arah depan dan membiarkan sang sipir di samping kanannya terus menghantam tongkat yang ada di tangannya ke arah jeruji besi yang berbaris dari ujung ke ujung di dalam penjara pinggiran kota Paris tersebut.


Setelah penangkapan yang terjadi pada Rayyana pada masa kemarin, semua antek-antek dan orang-orang yang terlibat di sekitarnya ditangkap satu persatu, bahkan orang-orang yang mencoba menjebaknya ada juga mereka pada masa lalu juga ditangkap satu persatu. Belum lagi orang-orang yang memanipulasi keadaan dalam kecelakaan malam itu termasuk para dewan direksi yang terlibat ingin merebut perusahaan milik orang tua Heidi langsung di eksekusi satu persatu dan masih sesuai dengan perintah yang diberikan oleh Dru melalui Khan dan orang-orang disekitar nya.


Butuh sedikit proses panjang memang untuk menyelesaikan semuanya dan meringkas satu persatu orang-orang yang terlibat dalam semua hal, tidak mudah memang tapi hingga pada akhirnya semua terselesaikan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Dru. Dan hal tersebut membuat semua orang mampu menarik nafas mereka dengan lega. Setidaknya semua kejahatan yang terjadi selama bertahun-tahun bisa dihancurkan.


Pada akhirnya mereka tiba pada satu bagian ruangan penjara yang ada di sisi paling ujung di mana pada akhirnya sang sipir langsung menghantam tongkat yang dipegangnya pada bagian depan jeruji besi, sontak hal tersebut membuat terkejut sang penghuni di dalamnya.


Seorang wanita yang menundukkan kepalanya dan berjongkok seketika langsung mendongakkan kepalanya dan beratap lurus ke arah depan untuk melihat kenapa sipir menghantam tongkat miliknya ke arah jeruji besi di mana dia berada. Wanita tersebut terlihat diam benar-benar lurus ke arah depan untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya wanita itu langsung membulatkan bola matanya saat dia menyadari siapa yang berdiri di depan jeriji besi di mana dia terkurung kini.


"Kau...!," Wanita tersebut bicara sembari membulatkan bola matanya dan bisa dilihat kemarahan menghantam perempuan tersebut saat dia sadar siapa sosok yang berdiri di ujung sana di depan ruangannya.


Dia dengan cepat langsung berdiri dari posisinya, wanita itu terlihat begitu marah dan bergerak menuju ke arah depan dan tanpa basa-basi dia langsung berteriak sembari kedua tangannya mencoba untuk menarik jeriji besi yang mengurung nya tersebut.


"Kau baji_ngan," Ucap wanita tersebut cepat yang tidak lain adalah Rayyana.


"Berani sekali kau datang kemari, ingin menertawakanku atas kegagalanku untuk menghancurkan kau bersama keluarga mu." Rayyana bicara sembari meninggikan suaranya, dia terlihat marah karena rencana kejahatan yang dilakukan selama ini pada akhirnya hancur berantakan tidak bersisa.