
Nyoya Lana Lan seketika membeku, dia menatap ke arah pelayanan kepercayaannya dengan tatapan tidak percaya jika perempuan itu berkhianat di dalam keluarganya bahkan perempuan itu memberikan informasi kepada Rayyana soal beberapa hal untuk menjerumuskan putranya.
"Kau sebenarnya siapa?." pada akhirnya pertanyaan tersebut terlontar dari balik bibir nyonya Lana Lan.
"Bagaimana kau-?," wanita itu menahan ucapannya dan berusaha untuk menetralisir detak jantungnya saat ini, sangat tidak percaya dengan keadaan dan dia pikir sepertinya dia hadir mengalami serangan jantung ketika mendengar pelayannya adalah seorang pengkhianat dan terlibat dalam beberapa proses penjebakan putra nya.
"Aku bener-bener tidak menyangka jika kau melakukan hal tersebut." jutaan rasa kecewa jelas mengatakan dirinya membuat wanita itu menggelengkan kepalanya.
"apakah aku pernah berlaku buruk padamu atau berbuat jahat padamu, Laila?." Dia bertanya pada perempuan di hadapannya tersebut sembari mencoba untuk duduk di atas kursi yang ada disampingnya.
"aku akan memanggil pihak kepolisian dan menjebloskan mu ke penjara, kau sendiri harus berusaha untuk mengeluarkan dirimu sendiri dari jeratan hukum.' Tuan Tristan melanjutkan perkataannya dan mengabaikan ucapan istrinya kepada sang pelayan tersebut karena dia tahu ucapan-ucapan lembut seperti itu jelas percuma dilontarkan, sekalinya kejahatan terjadi akan sangat sulit sekali untuk menghentikannya apalagi orang-orang tersebut bekerja demi uang.
Mendengar apa yang diucapkan oleh majikannya tersebut seketika membuat perempuan itu terkejut setengah mati, dia membelalakkan bola matanya dan dengan cepat berusaha untuk bersimpuh di bawah kaki tuan Tristan.
"Aku benar-benar minta maaf tuan, aku khilaf melakukannya dan bekerja sama dengan Rayyana, aku membutuhkan uangnya dan aku dibutakan oleh keadaan," dia terus bersimpuh di bawah kaki sang Tuhannya tersebut meminta agar laki-laki itu tidak memenjarakan dirinya, dia mengeluarkan air matanya dan memohon dengan sangat.
"Nyonya sungguh maafkan aku." bahkan dia bersimpuh bergantian di kaki sang nyonya, dia memohon agar kedua orang tersebut membebaskan dirinya dan tidak menjebloskannya ke penjara.
"Setelah semua nya bagaimana bisa kamu seperti orang yang tidak memiliki salah meminta maaf dan meminta kami untuk tidak menjebloskan kamu penjara?." Nyonya Lana lan terlihat begitu marah kepada sang pelayan yang tersebut di mana dia mencoba untuk menyingkirkan kakinya dari simpuhan yang dilakukan oleh sang pelayan.
Beberapa pelayan lainnya terlihat diam dalam seribu bahasa mereka jelas saja takut dan cukup terkejut dengan keadaan ini, terkejut tidak menyangka jika teman seperjuangan mereka melakukan hal yang sangat memalukan demi uang, dan mereka takut jika tuan mereka akan melakukan hal di luar batasan, mereka tahu jika laki-laki itu saat marah bisa melakukan apapun dengan cara yang tidak terduga, badan laki-laki itu tidak akan mau memberikan kesempatan berikutnya kepada orang yang telah mengkhianati dirinya dan mereka pernah melihat betapa marahnya laki-laki tersebut di masa lalu ketika laki-laki itu tahu ada orang yang mencoba untuk mencari gara-gara terhadap sang tuan nya tersebut.
"kau yang telah mengirimkan bukti-bukti barang seolah-olah Dru terlibat dalam kecelakaan yang menimpa tuan Jourdan, apa kamu pikir aku masih bisa memaafkanmu atas apa yang kau lakukan saat ini?." Dan saat tuan Tristan mempertanyakan hal tersebut seketika membuat pelayan itu menelan salivanya secara perlahan.