The Betrayal

The Betrayal
Sejuta tanya


Masih di kediaman Yavuz


Ruang khusus keluarga.


Jessica terlihat menggenggam erat telapak tangan nya dengan perasaan gelisah ketika mommy dan daddy Yavuz menatap dirinya lekat, menanyakan soal beberapa hal sembari sesekali menatap kearah perut nya.


Tawaran laki-laki tersebut membuat dia gelisah, terlalu berlebihan dan terlalu banyak menguntung kan diri nya, dan dia takut Yavuz merasa terbebani atas kehidupan dia dan anak nya, tidak gampang pasti memberikan tanggung jawab pada perempuan hamil apalagi nanti Yavuz akan mempertanggung jawab kan semua soal dirinya dan bayi nya.


"Jadi kalian sudah lama saling mengenal?"


Mommy Yavuz bertanya, ingin tahu kapan mereka pertama kali mereka saling mengenal.


"Itu..."


Dia ingin menjawab tapi cukup bingung.


"Aku lupa mom kapan pastinya, tapi yang jelas kami bertemu di Indonesia, dan kejadian nya saat aku melakukan pertemuan dengan investor asing disana"


Dan Yavuz menyela ucapan nya, laki-laki tersebut tahu pertanyaan mommy nya akan merambah kemana-mana, dia tidak mau mommy nya terlalu panjang menanyakan ini dan itu, karena itu dia lebih suka langsung menjawab pada intinya. dan jelas saja apa yang diucapkan Yavuz membuat Jessica langsung menoleh kearah nya dan mengerutkan keningnya.


"Eh?"


Dia pikir bagaimana bisa Yavuz menyusun naskah dengan begitu apik, Indonesia? dia belum pernah bilang dia pernah tinggal di sana.


"Itu berarti Cukup lama, kau benar-benar membuat mommy marah, selama itu kalian saling mengenal tapi tidak pernah memperkenalkan Jessica pada kami"


Mommy Yavuz jelas kesal, tidak menyangka jika putra nya mengenal perempuan itu cukup lama, saat dia Mendesak laki-laki itu agar menikah, Yavuz hanya berkata tunggu sebentar lagi tapi putra nya tidak kunjung memperkenalkan kekasihnya.


Dia yang gelisah karena gosip gay Yavuz terus memutar otak bagaimana cara nya bisa menikahkan Yavuz dengan siapapun yang di anggap nya cocok untuk putra nya, nyatanya laki-laki tersebut sama sekali tidak tertarik pada siapapun yang di pilihkan oleh dia atau suami nya.


Dan kini bayang kan bagaimana terkejut nya dia saat tahu Yavuz membawa perempuan muda di kediaman nya bahkan perempuan itu tengah hamil tidak tanggung-tanggung, 6 bulan.


"Kau... benar-benar...."


"bagaimana bisa kami tertipu, kau benar-benar Yavuz..."


Dia tidak bisa melanjutkan kemarahan nya sebab jika dia melakukan nya takut calon menantu nya jadi shok dan takut pada nya.


"Jadi apakah sudah memeriksa kandungan nya? dokter bilang laki-laki atau perempuan?"


Dia bertanya, berusaha mengalihkan pembicaraan, menatap perut Jessica dengan perasaan bahagia.


Lumanyan dia memimpikan seorang cucu di mana dia terus menekan suami nya agar memaksa Yavuz menikah dan mencetak junior Yavuz dalam keluarga besar mereka. dalam beberapa bulan terakhir bahkan mengancam Yavuz, jika putra nya tidak memberi kan dia menantu dan cucu maka dia siap untuk menjodohkan Yavuz dengan Perempuan pilihan nya.


dan siapa sangka Yavuz malah mencetak junior nya dengan cepat.


meskipun dia marah karena mereka belum menikah dan sudah mencetak junior tapi setidaknya putra nya tidak kurang ajar melepaskan tanggung jawab nya.


Jessica agak bingung saat ditanyakan hal tersebut apakah bayi di kandungan nya laki-laki atau perempuan, nyata nya dia belum memeriksakan kandungan nya, dia tidak punya uang lebih untuk memeriksa keadaan nya, gaji yang dia terima cukup untuk membayar sewa apartemen dan kehidupan sehari-hari nya, bahkan dia tidak benar-benar mampu membeli vitamin atau susu ibu hamil selama kehamilan nya.


pergi melarikan diri tanpa membawa uang se peserpun jelas membuat diri nya cukup kesulitan, dia sedang melarikan diri dan melindungi diri nya dari ancaman bahaya, tidak mengunakan akses apapun untuk mencoba terhindar dari ancaman.


Yavuz langsung menoleh kearah Jessica, dia belum memeriksa jenis kelamin nya, dokter pribadi nya tidak memiliki alat tersebut untuk dibawa ke kediaman nya saat memeriksa keadaan Jessica kemarin?


'Aku belum memeriksa nya"


Jawab Jessica pelan.


Dan jawaban Jessica seketika membuat mommy Yavuz mengerutkan keningnya.


"Apa?"


Dia cukup terkejut mendengar nya.