The Betrayal

The Betrayal
Mari mengambil jadwal rutin


Tiffany terlihat diam untuk beberapa waktu, menatap dokter Theo kemudian menatap kearah suaminya tersebut, dia tahu trauma masa lalu tidak gampang untuk di hilang kan, butuh proses lama untuk bisa mengembalikan Dru seperti awal, laki-laki tersebut jelas telah lama mengalami trauma masa lalu.


"apakah harus rutin melakukan terapi?"


Dru bertanya, seperti nya dia tidak begitu suka pada kegiatan pengobatan seperti itu, mungkin karena dia memiliki karakteristik tertutup dan enggan berbaur dengan siapapun yang tidak dia kenal baik membuat dia merasa sedikit asing dengan keadaan.


"aku menyarankan iya, harus melakukan pengobatan secara rutin"


Theo menjawab cepat ucapan Dru


"Aku akan menjelaskan apa yang terjadi pada mu Dru, PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stress pasca trauma adalah sebuah kondisi ketika kejiwaan seseorang mengalami gangguan. Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh suatu kejadian yang pernah terjadi atau pernah terlihat, dan masih melekat di ingatan. Trauma tersebut menyebabkan seseorang mengalami kelainan, sehingga dirinya merasakan kecemasan."


Dan Theo menatap Dru dengan tatapan yang mengatakan kau mengalami hal itu pasca trauma dan tidak mengatakan nya pada siapapun.


"PTSD adalah gangguan kecemasan yang terjadi karena pengidapnya trauma akan suatu hal. Kondisi tersebut akan menyebabkan pengidapnya berpikir negatif terhadap dirinya sendiri dan juga orang-orang di sekitarnya. Gejala dari PTSD yang umum terjadi adalah mempunyai pikiran negatif akan suatu hal, bermimpi buruk, selalu merasa bersalah, sulit untuk berkonsentrasi, dan sulit untuk tidur. Gangguan ini diperkirakan terjadi sekitar 30 persen dari orang yang pernah mengalami trauma."


Dia kembali Bicara.


"Dan kami termasuk di antara 30 persen pasien yang mengalami hal tersebut,Dru"


Saat laki-laki tersebut berkata seperti itu seketika membuat Dru terdiam.


"Aku akan menjelaskan Gejala PTSD, gejala yang terjadi pada seseorang seperti itu, dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan juga orang-orang di sekitar. Gejala yang timbul pada setiap orang mungkin saja berbeda-beda. Seseorang yang mengidap gangguan stres pasca trauma akan menimbulkan gejala, di antaranya:"


-Terus mengingat peristiwa yang terjadi saat siang maupun malam hari.


-Secara sadar atau tidak sadar menghindari sesuatu yang mengingatkan pada trauma tersebut.


-Sering bermimpi buruk tentang kejadian yang menyebabkan trauma.


-Perubahan emosi yang cepat (mood swing).


Saat Theo mengatakan itu, seketika Dru hanya bisa menghela pelan nafasnya, itu yang terjadi pada dirinya selama beberapa tahun ini, dan itu cukup mengganggu dirinya di mana dia mencoba untuk menekan akal warasnya agar tidak menjadi gila karena perubahan emosinya yang mulai naik turun dan pemikiran-pemikiran negatif yang terus mengancam dirinya, belum lagi mimpi buruk yang sangat mengganggu setiap malam hidupnya.


Acap kali dia terbangun di tengah malam karena mimpi buruk, setelah itu dia kesulitan untuk tidur kembali hingga keesokan harinya, dia terpaksa mencari kegiatan untuk menghilangkan rasa sulit untuk tidurnya, yang selama bertahun-tahun dia memilih diam tidak membicarakan tentang apa yang dialami kepada orang lain termasuk kepada mommy nya.


"Intensitas gejala dari stres pasca trauma tersebut dapat berbeda-beda dalam hal durasi. Ada yang terjadi selama beberapa minggu, ada juga yang mengalaminya hingga hitungan tahun. Separuh dari orang yang mengalami PTSD dapat sembuh dengan sendirinya setelah satu hingga dua tahun. Namun, di sisi lain, masalah tersebut juga dapat berkembang menjadi lebih kronis."


"yang kau tahu Dru? penderita PTSD bisa Mengalami Komplikasi Hyperarousal"


ketika laki-laki tersebut mengatakan soal itu membuat Dru dan Tiffany mengerutkan kening mereka.


"Seorang pengidap PTSD akan mengalami perasaan tertekan dan rasa cemas. Lama-kelamaan, dampak dari PTSD yang terjadi akan menjadi lebih parah, sehingga menyebabkan trauma yang lebih parah, yaitu hyperarousal. Hal ini adalah salah satu dampak yang dapat terjadi pada seseorang yang mengidap PTSD, selain gangguan emosi dan rasa cemas. Efek utama yang terjadi pada seseorang yang mengidap hyperarousal adalah stres kronis."


Dan percayalah Tiffany terlihat khawatir mendengar apa yang diucapkan oleh Theo.


"Kondisi hyperarousal dapat menjadi efek samping jangka panjang yang disebabkan oleh PTSD yang sudah tidak terkendali. Selain itu, pengidap PTSD akan lebih berisiko mengalami depresi. Pengidap mungkin saja terdorong untuk mengonsumsi alkohol dan narkoba sebagai cara untuk menghilangkan perasaan tersebut. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memicu gangguan pikiran yang mendorong pengidap untuk melakukan bunuh diri."


Dan Tiffany seketika menggenggam erat telapak tangan suami nya, dia menatap Dru dengan seksama.


"Mari mengambil jadwal rutin pengobatan nya setelah rencana bulan madu kita kak"


Ucap perempuan tersebut sembari mengembang kan senyuman nya.


"Semua pasti baik-baik saja"


Tambah perempuan tersebut lagi kemudian.