
"Sampai kapan daddy menutup rapat-rapat semua nya dari ku?"
dan kembali perempuan itu bertanya kepada laki-laki yang menjadi cinta pertamanya tersebut, dia membiarkan bola mata mereka bertemu, dimana Tiffany menunggu jawaban daddy nya atas tanya yang dilesatkan oleh nya barusan.
Tuan Gao tidak menjawab pertanyaan nya sama sekali, dia berusaha untuk menetralisir detak jantung nya saat sang putri menanyakan hal tersebut pada dirinya.
Satu ingatan menghantam dirinya.
*******
Kediaman keluarga besar Hillatop
Mansion utama Mendiang Grandpa All Zigra dan Grandma Nadya.
Masa tahun silam
Paris.
Tuan Gao mengernyitkan dahi nya ketika seorang laki-laki berkata.
"Aku ingin melamar putri anda Jessica untuk putra kami"
Laki-laki tersebut bicara dengan mantap, menaikkan gelas minuman soda nya ke arah tuan Gao, dia tahu laki-laki di hadapannya tersebut tidak suka pada minuman beralkohol mengingat bagaimana prinsip hidup dan juga keyakinan nya.
Tuan Gao tidak berurusan dengan berbagai macam benda dan barang haram sejak dia menikah dengan nyonya Ayana dan memilih untuk menjadi mualaf.
Dia benar-benar menjalankan pola hidup sehat dan teratur juga menghindari konflik yang bisa memicu hal buruk dalam keluarga nya.
Anak-anak gadis menjadi prioritas utama dalam pendidikan mereka, sangat disiplin dan cukup membatasi pergaulan mereka, tidak mengizinkan terlalu bergaul dengan orang-orang yang tidak penting, karena itu beberapa relasi acapkali berusaha untuk meminang putri laki-laki tersebut untuk anak mereka.
Mereka percaya selain baik untuk menjadi bagian dari keluarga dari pendidikan di rumah maupun agama, menikahkan putra mereka dengan salah satu putri Hillatop akan menambah keuntungan dalam dunia bisnis mereka.
Hillatop jelas sangat di senggani dalam berbagai keadaan dan cukup di cari untuk dijadikan relasi paling menguntungkan dalam banyak situasi. Akan ada banyak sekali keuntungan yang bisa didapat kan saat mereka mampu masuk menjadi daftar keluarga Hillatop kedepannya.
"Aku tidak bisa memutuskan soal pernikahan tanpa persetujuan anak-anak, mungkin kami akan bicara pada Jessi dan bertanya apakah dia menginginkan nya atau tidak"
Dan tuan Gao menjawab atas permintaan laki-laki dihadapan nya dengan cepat.
"Aku tidak berjanji dia akan menerimanya nya atau sebaliknya, tapi aku akan memberikan kabar tidak lebih dari 1 Minggu untuk keputusan yang akan di berikan oleh putri ku"
Mendengar jawaban dari tuan Gao sebenarnya cukup membuat laki-laki tersebut agak kecewa dan gelisah, karena menunggu keputusan anak-anak jelas bukan hal yang mudah.
karakter Jessica menurut putra nya sedikit sulit untuk di miliki, gadis itu cukup tidak banyak bicara alias pendiam, wajah nya memang tidak secantik Tiffany tapi dia begitu lembut dan halus, sangat tertutup dan tidak pandai menampilkan ekspresi nya pada siapapun, dia sangat tertutup dan sulit bergaul dengan siapapun di sekitarnya.
dan putra nya cukup takut Jessica akan menolak lamaran nya.
Mereka mungkin melakukan percakapan lain dalam kunjungan dan perkumpulan sesama pengusaha, beberapa kali terjadi saling berkunjung antara satu dengan yang lainnya, setelah obrolan dirasa cukup pada akhirnya laki-laki tersebut beranjak pamit undur diri.
Tuan Gao terlihat menatap punggung laki-laki tersebut untuk beberapa waktu hingga akhirnya satu suara mengejutkan dirinya.
"Uncle Bern datang bersama Uncle Reck ke dua, dad"
Dan Khan sang putra nya berkata cepat di balik telinga nya, menyentuh bahu tuan Gao secara perlahan.
Tuan Gao langsung menoleh ke arah pintu utama mansion Hillatop, dan seketika dia mengernyit kan dahi nya saat dia melihat satu sosok di belakang kedua orang berkuasa di Dubai tersebut.
Laki-laki tersebut berdiri, bergerak mendekati kedua orang tersebut.
"Kau membawa putra mu dalam pertemuan kali ini?"
Dia Bertanya pada laki-laki yang baru saja merangkul tubuh nya.
"Sulit sekali membawa dia di antara kita"
Laki-laki tersebut menjawab, menoleh kearah putra nya kemudian kembali berkata.
"Yav, beri salam pada Uncle Gao mu"
Dan daddy Yavuz bicara kearah putra nya tersebut agar memberi salam pada sahabat baik nya itu.
******
Kembali ke masa sekarang
Masih di mansion utama Dru dan Tiffany.
"Dad...?"
Seketika ingatan tuan Gao musnah saat Tiffany kembali memanggil nama nya.
"Tidak kah daddy ingin menjelaskan apa yang terjadi pada semua orang? sejak awal daddy sudah tahu Sean bukan orang baik? dan daddy tahu Jessica diam-diam mencoba menyelamatkan ku dari keadaan?"
Tiffany benar-benar bertanya dalam ketidak sabaran.
"Apa yang terjadi malam itu pada semua orang, dad?"
Dan tuan Gao Han Hillatop sama sekali enggan membuka suaranya.