The Betrayal

The Betrayal
Membuat nya terkejut setengah mati


"Ada apa ini?" Rayyana jelas saja terkejut setengah mati saat dia merasakan sebuah pistol mengacung di bagian pelipisnya dan didetik berikutnya seseorang berkata.


"Hallo Rayyana."


Wanita tersebut jelas saya jelaskan mengenai mendadak mobilnya tanpa berpikir dua tiga kali, seketika dia membulatkan bola matanya dan wanita itu langsung menatap ke arah bagian kaca tengah mobil untuk melihat siapa yang mengacungkan pistol ke arah dirinya.


"Kau?." Rayyana bicara dengan nada tercetak saat menyadari siapa yang ada di belakangnya tersebut.


Dia pikir hanya seorang diri namun nyatanya ada dua orang yang ada di sana di mana satunya bergegas keluar dengan cepat dari dalam mobil tersebut, berjalan memutar dan langsung membuka pintu mobil kemudi dimana Rayyana berada.


"Anda ditangkap atas tuduhan pembunuhan, perencana pembunuhan, penipuan, penggelapan dana dan beberapa kasus lainnya." tiba-tiba saja laki-laki tersebut mengeluarkan borgolnya dan bicara seperti itu ke arah Rayyana.


"Anda bisa menggunakan pengacara anda untuk melakukan pembelaan." lanjut lagi tersebut lagi kemudian, lantas dengan cepat dia memborgol kedua tangan Riana tanpa basa-basi sehingga membuat wanita tersebut jelas saja mendelik tidak percaya dan dia mencoba untuk memberontak namun nyatanya tidak berhasil karena laki-laki itu dengan catatan langsung memborgol tangannya tanpa berpikir dua tiga kali.


"Apa-apaan ini?." wanita tersebut bicara dengan nada keras dan panik kemudian dia menatap laki-laki satunya dengan kemarahan yang cukup besar.


"Apa kau gila karena sudah berani menangkapku?," dia bertanya pada laki-laki satunya sembari mereka tajam bola mata laki-laki tersebut.


"Tentu saja aku tidak gila dan semua proses dilakukan sesuai prosedurnya, Rayyana." ucap laki-laki itu dengan cepat.


******


Disisi lain,


kamar tidur utama.


"Mereka menangkap Rayyana, kak?" Tiffany bertanya pada suaminya sembari menatap dalam wajah Dru, di mana laki-laki tersebut membenahi posisi tidur nya mengingat betapa lelahnya dirinya setelah tiba tadi.


Yang dia pikirkan hanyalah membersihkan diri, sedikit menikmati makan kemudian bergegas untuk melelapkan diri tanpa berpikir dua tiga kali. Dru membenahi selimut Tiffany secara perlahan sembari dia mengembangkan senyumannya kemudian dia berkata.


"He em, mereka menangkapnya hari ini dan aku pikir akan ada banyak tuduhan yang diberikan kepadanya saat ini." Dru menjawab dengan cepat ucapan dari istrinya tersebut sembari dia mengembangkan senyumannya langsung duduk tepat di samping kanan di mana Tiffany berada.


Tiffany masih menatap dalam bola mata suaminya kemudian dia kembali berkata.


"jadi dia benar-benar terlibat banyak hal termasuk pada kecelakaan yang terjadi pada kakak dan Heidi?." tanyanya lagi kemudian.


Dru menganggukan kepalanya dengan cepat kemudian dia secara perlahan naik ke atas kasur dan membiarkan diri untuk berbaring tepat di samping istrinya.


"Apa sudah tahu siapa-siapa saja yang ada di belakangnya?," Tiffany kembali bertanya pada suaminya tersebut lagi secara perlahan, memilih untuk masa jajarkan diri di mana mereka saling berbaring miring dan menatap antara satu dengan yang lainnya.


"Sejauh ini ada beberapa orang terlibat yang sudah diketahui identitasnya, termasuk pelayan yang bekerja di rumah keluarga Xavier." Ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.


Mendengar apa yang diucapkan Dru, seketika membuat Tiffany mengernyitkan dahi.


"Apa?." tanya perempuan itu dengan tatapan tidak percaya.