The Betrayal

The Betrayal
Jelaskan pada ku


Mansion Utama keluarga Futtaim


Ruang keluarga.


"Tidak ada yang ingin menjelaskan pada ku apa yang sebenarnya terjadi?" Yavuz bertanya, menatap kearah mommy dan daddy nya yang tengah duduk santai di ruang keluarga.


Menikmati secangkir kopi sambil bercengkrama bersama, mereka seperti anak muda yang baru jatuh cinta, begitu romantis saling memuji antara satu dengan yang lainnya, menghabiskan waktu libur dan weekend bersama, bersantai sambil mengingat momen-momen di masa muda. Cukup terkejut atas kehadiran putra mereka yang muncul tiba-tiba seperti jelangkung.


Mommy Yavuz agak terkejut, pipinya sedikit memerah karena kepergok sedang bermesraan dengan suami nya di usia tua, wanita tersebut langsung membenahi posisi duduknya dan mengernyitkan dahi nya.


"Ada apa?" Tuan Reck bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Yavuz menjadi cukup tidak sabaran, memilih duduk di hadapan kedua orang tuanya kemudian kembali melesatkan tanyanya kepada mereka berdua.


"Daddy dan mommy menyembunyikan sesuatu dari ku? kalian mengenal Issi jauh lebih lama dari ku? menipu ku dan Issi dalam sandiwara yang mommy dan daddy buat?" iya masker katanya yang cukup panjang menjadi sedikit tidak sabaran dengan keadaan, rasanya kepala Yavuz saat ini jadi berdenyut-denyut saat dia menyadari orang tuanya telah membohongi dirinya dan Jessica.


"Maafkan aku Yav, perintah orang tua mu mana berani aku bantah, aku tahu melangkah maju aku pasti lenyap, mundur kebelakang pun aku lenyap, aku hanya bisa pasrah dengan keadaan saat ini" Dan tadi hanya itu yang bisa Hafsa jelaskan pada dirinya sebelum dia ke kediaman Futtaim.


Mereka malam itu membiarkan Hafsa menukar Jessica, sengaja membuat Hafsa terlambat membawa gadis nya dan memerintahkan tangan kanan nya untuk menukar gadis yang dibelinya.


Dan Issi yang polos juga tidak tahu apa-apa itu terjebak situasi, masuk kedalam perangkap nya dalam keadaan tidak sadarkan diri, melewati proses pembuahan hingga membuat nya hamil, kehidupan nya rumit, mencoba menyelamatkan saudara nya hingga berakhir pergi dari rumah karena dikira mengandung bayi dari kekasih saudara nya sendiri.


Entahlah kepalanya terlalu berdenyut-denyut untuk menyusun semuanya, yang jelas seperti itulah kira-kira apa yang terjadi saat ini, Issi yang polos bener-bener berada pada situasi rumit dan diri nya pun terjebak dalam permainan sendiri.


mendengar apa yang diucapkan oleh putranya seketika membuat tuan Reck menyadarkan tubuhnya ke atas kursi sofa di mana dia berada, dia melipat kedua belah tangannya kemudian menatap putranya untuk beberapa waktu.


"apa kau sedang marah pada kami, son?" pertanyaan yang dilesatkan oleh laki-laki tersebut dan juga dingin. dia sengaja menatap putranya dengan tatapan penuh intimidasi.


"Dad...itu...." Rupanya niat nya ingin marah para kedua orang tua nya tersebut tidak berjalan sesuai rencana, terlalu buruk 🤦.


"kamu ingin membodohi orang tua hmmm? kau pikir pernikahan itu seperti sebuah permainan?" Dan kini mommy nya yang bertanya, memilih berdiri dari posisi nya dan mulai mengeluarkan kicauan nya.


Oh shi ..t.


Yavuz pikir tidak seperti ini tadi rencananya dari rumah.


"Ini bukan begitu mom, kalian menipu Issi, bagaimana jika dia tahu? apa yang harus aku jelaskan? apa kata orang tua nya? ini terlalu rumit" Pada akhirnya laki-laki tersebut sedikit gelagapan, menatap ke arah mommy nya yang bergerak mendekati dirinya, agak takut dia menatap wanita tersebut, apa mungkin mommy nya akan meraih kemoceng dan ingin memukul nya?!.


Dia selalu menjadi mafia payah jika berhadapan dengan mommy nya, ini yang membuat dia takut menikah, kenapa Kaum perempuan saat marah benar-benar mengerikan? jurus ocehan seribu kicauan yang bisa mengalahkan suara deru mesin mobil ketika melakukan aksi kejar-kejaran, jurus kemoceng yang bisa mengalahkan segala situasi dan wajah mengerikan saat mereka marah, bagi Yavuz saat perempuan marah mereka benar-benar mengerikan.


"Kenapa kamu pikir ini rumit? pernikahan kalian tidak ada yang rumit, semua sudah di atur dengan baik, kalian cukup duduk manis dan menunggu semua persiapan nya selesai, dan orang tua Issi itu urusan kami" Mommy Yavuz bicara cepat, dia menatap putranya dengan tatapan yang dalam.


"Bukankah kamu menyukai gadis pilihan mommy? atau kamu tidak menyukainya sama sekali?. ingin kami membatalkan pernikahan kalian? mommy bisa memberikan nya pada Erdem? dia menyukainya jauh sebelum kami melakukan lamaran pada Issi di keluarga Hillatop" dan pertanyaan mommy nya yang tiba-tiba membuat wajah Yavuz seketika berubah, dia terkejut.


"Apa?" Tanya Yavuz sambil mengernyitkan dahi nya.


Dan dia tidak suka mendengar nya nama itu.


Erdem?!. menyukai Issi? yang benar saja.


Batin Yavuz kemudian.