The Betrayal

The Betrayal
Sepupu yang seperti kuda nil


Khan hanya bisa menatap tidak percaya pada Nyx, dia pikir bagaimana bisa sepupunya terlihat begitu brengsek.


"kau terlihat sedikit brengsek menginginkan sesuatu dengan balasan." Laki-laki tersebut mengejek.


"Oh come on Khan, bukankah kau sendiri yang selalu bilang dunia hitam itu sangat brengsek dan selalu harus mendapatkan keuntungan dari setiap pergerakan, aku pikir itu cukup seimbang dengan informasi yang akan aku berikan padamu dan aku jamin kau tidak akan menyesali melakukan pertukaran dengan ku, karena kita sama-sama akan mendapatkan keuntungan nya setara." Nyx bicara dengan cepat meyakinkan laki-laki di hadapannya tersebut dan mereka akan saling mendapatkan keuntungan.


"Cihhhhh, kau membuang gadis itu kemarin seakan-akan kau berkata semua itu salah nya dan dia tidak begitu penting, kau menghinanya dan mengusirnya, bagaimana bisa sekarang kamu ingin dia kembali ke kediaman mu? apakah kamu pikir dia mau kembali ke tempatmu lagi setelah apa yang kamu lakukan pada nya dalam beberapa bulan belakangan, Nyx? sebab yang kamu lakukan bukan hanya membuat dia kehilangan harga diri tapi kamu juga membuatnya kehilangan pekerjaan di sekolah putra mu?." Dan Khan bertanya pada laki-laki tersebut, dia menaikkan ujung alis nya dan memastikan keputusan dari saudara sepupunya tersebut.


"Yeah aku tahu aku begitu buruk, aku membuat keputusan salah hari itu, bisakah kita tidak usah membahas soal masa lalu? itu sangat terdengar tidak penting saat ini Mari bicara tentang saat ini dan juga masa depan." Nyx berusaha berkilah.


Khan hanya bisa mendengus kasar, dia pada akhirnya berkata.


"Ok deal, tapi ingat jika gadis itu menolak mu, jangan masukkan urusan mu pada kesepakatan kita."


"Kau anggap aku seperti anak kecil?." Nyx menaikkan ujung alisnya.


"Terkadang, cinta membutakan seseorang."


"Cihhhhh kau pikir aku jatuh cinta padanya? aku melakukannya karena Nyx J."


Alih-alih menjawab ucapan Nyx, Khan mengibas-ngibaskan tangannya dengan cepat.


"Yeah anggap saja begitu.". Ucap Khan sedikit mengejek.


"Dia benar-benar munafik." Khan berguman, bergerak berbalik menjauhi Nyx.


"Kamu menggerutu?" Nyx agak nya mendengar ocehan samar-samar Khan.


"Tidak, aku pikir aku sedang bernyanyi." Jawab laki-laki tersebut asal.


"Aku sedang memikirkan nya." Lagi Khan membalas.


Dia bergerak menuju ke arah sebuah lemari, mencari sesuatu di sana dan mengambil nya, sebuah amplop coklat kecil terlihat berpindah ke tangan nya. Khan bergerak kembali mendekati Nyx, berjalan kearah sepupunya tersebut lagi.


Begitu mendekati Nyx, dia menyerahkan amplop coklat tersebut dengan cepat.


"Aku tidak suka disalahkan, dia benar-benar berusaha menghindari kamu, kesan sejak awal hingga akhir yang kamu tampilkan membuat dia kena penyakit gondok hati dan jantung akut tanpa sebab juga tekanan darah tinggi secara dadakan dan stress tidak berkesudahan." Bisa-bisa nya Khan mengeluarkan beberapa istilah untuk sepupu nya tersebut, jika gadis yang dicari Nyx benar-benar hampir gila berhadapan dengan ke arogansian Nyx, begitu tidak ramah, bermulut pedas, sangat tidak hangat, cukup kasar, sensitif, tidak bersahabat dan begitu pemarah.


Gadis manapun pasti menggila berhadapan dengan duda gila sekelas Nyx Zaighum Hillatop, bahkan dia yang waras dihadapkan dengan Nyx pun sering merasa agak-agak gila dibuat nya.


"Dia hanya bermodalkan tampang dan kaya, jika tidak kaya aku sudah menendang pantatnya dengan ujung sepatu ku, tapi sayangnya dia berkuasa, aku cukup takut dipenjara. Bahkan Ingin sekali ku cakar wajah tampan nya, kau tahu tuan? seandainya dia tidak tampan, dia sangat pantas dijuluki kuda nil Afrika. Jelek, arogansi, tidak bersahabat dan bersikap sangat buruk." Gadis itu mengeluh pada nya disepanjang perjalanan ketika dia mencoba mengantar gadis tersebut pulang kerumahnya.


Dan saat gadis yang dicari Nyx bicara soal kuda nil, sial nya dia mencoba membayangkan bagaimana wajah hewan tersebut.



"Oh shi-t." Khan mengumpat.


Dia pikir dia baru tahu kuda nil memiliki ekspresi yang sama persis seperti Nyx.


"tidak akan mudah membujuknya kali ini untuk kembali ke kediamanmu agar dia mau menjadi inang pengasuh putramu, karena dianya cukup merasa sakit hati atas perlakuanmu." J


Ucap Khan sambil menatap bola mata Nyx untuk beberapa waktu.


Nyx terlihat tidak menjawab, dia hanya menatap ke arah Khan untuk beberapa waktu kemudian pandangannya berpaling pada map yang diberikan Khan kepada dirinya.