
Beranda atas mansion utama keluarga Xavier
...Hanya visual...
...Susah cari yang pas kira-kira permainan nya begini yah Mak....
"Aturan main nya tanya dan jawab dengan jujur"
Defina mulai memberikan peraturan permainan, menatap semua orang yang ada disana, rata-rata dari mereka merupakan sepasang suami istri atau sudah bertunangan dan siap untuk melangkah ke jenjang pernikahan, ada lebih dari 5 pasang pemain disana, bersiap untuk menikmati permainan bersama.
"Bukan masalah, berikan alat detak jantung, aku ingin lihat apakah ada yang berbohong di antara kita"
Seorang laki-laki bicara, menatap kearah Defina dengan cepat.
"Itu bukan masalah"
beberapa orang menjawab.
"Rasanya agak tidak adil, takut nya ada yang diam-diam berbohong secara ahli"
Xia bicara dengan cepat.
"Cukup berikan jawaban antara ya atau tidak jika tidak Benar atau salah, itu jauh lebih terlihat jujur untuk semuanya"
Lanjut xia lagi, dia melakukan itu karena sudah paham betul permainan tersebut, terkadang ada yang tidak mau jujur menjawab pertanyaan seseorang dalam permainan yang mereka lakukan.
Belajar dari pengalaman sebelum-sebelumnya jadi tidak masalah jika dia melakukan sedikit antisipasi dalam permainan kali ini.
Mendengar apa yang dikatakan Xia, Defina dan beberapa orang lainnya setuju.
"Yah aku setuju dengan ucapan Xia"
Mereka menganggap apa yang diucapkan Xia tepat.
Dru memilih duduk tepat di sisi kiri Tiffany, dia mengabaikan apa yang dibicarakan oleh semua orang, laki-laki tersebut terlihat menyesap minuman soda yang ada di hadapannya secara perlahan, dia seperti nya kurang tertarik dengan permainan yang dia anggap aneh tersebut.
"kak Dru?"
Defina mengerutkan keningnya, menatap kearah kakak sepupu nya itu.
Dia menjawab datar, enggan ikut dalam permainan yang di rasa aneh untuk nya, Dru tahu kemana arah pembicaraan merek saat ini tapi memilih mengabaikan nya dan pura-pura tuli.
"Tentu saja tidak bisa kak, kamu harus ikut dalam permainan ini"
Defina memaksa, terlalu tidak adil jika Dru tidak ikut.
"Itu tidak seru jika kamu tidak ikut, Tiffany seolah-olah bermain tunggal tanpa Lawan, kasihan istri mu"
Seorang laki-laki menyahut, menatap Dru dengan cepat.
Dru terlihat diam, melirik kearah Tiffany yang rupanya menatap nya penuh harapan. Pada akhirnya laki-laki tersebut diam dan mengangguk kan kepala nya, hal tersebut membuat Tiffany mengulum senyuman nya.
Pada akhirnya mereka memulai permainan nya, beberapa putaran terus terjadi, beberapa pertanyaan disematkan dan beruntung nya Tiffany juga Dru belum kunjung mendapat kan giliran.
Tidak ada minuman tidak baik atau haram disana, semua harus sesuai aturan, bermain aman tanpa harus melakukan hal yang memalukan.
Keriuhan terjadi, sesekali terdengar sorakan bahagia atau tawa canda disana, Tiffany seolah-olah lupa tentang dia yang patah hati dan kini bersama laki-laki dingin dan datar yang sekarang menjadi suaminya.
bola mata semua orang tertuju pada botol yang ada dihadapan mereka, menunggu botol tersebut terus berputar dan berhenti dimana yang dia inginkan.
Suara botol tersebut terdengar memutar memecah keadaan, terus bergerak dari kecepatan yang cukup tinggi hingga memelan dengan sempurna.
Seketika orang-orang menunggu kearah siapa botol tersebut akan berhenti saat ini.
"Giliran Dru...."
"Dru itu kau..."
"Dru.."
Keseruan terjadi saat botol berhenti kearah Dru, seketika bola mata semua orang tertuju pada laki-laki tersebut begitu juga Tiffany.
"Berikan pertanyaan, ingat jawab tanpa ada kebohongan"
Xia bicara dengan cepat, menoleh kearah laki-laki tersebut kemudian melirik kearah Tiffany.
"Berikan pertanyaan nya"
Tiffany terlihat diam, menatap netra Dru untuk waktu yang cukup lama, hingga akhirnya gadis tersebut melesatkan sebaris tanya.
"Apa kakak mencintai ku?'
mendengar pertanyaan dari gadis tersebut seketika Dru membulatkan bola matanya.