The Betrayal

The Betrayal
Terimakasih sedikit tapi bermakna


Yah dia pikir sepertinya dia harus pergi ke dokter ahli jantung untuk tahu apa yang terjadi pada jantung nya saat ini, dia pikir sepertinya jantungnya cukup bermasalah, setiap kali dia melihat kelakuan Jessica atau bahkan mendengar gadis tersebut bicara, dia merasa detak jantungnya menjadi tidak normal seperti biasanya dan Yavuz merasa terlalu gelisah.


Kepala nya tiba-tiba berdenyut-denyut saat ini, dimana dia mencoba untuk memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu.


Jessica terlihat mengabaikan Yavuz, dia mencoba menatap perut nya untuk beberapa waktu, gadis tersebut agak gelisah, dia pikir belakangan baby Jess begitu aktif di perut, setiap kali di ajak bicara baby nya selalu memberikan respon yang luar biasa, itu jelas saja membuat dia jadi bertanya-tanya apakah bayi memang seperti itu saat di ajak bicara?!.


Maklum ini kehamilan pertama, dia belum punya sedikitpun pengalaman soal itu, bahkan saat pertama kali dia tahu hamil dia juga seperti orang bingung harus melakukan apa. Rasanya pertama kali ada baby Jess begitu aneh, membuat dia sedikit panik dan .....


Satu ingatan menghantam dirinya.


Jessica menatap benda pipih berwarna putih pink yang ada di tangannya dimana bisa dia lihat dua garis merah menghiasi benda tersebut.



tiba-tiba saja wajah gadis tersebut memerah, satu kecemasan menghantam dirinya saat ini di mana dia pikir sepertinya ada yang salah dengan dirinya setelah kejadian pada malam itu.


gadis tersebut mencoba untuk mengguncang-guncang benda pipih yang ada di tangannya itu dengan gerakan yang sedikit kencang, dia berharap dua garis merah tersebut mungkin bisa berubah menjadi satu garis saja, namun nyatanya apa yang diharapkan sama sekali tidak terjadi.


"Bagaimana ini?" gadis tersebut bertanya di dalam hatinya sembari dia membiarkan tangan kirinya memijat-mijat kepalanya di mana tangan kanannya masih menggenggam benar yang menyebabkan dua garis merah setelah dia melakukan pemeriksaan terhadap dirinya.


Jessica pikir apakah dia benar-benar hamil?.


Gadis tersebut terlihat menggigit bibir untuk beberapa waktu, gimana bisa dia rasakan detak jantungnya saat ini terasa tidak baik-baik saja dan tubuhnya sedikit berkeringat belum lagi dia merasa ada satu aroma dari luar sana yang tidak begitu dia sukai saat ini.


Jessica berusaha untuk menetralisir perasaannya dimana tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.


"Jessi? apa kamu baik-baik saja?" satu suara terdengar menderiaki dirinya sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi di mana dia berada saat ini.


mendengar hal tersebut jelas saja membuat Jessica terkejut dan membuat dirinya buru-buru memasukkan benda pipi putih pink yang ada di tangannya itu dengan gerakan terburu-buru ke dalam kantong celananya.


"Tunggu sebentar, aku hanya sakit perut biasa" ucapnya dengan cepat menjawab suara yang ada di luar sana.


Jessica berusaha untuk menetralisir perasaannya sembari menarik nafasnya dengan panjang untuk beberapa waktu kemudian dia buru-buru menjawab. setelah meyakinkan dia bisa menetralisir keadaan buru-buru gadis tersebut langsung membuka pintu kamar mandi kemudian dia melihat satu sosok wanita tengah tersenyum di hadapan nya.


"Mommy melihat ada pakaian yang bagus untuk mu, kita bisa melihat nya sekarang, mommy pikir..."


Itu adalah mommy Ayana nya, wanita yang begitu menyayangi nya selama belasan tahun ini, dia mommy kandung Tiffany yang tidak lain adalah mommy angkatnya. Saat wanita tersebut bicara pada nya, Jessica sama sekali tidak mendengar apapun yang diucapkan mommy Ayana, tiba-tiba Jessica memeluk erat tubuh wanita paruh baya lebih tersebut secara perlahan.


Mommy Ayana jelas terkejut, menghentikan ucapannya kemudian dia terlihat sedikit cemas karena Jessica tiba-tiba saja memeluk diri nya.


"Sesuatu yang buruk terjadi?" Wanita tersebut bertanya, membiarkan Jessica terus memeluknya,. wanita itu bertanya sembari membiarkan telapak tangan kanan nya menepuk-nepuk punggung Jessica.


"Tidak ada, hanya saja aku tiba-tiba ingin memeluk mommy" Jessica menjawab pelan, dia membiarkan diri terus memeluk wanita di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


entah apa yang ada di jalan pikiran mereka masing-masing yang jalas saat itu mereka sepertinya sama-sama menyimpan sejuta kata dan tanya didalam hati masing-masing.


"Issi?"


Satu suara mengejutkan lamunan Jessica, membuat garis tersebut dan langsung menoleh ke arah Yavuz.


"Ya?" Jessica seketika mencoba untuk menenangkan kegelisahan atas ingatan nya.


"Semua baik-baik saja?" Yavuz bertanya untuk beberapa waktu, membiarkan diri melirik kearah Jessica sejenak kemudian membiarkan diri kembali fokus di jalanan.


Jessica mengangguk kan kepalanya.


"Mau makan yang mana?" Laki-laki tersebut kembali bertanya.


Seolah-olah sadar jika mereka seharusnya bergerak untuk mencari makan, Jessica dengan cepat memperhatikan di area sekitar nya. iya bos benar-benar membawanya ke tempat makanan yang ingin dicari, seketika hal tersebut membuat Jessica langsung mengembangkan senyumannya, satu keceriaan tampil di balik wajah cantiknya dan membuat garis tersebut seketika melirik kearah Yavuz.


"Terimakasih, Yav" dia tidak menjawab lebih dulu apa yang dipertanyakan oleh Yavuz, gadis tersebut langsung mengucapkan kata terima kasih yang paling tulus kepada laki-laki di sampingnya tersebut.


Dan percayalah hal itu seketika membuat Yavuz terdiam, kata terimakasih dinyata begitu berharga, membuat dia cukup kehilangan kata-kata dibuatnya. entahlah terdengar begitu mahal, hanya dengan terimakasih rasanya dia seolah-olah baru saja menjadi laki-laki keren yang mampu memenuhi keinginan orang yang sangat berharga.....


Tunggu dulu, laki-laki keren dan yang sangat berharga?.


Seketika Yavuz langsung merasa dia sedikit kehilangan cara bernafas nya saat sadar berpikir Jessica terasa begitu berharga.


Oh shi..t.


Yavuz mengumpat didalam hati nya, lagi-lagi dia pikir ada yang salah dengan jantung nya.