The Betrayal

The Betrayal
Dalam keterkejutan


Dikala nyonya Ayana melepaskan kerinduan kepada putrinya Jessica di mana dia tidak bisa membendung tangisannya atas rasa yang ada di dalam hatinya saat ini yang bercampur aduk menjadi satu.


Antara rindu, sedih, haru dan bahagia yang terus mengelilingi dirinya hingga pada akhirnya tiba-tiba saja suara seseorang mengejutkan dirinya dan hal itu sontak jelas saja membuat nya terkejut setengah mati saat dia mendengar suara seseorang yang memanggil dirinya. dia hafal betul siapa yang memiliki suara tersebut karena itu secepat kilat langsung menoleh ke sisi kirinya.


dan betapa terkejutnya dia saat dia yang telah meyakini jika itu adalah suara Tiffany melihat sosok putrinya yang berdiri tidak jauh dari dirinya sembari memanggilnya dengan sebutan.


"Mom...?"


"Oh...." nyonya Ayana jelas aja langsung terkejut setengah mati dia menutup mulutnya dengan kedua belah telapak tangannya, sungguh tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Sayang....?" wanita itu jelas saja menatap Tiffany dengan pandangan berkaca-kaca dia seolah-olah ingin dia berkata jika ada Jessica di sampingnya.


Namun belum sempat dia mengatakan hal tersebut Jessica terlihat memundurkan langkahnya, rupanya gadis tersebut terkejut dengan kehadiran Tiffany, dia takut perempuan itu tidak akan memaafkan kesalahannya di masa lalu, gimana dia tidak tahu bagaimana harus menjelaskan dekoratif Fanny sudah terlanjur berpikir dia bukan sosok orang yang baik.


dia yang tadinya masih memeluk nyonya Ayana dan begitu wanita tersebut melepaskan pelukannya karena terkejut seketika Jessica menyentuh telapak tangan nyonya Ayana dan berniat untuk pergi dari sana. dia menggelengkan kepalanya sembari berucap maaf di dalam hatinya karena dia ingat di masa kemarin Tiffany sudah memperingatinya agar tidak pernah kembali di keluarga Hillatop lagi bagaimana caranya.


Oleh sebab itu ketika dia melihat Tiffany didepan nya tersebut seketika membuat Jessica berpikir untuk segera pergi dari sana.


melihat Jessica ingin pergi dari sana jelas saja membuatmu Nyonya Ayana terlihat panik, dia menggelengkan kepalanya dengan cepat kemudian seolah-olah ingin berkata jangan pergi dari sana tapi ketika dia ingat dengan Tiffany seketika dia serba salah


Nyata nya menjadi seorang ibu itu pasti serba Salah, jika dia bergerak ke kiri takut yang kanan marah, jika dia ke kanan takut yang kiri marah dan jika dia ingin mengambil kedua-duanya tentu saja tidak mungkin, realita nya jadi seorang ibu sangat rumit, harus pandai menjaga hati anak-anak tapi tetap saja bagi anak-anak mereka salah.


Jessica berusaha untuk beranjak pergi dari sana dengan cepat, dia ingin membalikan tubuhnya, hal tersebut jelas saja membuat Tiffany langsung membulatkan bola matanya dan terkejut, dia jelas saja tidak mau gadis itu pergi, dalam gerakan yang begitu cepat Perempuan tersebut secepat kilat menahan langkah Jessica.


"No...Jessi ...." Ucap nya dengan cepat.


Jessica jelas saja terkejut saat dia menyadari Tiffany mencoba untuk menahan langkahnya dan bicara kepadanya, Jessica seketika tercekat.


"Kamu mau pergi ke mana?" perempuan itu bertanya lantas secepat kilat menahan langkah Jessica.


"Apa kamu tidak merindukan ku?" Tanya Tiffany lagi kemudian.


dan percayalah hal tersebut jelas saja membuat Jessica langsung terkejut setengah mati mendengar ucapan dari Tiffany.


"Tiff...?" dia nyaris kehilangan kata-katanya.


******


Disisi lain.


Yavuz yang melepaskan Jessica untuk melihat-lihat ke sisi yang berbeda tampak mengawasi gadis tersebut, dia membiarkan gadis itu mencari apa yang dia inginkan untuk beberapa waktu.


Mungkin karena cukup bosan untuk menunggu pada akhirnya laki-laki tersebut mencoba untuk melirik ke arah beberapa pernak-pernik yang ada di sekitarnya membiarkan diri untuk sejenak membiasakan bola matanya menatap padahal hal-hal di sekitarnya.


seorang wanita tampak mendekati Jessica, laki-laki tersebut sedikit terkejut hingga pada akhirnya dia berusaha untuk bergerak melangkah mendekat ke arah Jessica secara spontan namun belum juga dia berhasil mendekati gadis tersebut tiba-tiba saja dia melihat Jessica berpelukan dengan wanita yang ada di hadapannya tersebut sembari menangis dengan tubuh gemetaran, hal itu jelas saja membuat Yavuz menegang, selain karena dia terkejut melihat Jessica menangis memeluk wanita itu dia pikir dia mengenal wanita tersebut pada suatu pertemuan yang dia lupa kapan dan di mana dan dia juga lupa siapa wanita itu.


belum pula habis rasa terkejutnya tiba-tiba saja seseorang perempuan kembali mendekati Jessica, dan percayalah hal ini membuat Yavuz menghentikan langkah kakinya.


"biarkan mereka seperti itu sejenak" Yavuz langsung mengerutkan keningnya saat dia mendengar suara seseorang menggema di balik telinga, membuat laki-laki tersebut buru-buru langsung menoleh ke sisi kanannya dengan cepat.


dan bayangkan bagaimana terkejutnya dia ketika dia menyadari siapa yang bicara kepadanya saat ini.


"Dru?" dia menaikkan sedikit ujung alisnya.


"terlalu lama untuk mereka tidak bertemu antara satu dengan yang lainnya"Ucap Dru perlahan pada laki-laki tersebut.


Yavuz sebenarnya cukup bingung sejak tadi karena dia ingin tahu sebenarnya ada hubungan apa antara Jessica dan istri laki-laki yang ada di sampingnya tersebut karena Dru tiba-tiba saja menghubunginya dan berkata kepadanya jika mereka ingin menemui Jessica dan itu adalah permintaan daripada istri laki-laki tersebut.


"Kau tidak ingin menjelaskan pada ku ada apa sebenarnya?" Tanya Yavuz kemudian.


Dru menatap kearah Yavuz untuk beberapa waktu, kemudian laki-laki tersebut berkata.


"aku akan menjelaskannya nanti sedikit rumit dan bisa jadi ini juga akan cukup mengejutkanmu" Ucap Dru kemudian pada laki-laki tersebut.


"apa mereka bertiga saling mengenal? mereka bilang kamu menikahi Putri tertua dari keluarga Hillatop?" seketika Yavuz mempertanyakan hal tersebut kepada Dru.


Mendengar pertanyaan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut seketika membuat Dru menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"mereka saling mengenal dengan baik" Ucap Dru perlahan.


"Ya?" dan mendengar jawaban dari drum sedikit membuatnya menegang tidak tahu kenapa dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang tiba-tiba mengganggu perasaannya.


Keluarga Hillatop?. Jessica?!.


laki-laki tersebut terus mengurutkan keningnya sembari menatap ke arah Dru kemudian dia berkata.


"jangan katakan padaku jika gadis yang akan aku nikahi merupakan salah satu Putri dari keluarga Hillatop?" Dan laki-laki tersebut bertanya dalam keadaan cukup menegang dia menatap ke arah Dru sembari menunggu jawaban dari laki-laki tersebut.


dan percayalah mendengar pertanyaan dari laki-laki yang ada di hadapannya tersebut membuat Dru langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Jessi adalah putri bungsu keluarga Hillatop" Jawab Dru secara perlahan sambil mengehela pelan nafasnya.


"Apa?" dan mendengar jawaban dari laki-laki yang ada di hadapannya itu seketika membuat Yavuz terkejut setengah mati.


"Kau bilang apa?"