
Villa tersembunyi
Pinggiran kota Swiss
Kamar.
Seorang dokter terlihat begitu serius memeriksa keadaan perempuan yang tergeletak di atas kasur mendominasi berwarna putih dihadapan nya, dengan tangan yang sangat cekatan dokter laki-laki tersebut yang usia nya hampir menyentuh kepala 5 mencoba mengecek tekanan darah dan kesehatan yang tidak lain adalah Jessica.
Dia menyentuh lembut perut Jessica dan memeriksa kondisi perut nya dengan hati-hati, sama sekali tidak mengeluarkan suaranya sejak tadi karena fokusnya terhadap perempuan yang ada di hadapannya tersebut.
seorang laki-laki terlihat duduk dengan gelisah di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah, kedua tumit tangannya terlihat saling menyatu di antara kedua lutut nya di mana laki-laki tersebut duduk dengan posisi menatap lurus ke arah depannya sembari kedua telapak tangannya terus menjadi tumpuan dagu nya sejak tadi.
laki-laki tersebut sama sekali tidak mengeluarkan ekspresinya, sejak dulu hingga kini dia tetaplah seperti itu, agak sulit memang berkomunikasi dengan laki-laki tersebut mengingat bagaimana karakter dan juga sifat laki-laki dengan bola mata indah nya itu.
Entah berapa lama waktu berlalu hingga pada akhirnya sang dokter menyelesaikan tugas-tugasnya, satu perawat membereskan seluruh peralatan yang dia gunakan, perawat lain nya membenahi selang infus yang menempel di tubuh Jessica.
Dokter tersebut bergerak secara perlahan menjauhi tubuh Jessica dan mendekati laki-laki yang duduk di sisi kirinya di ujung ruangan tersebut di mana pada akhirnya laki-laki itu segera berdiri dari posisinya, tanpa mengeluarkan suara mereka sama sekali kedua orang itu beranjak pergi dari ruangan tersebut secara perlahan.
seorang pelayan terlihat membuka pintu kamar mendominasi berwarna putih yang ditempati oleh Jessica, mereka berdua masih tidak mengeluarkan suara mereka hingga pada akhirnya mereka benar-benar keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah ruangan lainnya.
"apa gadis itu baik-baik saja?"
laki-laki dingin bola mata indah tersebut bertanya begitu mereka tiba di ruangan yang lainnya, bola matanya menatap tajam ke arah sang dokter dan menunggu dengan perasaan berdebar-debar.
"Perempuan itu baik-baik saja, hanya saja sepertinya stres berat membuat kesehatan nya sedikit menurun, efek shok atas kejadian yang menimpa nya sedikit berpengaruh pada mental dan perasaan nya"
dokter laki-laki itu bicara dengan cepat, dia menetap ke arah laki-laki yang ada dihadapan nya dengan tatapan yang serius.
"Beberapa luka di tubuh nya karena peristiwa tadi cukup serius, saat bangun mungkin baru akan merasakan nyeri di beberapa bagian tubuhnya, aku akan memberikan resep untuk menghilangkan rasa nyeri dan memar nya"
lanjut dokter itu lagi.
Laki-laki tersebut bicara, menatap tajam bola mata dokter dihadapan nya tersebut, bisa di lihat laki-laki itu mengeram dan marah, tiba-tiba bola mata indah tersebut memerah, dia mengepalkan tangannya dan merasa bersalah terlambat datang menyelamatkan perempuan tersebut.
"Sebelum aku mendapatkan tubuh nya, aku melihat mereka membuat nya jatuh berkali-kali, itu membuat ku begitu marah, mereka benar-benar ingin cari mati pada ku"
Kembali laki-laki tersebut mengeram, kali ini kemarahan semakin menjadi-jadi di balik wajah tampan nya, dia membalik kan tubuh nya dengan cepat kemudian membiarkan pandangan nya menembus pada jendela besar kaca yang menghadap kearah langit malam ditaburi jutaan bintang-bintang.
Dokter laki-laki tersebut menepuk bahu laki-laki dihadapan nya, dia mensejajarkan langkah kemudian berkata.
"Kau tidak bertanya tentang kondisi kandungan nya?"
Dokter tersebut bertanya pelan.
Keheningan terjadi di antara mereka, pertanyaan sang dokter sama sekali tidak mendapatkan jawaban.
Dokter tersebut terlihat melirik kearah laki-laki disamping nya itu.
"Jangan khawatir soal apapun, anak mu didalam sana juga baik-baik saja"
Ucap dokter itu lagi kemudian.
membuat laki-laki disamping nya terlihat mencoba memejamkan bola matanya secara pekerjaan, dia membiarkan jemari-jemari nya menekan kedua belah pelipis nya secara perlahan.
"Tidakkah ini aneh? kenapa ada yang mengejar nya dan mencoba untuk membunuh perempuan itu, Yavuz?"
Dan ketika dokter tersebut bertanya, membuat laki-laki yang dipanggil Yavuz tersebut langsung menoleh kearah nya.
Dokter laki-laki itu sengaja berkata begitu, dia tahu Yavuz sang penguasa malam yang kuat dan teguh tidak suka terhadap orang-orang yang bermain-main dalam hidup nya dan mengganggu sesuatu yang telah menjadi milik nya.