The Betrayal

The Betrayal
Mengambil liburan bulan madu


Di meja makan pada akhirnya semua menikmati makan pagi bersama sembari sesekali orang-orang saling melirik antara satu dengan yang lainnya melihat gelagat dari Dru dan Tiffany yang terlihat malu-malu.


Semua orang terlihat menikmati sarapan pagi hari ini, Dru seperti biasa yang merupakan kebiasaannya sama sekali tidak mengeluarkan suaranya dan menikmati makan paginya tapi dia sedikit berbeda karena memiliki banyak pengertian pada Tiffany.


laki-laki tersebut beberapa kali meletakkan makanan pada piring Tiffany, bahkan dia tidak tanggung-canggung untuk membantu membersihkan mulut Tiffany dari remahan makanan yang mengenai bibirnya.


Hal tersebut sontak membuat orang-orang saling melirik antara satu dengan yang lainnya untuk beberapa waktu.


"katakan pada Mommy apa yang akan kalian lakukan setelah ini? maksud mommy apa kalian tidak ingin mengambil liburan untuk melewati bulan madu bersama?"


Pada akhirnya nyonya Lana Lan membuka pembicaraan, ingin tahu apakah kedua orang tersebut ingin mengambil masa liburan dan cuti bersama untuk bulan madu, mengingat setelah pernikahan mereka sama sekali tidak ada liburan yang di ambil.


Dru begitu kembali ke Paris dari Indonesia menuju ke kediamannya membawa Tiffany,laki-laki tersebut sama sekali tidak mengambil waktu liburan atau cuti dari perusahaan, putra nya tersebut langsung tancap gas kembali bekerja dan belum mengambil sedikit pun cuti setelah hari pernikahan jadi wanita itu pikir ada baiknya dalam waktu dekat laki-laki tersebut mencoba mengambil liburan dari pekerjaan.


Sejak dulu Dru terlalu begitu konsisten dan fokus pada pekerjaannya, sama sekali belum mengambil liburan dalam keadaan apapun dimulai dari laki-laki tersebut memilih masuk ke perusahaan, bahkan saat sakit pun Dru masih terlalu fokus pada pekerjaannya, terkadang nyonya Lana lan khawatir dengan kesehatan mental dan fisik nya, tapi setiap kali wanita itu meminta agar putranya mengambil liburan terus selalu berkata ini bukan masalah serius.


mungkin dia bisa memaklumi yang kemarin-kemarin tapi tidak mengambil cuti pernikahan dan bulan madu jelas terasa cukup memberatkan, sebagai orang tua mungkin sebaiknya dia mendesak putranya untuk mengambil syuting bulan madu dengan Tiffany dalam waktu dekat.


Mendengar ucapan mommy nya seketika Dru langsung menghentikan gerakan tangannya, laki-laki tersebut langsung menoleh ke arah mobilnya sembari tampak berpikir dengan keras.


"Itu...aku pikir kami..."


laki-laki tersebut terlihat sedikit gugup, ucapan maminya seolah-olah pancingan untuk mereka dalam membicarakan bulan madu, sedikit malu saat membicarakan hal tersebut.


melihat respon putranya, Lana lan mengulum senyuman nya, dia kemudian melirik ke arah Tiffany.


"liburan bulan madu bukan hal yang buruk sayang, kalian sama sekali belum mendapatkannya"


Saat wanita tersebut bicara kearah Tiffany, sang menantu nya merespon dengan baik, dia mengganggukan kepalanya sembari meletakkan cangkir teh yang ada di tangannya.


"aku akan mendiskusikannya dengan kak Dru, mom"


Mendengar apa yang diucapkan Tiffany, pada akhirnya membuat Dru diam, dia pikir dia sedikit berlebihan karena malu soal pembicaraan bulan madu.


"Aku setuju kamu mengambil liburan Dru, jangan khawatir soal perusahaan, kakak akan mengurus nya selama kamu tidak ada, aku bisa minta bantuan kakak ipar mu dan juga daddy"


Xia Bicara dengan cepat, menyetujui usulan mommy nya.


Dru terlihat menggaruk kepala nya yang tidak gatal, agak bingung dengan pembicaraan liburan dan bulan madu ini.


Nyonya Lana Lan terlihat menoleh ke arah Tiffany kemudian wanita itu berkata.


"Kamu tahu sayang? Dru bukan tipe laki-laki yang suka mengambil cuti liburan jadi aku pikir sebaiknya kamu sebaiknya berkata ya untuk mengambil cuti liburan bulan madu"


wanita tersebut langsung bicara dengan cepat sembari mengedipkan bola matanya, nada suaranya terdengar seperti sebuah rayuan agar menantunya tersebut mengambil tiap bulan madu untuk mereka.


mendengar ucapan mertuanya membuat Tiffany menganggukan kepalanya secara perlahan kemudian pada akhirnya gadis tersebut berkata.


"aku pikir itu ide yang cukup baik, mom"


perempuan tersebut mengembangkan senyumannya kemudian melirik ke arah suaminya.


"kami akan mendiskusikannya dan membicarakan bulan madu kemana yang mungkin bisa kami jadikan tempat destinasi liburan kami berdua"


lanjut Tiffany lagi kemudian sembari dia menatap dalam bola mata Dru, dia selalu langsung menyetujui usulan yang diberikan oleh mommy mertuanya dan kakak ipar nya tersebut.


laki-laki yang ditatap tersebut terlihat balik mengembangkan senyumannya, dia menganggukan kepalanya secara perlahan.


"Hmmmm kamu boleh menentukan tempat terbaik nya, aku akan mengikuti nya"


Dru pada akhirnya bicara, dia mengangguk kan kepalanya perlahan.