The Betrayal

The Betrayal
Hamil anak siapa


Beberapa waktu sebelum Jessica dan Sean di grebek


Hotel xxxxxxx.


Noura terkejut setengah mati menatap penampilan Jessica yang cukup kacau balau, sejak semalam dia tidak tahu ke mana rupanya gadis tersebut pergi dan kini saat pagi kembali bagaimana bisa dia melihat Jessica ada di dalam kamar mandi dalam keadaan kacau balau.


Gadis tersebut menghubungi nya dan meminta nya segera menemuinya di dalam kamar mandi.


"Jess, kamu terlihat berantakan?". tanya Noura bingung dan sedikit panik.


"Katakan di mana Sean? kamu hubungi daddy Gao, aku akan tidur di samping nya dengan cepat, kamu bilang dia bersama seorang perempuan bayaran bukan? masih tidur hingga saat ini?" Jessica tidak mempedulikan pertanyaan dari Noura, dia lebih peduli mereka meneruskan rencana.


"Ah...itu dia di kamar xxxxxxx" Noura terlihat bingung, menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Akhhh Kamu terluka Jess? ya Tuhan apa yang terjadi pada tangan mu?" Dan kembali gadis tersebut panik.


"Ini diluar rencana, aku merasa kepala ku masih pusing, seseorang menangkap ku dan salah mengenali ku, aku akan menggunakan nya sebagai darah perawan, sekarang bawa aku kesana" Jessica bicara, menyeret langkah Noura dengan cepat.


"Di mana dia?"


********


Masih di hotel xxxxxxx


Kamar di mana Sean berada.


Setelah mengendap-endap masuk ke kamar di mana Sean berada, dua gadis polos dan tidak pandai-pandai amat dalam menyusun strategi tersebut terlihat bingung menatap Sean yang masih terlelap didalam tidurnya.


Jessica naik ke atas kasur sambil bicara berbisik-bisik dan ditahan.


"Keluar, hubungi daddy ku dan katakan apa yang terjadi " Ucap Jessica cepat.


"Bagaimana jika rencana nya kacau balau? Jess tiba-tiba aku takut, kamu tahu? daddy Gao mungkin akan membunuh kalian, ah tidak mungkin bisa jadi kamu di usir dari rumah " Tiba-tiba saja akal waras Noura berjalan.


Yah dia pikir bagaimana jika rencana ini berjalan kacau, tidak seperti apa yang mereka harapkan? ini pasti akan mencelakai Jessica, anak gadis perawan, yang dijaga sebaik mungkin tiba-tiba tidur dengan laki-laki yang merupakan tunangan saudara nya sendiri.


"Aku akan mati jika melakukan nya Jess" Noura terlihat memucat.


Alih-alih ikut takut dan khawatir, Jessica terlihat sibuk mengoles darah di sprei kasur dengan cepat, menekan sisa luka di lengan nya dengan cepat, dia kemudian mengusir Noura agar segera menghubungi daddy nya.


"Jess....?"


"Kita sudah sejauh ini Noura" Jessica bicara sambil menggabungkan kedua belah telapak tangannya.


"Tapi ini soal masa depan"


"Noura .. bergerak, waktu semakin menyempit" Dan Jessica buru-buru membaringkan tubuhnya di samping Sean, memejamkan bola matanya dan pura-pura mengabaikan Noura.


Gadis tersebut menghela kasar nafasnya, dia pada akhirnya bergerak keluar dari sana.


"Oh ya Tuhan, sungguh terkutuk diri ku" Batin Noura pelan.


Dia mencoba mengarahkan kamera handphone nya dulu sejenak, melakukan beberapa kali jepretan dan didetik berikut nya gadis itu benar-benar melesat pergi dari sana, mencoba menghubungi daddy Gao sambil sesekali dia memijat-mijat kepalanya.


"Ini benar-benar gila"


*******


Masih di masa lalu


Satu bulan lebih setelah kejadian.


Jessica terlihat menggigit bibir bawahnya untuk beberapa waktu, dia khawatir berat dengan keadaan, pembicaraan di malam itu soal surogasi dan.....


"Aku belum datang bulan, hampir 2 bulan" Dan kekhawatiran mana yang tidak membuat resah diri nya.


Gadis tersebut menggenggam alat tes pack di tangan nya, dia menatap kearah kaca toilet dihadapan nya untuk beberapa waktu sambil berusaha untuk menahan degub jantung nya.


"Aku tidak mungkin benar-benar hamil bukan?"dia masih berusaha mempertanyakan diri, mencoba memangkas kekhawatiran soal kondisi tubuh nya atas kesalahan malam itu.


Dia pikir mungkin kah setelah masuk kedalam Cengkraman orang yang salah kini harus berakhir kehilangan masa depan?.


"Oh my......" dia tercekat.


Jessica menatap benda pipih berwarna putih pink yang ada di tangannya dimana bisa dia lihat dua garis merah menghiasi benda tersebut.


tiba-tiba saja wajah gadis tersebut memerah, satu kecemasan menghantam dirinya saat ini di mana dia pikir sepertinya ada yang salah dengan dirinya setelah kejadian pada malam itu.


gadis tersebut mencoba untuk mengguncang-guncang benda pipih yang ada di tangannya itu dengan gerakan yang sedikit kencang, dia berharap dua garis merah tersebut mungkin bisa berubah menjadi satu garis saja, namun nyatanya apa yang diharapkan sama sekali tidak terjadi.


"Ohhhh Bagaimana ini?" gadis tersebut bertanya di dalam hatinya sembari dia membiarkan tangan kirinya memijat-mijat kepalanya di mana tangan kanannya masih menggenggam benar yang menyebabkan dua garis merah setelah dia melakukan pemeriksaan terhadap dirinya.


Jessica pikir apakah dia benar-benar hamil?.


Gadis tersebut terlihat menggigit bibir untuk beberapa waktu, dimana bisa dia rasakan detak jantungnya saat ini terasa tidak baik-baik saja dan tubuhnya sedikit berkeringat belum lagi dia merasa ada satu aroma dari luar sana yang tidak begitu dia sukai saat ini.


Jessica berusaha untuk menetralisir perasaannya dimana tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.


"Aku benar-benar mati"


"Jessi? apa kamu baik-baik saja?" satu suara terdengar menderiaki dirinya sembari menggedor-gedor pintu kamar mandi di mana dia berada saat ini.


mendengar hal tersebut jelas saja membuat Jessica terkejut dan membuat dirinya buru-buru memasukkan benda pipi putih pink yang ada di tangannya itu dengan gerakan terburu-buru ke dalam kantong celananya.


"Tunggu sebentar, aku hanya sakit perut biasa" ucapnya dengan cepat menjawab suara yang ada di luar sana.


Jessica berusaha untuk menetralisir perasaannya sembari menarik nafasnya dengan panjang untuk beberapa waktu kemudian dia buru-buru menjawab. setelah meyakinkan dia bisa menetralisir keadaan buru-buru gadis tersebut langsung membuka pintu kamar mandi kemudian dia melihat satu sosok wanita tengah tersenyum di hadapan nya.


Itu adalah mommy Ayana nya, wanita yang begitu menyayangi nya selama belasan tahun ini, dia mommy kandung Tiffany yang tidak lain adalah mommy angkatnya. Saat wanita tersebut bicara pada nya, Jessica sama sekali tidak mendengar apapun yang diucapkan mommy Ayana, tiba-tiba Jessica memeluk erat tubuh wanita paruh baya lebih tersebut secara perlahan.


"Mom..." Jessica bicara, memeluk wanita dihadapan nya tersebut sambil memejamkan bola matanya.


Mommy Ayana jelas terkejut, menghentikan ucapannya kemudian dia terlihat sedikit cemas karena Jessica tiba-tiba saja memeluk diri nya.


"Sesuatu yang buruk terjadi?" Wanita tersebut bertanya, membiarkan Jessica terus memeluknya,. wanita itu bertanya sembari membiarkan telapak tangan kanan nya menepuk-nepuk punggung Jessica.


"Tidak ada, hanya saja aku tiba-tiba ingin memeluk mommy" Jessica menjawab pelan, dia membiarkan diri terus memeluk wanita di hadapannya tersebut untuk beberapa waktu.


Entah apa yang ada di jalan pikiran mereka masing-masing yang jalas saat itu mereka sepertinya sama-sama menyimpan sejuta kata dan tanya didalam hati masing-masing.


*******


Restoran xxxxxxxx


pusat kota.


""Kau belum bicara pada Tiffany untuk membatalkan pernikahan kalian?" Tuan Gao bicara, menatap tajam kearah Sean sambil dia melipat kedua belah tangannya, mengernyit kan dahi dan mencoba untuk menetralisir detak jantung nya.


Sean terlihat menundukkan kepala nya, Laki-laki tersebut merasa cukup kacau, rambut nya terlihat sedikit awut-awutan bahkan dia tidak sempat mencukur kumis nya sendiri bulan ini, persoalan diri nya dan Jessica membuat nya sakit kepala.


Dia tidak tahu apa yang terjadi pada malam itu pada mereka, dia ingat mereka tidur bersama, dia merusak gadis itu tapi entahlah semua Seolah-olah merusak tatanan ingatan nya, di satu sisi jantung nya bergejolak karena merasa tidak menerima keadaan ini, di sisi lain dia harus memutuskan segala sesuatu dengan cepat.


"Aku tidak punya keberanian untuk mengatakan nya" Ucap Sean pelan.


"Kau harus menikahi Jessica dan membatalkan pernikahan mu dengan Tiffany, semakin cepat bicara pada Tiffany semakin baik, setelah menikah dengan Jessica kamu bisa melepas kan putri ku dengan cepat, dia tidak perlu memiliki seorang suami seperti kamu" Tuan Gao kembali bicara, menatap tajam kearah laki-laki dihadapan nya itu.


Dia punya rencana sendiri untuk putri nya, laki-laki tersebut harus bertanggung jawab, setelah itu dia mungkin akan mengirim Jessica ke Manhattan atau ke manapun yang mungkin cocok menjadi tempat kehidupan Jessica sementara hingga melahirkan, bagi nya anak-anak nya tidak pantas menikah dengan laki-laki mengerikan seperti Sean.


Jika sejak awal sudah berani mengkhianati dua perempuan secara bersamaan, dia yakin laki-laki semacam itu tidak akan pernah menjadi laki-laki setia untuk anak-anak mereka.


"Dad... berikan aku waktu...."


"Jangan panggil aku daddy, itu terdengar begitu mengerikan di balik telinga ku" Dia menolak Sean memanggil nya daddy saat ini, entahlah hanya merasa tidak suka dan cukup mengerikan.


mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki paruh baya lebih tersebut seketika membuat Sean terdiam, dia pikir keadaan ini benar-benar menjadi kacau dan laki-laki di hadapannya itu jelas saja tidak akan pernah memaafkan dirinya hingga akhir.


tidak dia pungkiri apa yang diperbuat itu salah dan mengerikan, tapi menikahi Jessica tidak pernah ada di dalam kamusnya, dia tidak pernah berpikir ingin menjadi suami dari gadis tersebut, meskipun tidak dia pungkiri Jessica memiliki tingkat kecantikan yang berbeda dengan Tiffany, nyatanya dia tidak siap untuk menikahi gadis tersebut.


kejadian malam itu benar-benar membuatnya menjadi tidak baik-baik saja dan jutaan pertanyaan menghantam kepalanya, dia tidak paham kenapa semua bisa sekacau ini sehingga menyeret nya pada skandal bersama Jessica.


"aku memberi kamu kesempatan terakhir untuk bicara pada Tiffany, jika kamu tidak melakukannya maka aku pastikan kau akan merasakan apa yang seharusnya kau rasakan, jangan bermain-main dengan keluarga Hillatop, karena ini bukan lagi masuk pada rana permainan yang pantas kamu lakukan" Dan tuan Gao bicara dengan cepat, menatap penuh kemarahan pada Sean O'Beroy.


*******


Hotel xxxxxxx keluarga Noura


pusat kota


Setelah pernikahan Tiffany dibatalkan dan dia menikah dengan Sean.


"Jessi?" Gadis tersebut bertanya agak bingung kearah Jessica yang sejak tadi mencoba mencari bagian rekaman CCTV malam itu.


"Ada apa sebenarnya?"


Jessica hanya mampu berkata.


"Aku hanya ingin tahu siapa yang membawa ku malam itu" Ucap nya pelan.


Yah dia ingin tahu siapa yang menanam benih di rahim nya, siapa ayah dari bayi nya, dan dia hamil anak siapa?!.


Ohhhh kepalanya Seolah-olah akan meledak tidak lama lagi, dia harus mencari tahu siapa orang nya kemudian tidak lupa kabur dari kehidupan keluarga Hillatop, ini hanya akan mempermalukan keluarga Hillatop atas kebodohan yang dia lakukan.


Dan dia harus menandatangani surat perjanjian kontrak pernikahan dengan Sean yang mereka sepakati hanya bertahan tidak lebih dari 1 bulan saja.


"Mari membuat kesepakatan" Kala itu dia berkata dengan Sean dalam kondisi tidak baik-baik saja, sebenarnya dia habis menangis karena sedih dengan keadaan, tapi Sean pikir dia menangis karena kecewa pada Sean.


"Mereka bilang ada istilah duduk menikah berdiri cerai, aku ingin kita melakukan hal itu setelah nya, aku tidak mau hubungan ini bergerak terlalu jauh, Sean"


Akting nya memang bagus, tapi ini jelas tidak baik-baik saja, karena setelah ini dia harus berjuang keras untuk bisa melakukan segala sesuatu sendiri dan meninggalkan keluarga yang dia cintai.


"Pergilah, jangan kembali ke keluarga Hillatop lagi" Ucapan Tiffany hari itu cukup membuat dia tidak bisa menarik nafasnya dengan baik.


"Aku tidak ingin melihat mu lagi"


Fuhhhh. Jessica menarik pelan nafasnya, dia pikir sebenarnya kemana di akan membawa dirinya dan anak di dalam kandungan nya?!.


"Kamu ingin pergi jauh Jessi?" Noura bertanya pelan dalam jutaan kecemasan nya.


Dan Jessica buru-buru mengangguk kan kepala nya.


*******


Catatan \=


semua tidak dijabarkan di sini kisahnya, InsyaAllah Jessica akan ada full kisah nya sendiri dengan Yavuz, awal mula sebenarnya mereka bertemu hingga malam tragedi itu Mak.


Juga bagaimana bisa dia kabur dari rumah Hillatop hingga berakhir kerja di mini market. Karena kalau full di tulis di sini jadi kek kisah Alessia dan Yash, jadi ditolak untuk di kontrak'an 🙏🏻.


Yavuz dan Jessica di sini cuma pas part manis dan sedih aja. kalau mau full bagian lucu, kocak, pemikiran Jessica yang ngebull soal ketidaknormalan Yavuz, konflik mereka dan kebucinan hakiki Yavuz juga lain-lain di tempat berbeda nanti, cuma nunggu kisah Hayat dan Ahem S2 metu dulu yah nak, InsyaAllah Hayat dan Ahem setelah Tiff dan Dru.


Step by step diselesaikan karena semua kisah dari Hayat dan Ahem,Karla dan Lucas, Yash dan Alessia le..vel mereka anjlok Mak jadi masih belum bisa di lanjutkan 🙏🏻. istilah nya capek lanjut tanpa upah gitu Mak , untuk bantu Mak author ga kena le..vel anjlok, jangan favorit lalu baca ep. 1-2 terus tumpuk dulu nunggu end sebab itu mempengaruhi perhitungan grafik pertumbuhan dan imbas ke le. vel yah Mak🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻.kalau memang belum mau lanjut, jangan masuk ke bagian favorit lebih dulu, mending ngintip aja udah itu lewatkan Mak🙏🏻🙏🏻🙏🏻, sudah pengen baca baru favorit 'kan.