The Betrayal

The Betrayal
Mengurai benang kusut di masa lalu


Kembali ke kediaman Dru dan Tiffany


Kamar tidur utama Dru dan Tiffany.


Begitu sang suaminya telah di pastikan tertidur lelap, Tiffany seketika langsung membuka bola matanya dengan cepat, dia menoleh ke arah Dru untuk beberapa waktu, memastikan jika gerakan nafas laki-laki tersebut terdengar teratur dan tidak berantakan.


begitu memastikan jika Dru benar-benar telah terlelap di dalam tidurnya, perempuan itu langsung turun dari kasur milik mereka dan bergerak dengan perlahan menjauh dari sana. perempuan itu meraih laptop milik nya dengan cepat dan juga handphone milik nya, memilih keluar dari kamar dengan cepat menuju kearah ruang tamu.


Dan begitu Tiffany telah berada di ruang tamu Perempuan tersebut sengaja tidak menyalakan lampu tersebut, dia membuka laptopnya dengan cepat kemudian Perempuan itu terlihat mencari sesuatu di dalam sana. Bola mata perempuan tersebut terlihat fokus menatap ke arah layar laptop mulutnya untuk beberapa waktu.


cukup lama bola mata perempuan tersebut memeriksa isi laptop milik nya, hingga pada akhirnya secara perlahan Tiffany meraih handphonenya kemudian dia mencoba untuk bicara dengan seseorang di seberang sana.


cukup lama dia mencoba untuk menghubungi seseorang di ujung sana, hingga pada akhirnya setelah sekian lama menunggu, satu sahutan terdengar memecah keadaan.


"Halo"


Tiffany bicara dengan cepat.


"Kamu sudah melihat nya?"


suara disana menyahut ucapan dari Tiffany.


"aku sudah melihatnya, aku pikir ada yang aneh selama di rumah sakit tersebut, bantu aku untuk mencari rekaman cctv-nya selama dia dirawat di rumah sakit dalam beberapa Minggu tersebut"


Dan Tiffany berkata dengan cepat gimana bola matanya terus nggak tahu ke arah pembagian layar laptop milik nya, perempuan tersebut terlihat mengerutkan keningnya untuk beberapa waktu sembari dia membiarkan jemari-jemari tangan kirinya terus mengetuk-ngetuk bagian atas meja.


"berikan aku data tentang ibu tiri dari Heidi"


Ucap Tiffany lagi kemudian.


setelah itu cukup lama mereka tidak melakukan percakapan gimana Tiffany berusaha untuk menggeser kursor laptopnya, sembari dia memindahkan handphonenya ke tangan kirinya.


"aku pikir sepertinya ada seseorang yang berada di belakangnya selama ini, diam-diam berusaha untuk melindungi Heidi dan aku pikir ibu tiri gadis itu menyimpan satu rahasia pada malam kejadian kecelakaan hari itu"


"aku bisa melihatnya ada seseorang di belakang gadis itu sejak dulu hingga saat ini"


dan Tiffany menjawab dengan mantap.


"cari informasi juga soal Jessica"


dan dia kembali bicara pada sosok yang ada di ujung sana.


"aku pikir sepertinya ada sesuatu yang tidak aku ketahui dan terlewat kan tentang diriku, Sean, Jessica juga Dru di masa lalu"


Lanjut Tiffany lagi kemudian.


setelah itu perempuan tersebut mematikan panggilannya dan dia menatap lurus ke arah depan untuk beberapa waktu, dia pikir sepertinya ada sesuatu yang tidak dia sadari hingga sejauh ini di mana ada keterkaitan antara satu dengan yang lainnya di dalam hubungan mereka yang sepertinya terlewatkan dan tidak pernah Tiffany sebelumnya di masa lalu.


Tiffany secara perlahan kembali menatap ke layar handphonenya untuk beberapa waktu, dia menggeser bagian layarnya secara perlahan hingga pada akhirnya tanpa satu foto yang cukup mengganggu penglihatannya.


Apa sebenarnya yang sebenarnya terjadi pada malam itu, Jess?!.


Dia berguman pelan di dalam hatinya, mencoba memejamkan bola matanya sejenak, berusaha untuk mengingat-ingat tentang malam beberapa bulan yang lalu jauh sebelum dia dan Sean membatalkan pernikahan mereka.


"Sean, kau kemana semalam? kenapa aku bisa ada di sini?"


Tiffany bertanya dibalik handphone nya, menghubungi laki-laki tersebut dengan perasaan panik sembari dia berusaha menahan rasa sakit di kepalanya untuk beberapa waktu, ruang mendominasi berwarna cream dimana dia berada kini membuat nya agak bingung.


Ketika dia bertanya, dia mendengar satu teriakan suara gadis di ujung sana.


"Bisa kita bicara nanti Tiff? aku harus membantu seseorang, dia terjatuh"


"Sean....itu siapa?"


Dia pikir itu suara teriakan, tapi dia tidak mengenali suara itu sama sekali.