
Yavuz buru-buru bergerak menuju ke arah depan ketika sang pelayan berkata ayahnya datang dan membuat sedikit keributan, Yavuz tahu laki-laki tua itu pasti sedang berusaha untuk mencari apa yang diinginkannya saat ini.
Yavuz berpikir ini belum saatnya dan hal ini membuat kepalanya terasa berdenyut-denyut, laki-laki tua tersebut pasti sedang berusaha untuk mendesaknya, dan dia pikir laki-laki tua itu datang tidak dalam waktu yang benar dan baik dan lagi dia belum siap untuk melakukan hal yang Terus menjadi tekanannya belakangan ini.
Laki-laki tua egois itu.
Batin Yavuz.
begitu dia tiba bagian depan ruang tamu kediamannya, bisa dia lihat laki-laki tua tersebut bergerak di lantai atas dan mencoba untuk mencari apa yang ingin dicarinya, Yavuz dengan gerakan tergesa-gesa mencoba untuk ikut naik ke atas dan menyusul ayahnya.
baru saja dia melangkah beberapa langkah menuju ke lantai atas rupanya sang ayah bergegas turun dari lantai atas menuju ke lantai bawah, sepertinya ayahnya baru saja mengitari ruangan atas untuk mencari dirinya, saat tidak menemukannya laki-laki tua itu bergerak cepat turun ke bawah.
"kau di sini rupanya"
laki-laki tua berusia lebih dari setengah abad tersebut bicara cepat, mengerutkan keningnya menatap kearah Yavuz, dia terlihat sedikit tidak sabaran turun menuju ke arah lantai bawah dan mendekati putranya tersebut.
"kenapa tidak menghubungiku lebih dulu jika daddy akan datang kemari?"
lagi-lagi tersebut langsung memundurkan langkahnya kemudian melangkah turun ke arah bawah jauh mendahului ayahnya.
laki-laki tersebut bertanya sembari berdiri tepat di bagian ujung tangga, menatap laki-laki setengah bayi tersebut untuk beberapa waktu di mana sang ayah nya kini telah berdiri tepat di hadapannya.
"memangnya sejak kapan kau akan mengangkat panggilanku? bahkan jika aku sekarat sekalipun mungkin kau tidak akan mengangkat panggilan orang-orang di rumah"
Daddy Yavuz terlihat kesal, menatap kearah putra nya dengan tatapan cukup dongkol, sejujurnya laki-laki tersebut sedang merasa kesal terhadap putranya itu karena realitanya dia telah mencoba untuk menghubungi putranya berkali-kali tapi laki-laki tersebut sama sekali tidak mengangkat panggilan.
mendengar apa yang diucapkan oleh ayahnya membuatnya Yavuz Seketika terdiam.
dah saat laki-laki tersebut berkata begitu, bola matanya menulis seluruh ruangan bawah dan mencoba untuk mencari sosok yang menjadi desas-desus di dalam rumah keluarga besar mereka dalam dua hari ini.
seseorang menyampaikan jika Yavuz telah membawa perempuan ke kediamannya dan kabar yang sedikit mengejutkan terjadi jika perempuan itu tinggal di sana Dan juga sedang hamil.
mendengar ucapan ayah nya, seketika membuat Yavuz mengerutkan keningnya, siapa yang menyampaikan berita begitu cepat hingga ke telinga orang tuanya saat ini.
"mereka bilang kau membawa perempuan dan membiarkannya tinggal di tempatmu sudah lebih dari satu minggu tanpa status, yang lebih mengerikan mereka berkata jika perempuan itu tengah hamil anakmu"
meskipun realitanya itu adalah kenyataan yang terjadi tapi Yavuz tidak mungkin mengatakannya secara langsung karena dia tahu Jessica ada di belakang, realitanya perempuan itu sama sekali tidak tahu jika dia adalah ayah dari bayi yang di kandung nya.
"aku akan kembali ke rumah untuk menjelaskannya, sebaiknya Daddy kembali ke rumah dan biarkan aku Yang pergi ke sana setelah ini, aku akan datang sebelum makan malam"
ucapnya dengan cepat dan berusaha untuk meyakinkan ayahnya, dia belum bisa mengatakan hal tersebut karena Yavuz pikir dia harus menjelaskannya kepada Jessica secara perlahan hingga tidak membuat perempuan tersebut terkejut.
Nyatanya belum sempat dia meminta laki-laki tua itu membalikkan tubuhnya dan pergi beranjak dari kediamannya, satu suara lain mengejutkan dirinya.
"Kau menyembunyikan calon istri mu di sini?"
dan hal itu seketika membuat Yavuz membulatkan bola matanya, dia langsung menoleh ke asal suara yang kini bergerak dengan cepat dari arah belakang.
Sejak kapan?!.
laki-laki itu tercekat karena tidak menyadari kehadiran sosok lain di dalam tempat tinggalnya.