
Kembali ke kediaman Dru dan Tiffany
Setelah makan pagi.
Begitu Dru telah melesat pergi ke perusahaan dimana dalam tiga hari ini sang suami akan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda di perusahaan jelang mengambil cuti bulan madu mereka, Tiffany secepat kilat menatap kearah handphone nya untuk beberapa waktu. Tidak ada pergerakan sama sekali yang dilakukan oleh Tiffany, seolah-olah dia sedang menunggu seseorang yang menghubungi nya saat ini.
"Nona masih mau melanjutkan sisa sarapan nya?"
Bibi pelayan bertanya sembari menoleh kearah Tiffany.
mendengar pertanyaan pelayan tersebut, Tiffany langsung menggelengkan kepalanya.
"No, bibi bisa membereskan nya sekarang"
Ucap Tiffani cepat, dia mengembang kan sejenak senyuman nya dan di detik berikutnya bisa dia dengar Handphonenya berdering. Perempuan tersebut buru-buru menyambar handphone nya dan menatap siapa yang menghubungi nya saat ini.
"Mom?"
Tiffany terlihat bahagia, saat tahu mommy nya yang menghubungi dirinya saat ini. dia terlihat begitu antusias saat mengetahui wanita yang paling dia cintai tersebut menghubungi dirinya, mereka bicara untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya ekspresi wajah Tiffany berubah sedikit terkejut.
"Hah... benarkah?"
dan dalam hitungan detik tiba-tiba saja gadis tersebut langsung buru-buru berlarian menuju ke arah depan menuju ke arah pintu masuk utama mansion mereka.
Dan yakinlah saat Tiffany membuka pintu rumah tersebut bayangkan bagaimana kebahagiaan tersirat di balik wajah perempuan tersebut.
"Mommmm....daddddddd...."
dan dalam hitungan detik dia berhamburan memeluk wanita dan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut dengan jutaan rasa bahagia yang tak terhingga secara bergantian. Kedua orang tuanya itu datang berkunjung ke tempat mereka tanpa terduga.
"Kenapa tidak menghubungi kami jika mommy dan daddy akan datang berkunjung?"
Perempuan itu bertanya sembari memeluk erat kedua orang tuanya secara bergantian, kemudian dia menatap mommy nya dengan perasaan penuh bahagia dengan bola mata yang berkaca-kaca.
"jika kami menghubungi kamu lebih dulu itu namanya bukan kejutan sayang"
mommy Ayana berkata cepat sembari memeluk putrinya tersebut dengan penuh kebahagiaan dan juga kerinduan, dia yang tidak terbiasa tinggal jauh bersama anak-anaknya jelas saja merasa rindu setengah mati kepada putrinya, tidak menyangka jika pada akhirnya putrinya akan menikah dan tinggal di tempat yang jauh dari mereka.
mendengar ucapan dari mommy nya seketika membuat Tiffany kembali memeluk wanita tersebut, cukup lama perempuan itu memeluk mommy nya sembari di memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu seolah-olah mencoba untuk melepaskan sesuatu di dalam hatinya.
cukup lama dia melakukan hal tersebut hingga akhirnya Tiffany melepas kan pelukan Secara perlahan.
"Mommy benar, jika bilang lebih dulu untuk datang itu artinya bukan kejutan, aishhh aku lupa itu"
Tiffany terkekeh kecil, menatap mommy dan daddy nya secara bergantian kemudian dia langsung meminta kedua orang tersebut masuk ke dalam.
"apa kalian sudah sarapan mom, dad? Aku akan menyiapkan beberapa makanan untuk kalian"
"Mommy pikir harus membersihkan tubuh lebih dulu setelah itu baru mommy akan pergi untuk mendapatkan sarapan, kalau daddy mu mungkin ingin sarapan lebih dulu"
Ucap wanita itu ke arah putri nya kemudian mommy Ayana melirik kearah suaminya dengan cepat.
" Pergilah lebih dulu, aku pikir aku butuh sedikit kopi pagi ini"
Laki-laki tersebut menjawab cepat.
Mommy Ayana mengangguk kan kepalanya.
"Bi antarkan ke kamar ke dua, pastikan semuanya di ganti dengan yang baru bi"
Tiffany meminta para pelayan mengantar mommy nya, dia ingin sang pelayan mengganti alas kasur dan bantal dengan yang baru agar kedua orang tua nya nyaman tinggal di sana.
"aku akan membantu membuatkan kopi untuk daddy"
lanjut Tiffany lagi kemudian.
"Baik nona"
Sang pelayan menjawab cepat, meraih koper yang ada di tangan daddy Gao, kemudian bergerak membawa mommy Ayana menuju ke arah kamar yang akan ditempati oleh orang tua majikannya.
Tiffany mencoba mengejar langkah daddy nya sambil bola matanya menatap punggung laki-laki tua tersebut untuk beberapa waktu.
"Dad...."
Dia bicara, sengaja menghentikan langkahnya untuk beberapa waktu.
Mendengar Tiffany memanggil diri nya, tuan Gao buru-buru menghentikan langkah kaki nya, dia berbalik dan menatap putri nya.
"Ada apa sayang?"
Tuan Gao bertanya, mengembang kan senyuman nya ke arah putri kesayangannya tersebut.
Tiffany terlihat diam untuk beberapa waktu menatap daddy nya sembari meneliti wajah laki-laki di hadapan tersebut dengan seksama.
"Tiff?"
Tuan Gao kembali bertanya, kali ini dia agak mengerut kan keningnya, menatap putrinya tersebut yang menatap nya dengan tatapan yang sedikit aneh.
"tidakkah daddy ingin menjelaskan padaku tentang Jessica dan kejadian malam itu?"
perempuan itu bertanya dengan begitu lancar, sengaja menatap wajah daddy nya dengan lekat, tidak membiarkan pandangannya lari kemanapun.
Dan pertanyaan putri nya cukup mengejutkan tuan Gao, seketika senyuman di balik wajah laki-laki tua tersebut mulai memudar secara perlahan, kini dia menatap wajah putri nya dengan tatapan yang sedikit sulit untuk di jelaskan.