
Dalam diam yang cukup lama terjadi pada akhirnya Tiffany berkata.
"Mau mendengarkan sebuah cerita?"
Tiba-tiba Tiffany bertanya sembari bicara, membiarkan posisi mereka berada pada tempat yang seperti semula, enggan beranjak tanpa ingin menjabarkan alasan.
Dru menaikkan ujung alisnya, bertanya tanya mengeluarkan suara nya. Bukan berarti iya juga bukan berarti tidak, membuat orang sulit mengartikan ekspresi wajah datar nya.
"Aku mendengar cerita seseorang dimana kata nya dua laki-laki berteman dengan baik pada masa mereka"
Gadis tersebut mulai bercerita, menyusun kata demi kata untuk diberikan pada laki-laki dihadapan nya.
"Saking akrab nya mungkin seperti sebuah lagu lawas yang kata nya jangan ada dusta di antara kita"
Saat gadis tersebut berkata begitu, Dru sejenak mencoba untuk menahan gemuruh di dada nya, Seolah-olah tahu ke arah mana pembicaraan tersebut akan berlabuh.
"Mereka tidak pernah menyimpan rahasia antara satu dengan yang lainnya, meskipun satu laki-laki memilih tidak banyak bicara namun mengekspresikan perasaan dengan cara dan tindakan nya"
Dan Tiffany membiarkan diri nya menikmati wajah laki-laki dihadapan nya tersebut, dia melihat segaris kegelisahan dibalik wujud tampan yang ada di hadapannya itu, seolah-olah sang pemilik wajah tampan itu tahu apa yang sedang dibicarakannya saat ini.
"Satu laki-laki lagu tahu rahasia paling besar dan terdalam sahabat nya tentang seseorang yang dicintai nya, memanfaatkan moment berharga menikung sahabat nya dari belakang dan menekan juga menusuk nya dari belakang"
"Aneh nya laki-laki itu memilih diam dan tidak melakukan pergerakan, membiarkan sahabat baik nya mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan, melepaskan apa yang seharusnya dia perjuangkan dan berbalik padahal belum tahu hasil akhir dari apa yang terjadi selanjutnya"
Dan Tiffany menggeleng kan sejenak kepala nya.
"Saat mendapatkan cerita itu aku berusaha menyimpulkan, laki-laki itu terlalu takut atau pengecut, atau dia memilih berada di zona ternyaman nya dan tidak keluar dari zona paling buruk nya untuk bicara soal kenyataan pada gadis yang di cintai nya"
Dru seketika sedikit mengendurkan pegangan nya, dia mencoba untuk bicara namun Tiffany kembali bicara.
"Meskipun begitu aneh nya karena sesuatu sahabat baiknya mendapatkan skandal bersama seseorang yang lainnya dan melepaskan gadis yang di curi nya tanpa di duga dan gadis itu pada akhirnya kembali di miliki oleh laki-laki satu nya"
"Tiff?"
Dru bicara pelan, mencoba untuk menetralisir detak jantung nya, dia menampilkan ekspresi yang begitu gelisah di mana wajah nya tiba-tiba memerah.
Cerita Tiffany menbuat nya berpikir dengan keras, dari mana gadis tersebut bisa mendapatkan kisah itu dengan begitu detail, dia khawatir tapi juga takut, dia ingin bicara tapi Tiffany Seolah-olah sengaja membuat dia tidak memiliki kesempatan untuk bicara n
"Tapi aneh nya meskipun pada akhirnya mereka telah bersama laki-laki tersebut tetap memilih diam soal perasaan nya, enggan mengekspresikan hati nya, bahkan tidak berani Keluar dari zona ternyaman nya, hal itu membuat aku kembali berpikir bagaimana jika setelah menikah gadis yang telah menjadi istri nya tersebut kembali di tikung oleh seseorang secara tiba-tiba?"
Dan Tiffany memang tidak memberikan Dru kesempatan untuk bicara lebih dulu, dia melesatkan tanya yang begitu lancar di balik bibir Indah nya, membiarkan diri terus menatap laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut. Tiffany sengaja melakukan hal tersebut membiarkan Dru gelisah mendengar setiap rangkaian kata dan cerita nya, ingin tahu respon apa yang akan diberikan Dru selanjutnya.