The Betrayal

The Betrayal
Seperti nya tidak normal


Jessica merasa agak gelisah, menatap Yavuz yang masih berdiri di samping nya, dimana laki-laki tersebut menyerahkan piring makanan ke arah dirinya dan menatap dalam wajah Jessica.


"Apakah itu genting mister?"


Jessica bertanya hati-hati, takut salah bicara, menghadapi laki-laki sekelas kakak angkat nya Khan jelas rumit, laki-laki dengan karakter begitu sangat rumit untuk di pahami, bahkan mereka lebih suka membuat bergidik lawan bicara mereka.


Meksipun Khan begitu hangat dan memperlakukan dia dan Tiffany dengan cara yang begitu lembut dan tidak pernah membentak mereka dalam banyak situasi, lebih melindungi ketimbang memaksa mereka agar dewasa, tapi Jessica tetap berusaha untuk tidak bergantung pada Khan, dia sadar lambat hari dia akan berpisah dari semua orang dan tidak mungkin bergantung pada laki-laki tersebut.


Dan dia tidak tahu apakah Yavuz memiliki sifat yang sama seperti Khan dia tidak tahu.


"Apakah aku harus pergi dari sini?, apakah istri mister keberatan aku tinggal disini?"


Jessica berusaha untuk menebak, berharap apa yang dia pikirkan benar, semoga istri laki-laki tersebut akan kembali meskipun dia pikir kenapa tidak pernah melihat foto perempuan di sana, dia berharap seseorang mengusir nya dari kediaman Yavuz dan dia bisa bebas pergi dengan cepat.


"Itu bukan masalah, aku akan pergi dengan cepat untuk kembali ke apartemen ku"


Dia kembali bicara penuh harapan, menatap Yavuz dengan perasaan berdebar-debar, menunggu jawaban laki-laki tersebut dengan cepat.


"Aku akan makan dengan cepat dan...."


"Aku tidak pernah menikah dan aku tidak pernah punya istri"


Yavuz bicara cepat, agak gerah saat perempuan tersebut menebak jika dia sudah memiliki istri.


"Aku tidak tertarik untuk menikah sana sekali selama ini"


Dia melanjutkan ucapan nya dengan tegas, menatap balik bola mata Jessica dimana dia pada akhirnya duduk tepat di samping Perempuan tersebut.


Hati nya gelisah, setiap kali melihat Jessica ingin sekali menyentuh perut perempuan tersebut, ingin merasakan apakah mungkin sudah ada pergerakan di dalam sana.


Dokter berkata biasa nya di kehamilan 6 bulan mereka sudah bisa merasakan gerakan di dalam nya, bayi didalam sana sudah bergerak aktif dan lincah, bahkan terkadang sangat aktif dan membuat ibu menjadi sedikit kepayahan.


Mereka bilang kaki ibu hamil juga terkadang membengkak, belum lagi tubuh juga mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan. Dia tidak tahu apakah Jessica kemarin memiliki tubuh yang sama seperti hari ini atau tidak, dia bahkan khawatir apakah Jessica mengkondisi makanan sehat selama ini sebelum bertemu dengan dirinya.


"Itu agak terdengar aneh"


Ucap Jessica pelan.


"Tidak ada satu perempuan pun yang membuat aku tertarik dan ingin membuat komitmen pernikahan"


Pada akhirnya Yavuz berkata begitu, dia bicara apa ada nya, enggan menikah karena terlalu rempong dan ribet terikat pada pernikahan yang dia anggap menyulitkan kehidupan nya.


Perempuan menjadi makhluk paling merepotkan untuk diri nya.


Jessica agak terkejut mendengar ucapan laki-laki tersebut, tidak tertarik membuat komitmen pernikahan?!.


"Hah .. mister lebih menyukai laki-laki?"


Dia mencoba menebak, memperhatikan tubuh berotot yang dimiliki laki-laki tersebut.


Trend terbaru adalah ketika laki-laki berotot menyukai yang berotot, bahkan ketika terong jumbo ungu bertemu terong jumbo ungu.


"Oh ya ampun"


Jessica menutup mulutnya dengan tatapan tidak percaya, membayangkan sesuatu yang sangat mengerikan di balik celana.....


Jessica langsung menoleh kearah milik Yavuz.


"What?"


Dan Yavuz seketika mengerutkan keningnya Mendengar celotehan aneh Jessica, dia mengikuti arah mata Jessica.


Oh sial.


Laki-laki tersebut mengumpat tidak percaya, Seolah-olah tahu ke arah mana pikiran perempuan itu berkerja saat ini.