
perempuan itu bergerak dengan cepat kembali mencoba menoleh ke arah belakangnya dia melihat sebenarnya apakah benar ada orang di sana dan kali ini dia bisa melihat dua orang laki-laki tanpa bergerak dengan cepat mencoba untuk mengejar langkahnya.
hal tersebut membuat bola mata Jessica membulat dengan sempurna karena dia bisa melihat ada satu cahaya yang memantul dari arah belakang sana yang seolah-olah menyatakan salah satu dari mereka memegang benda besi yang tidak diketahui apa.
berbagai macam pemikiran berkacamuk menjadi satu, ketakutan menghantam dirinya dan perempuan itu melangkahkan kakinya dengan cepat untuk segera pergi dari sana Dan berharap dia bisa mencapai bagian daripada titik di mana apartemennya berada Yang jelas masih cukup jauh dari tempatnya saat ini.
semakin Jessica melangkahkan kakinya dengan cepat nyatanya semakin cepat juga orang di belakang sana mengikuti langkah dan mengejar keberadaannya hal itu sontak membuat Jessica semakin mempercepat langkahnya dalam hitungan detik.
dan percayalah dua sosok yang mengejarnya di belakang sana kini terlihat mulai mencoba untuk melangkah dalam lari, dan demi apapun Jessica benar-benar panik dia ikut melangkahkan kakinya dalam lari dengan gerakan yang begitu cepat sembari tidak lupa dia mencoba untuk memegangi perutnya.
pantas sejauh apa dia berlari sesuka tidak tahu hingga tanpa dia sadari salah satu sandal nya lepas karena dia bergerak secara terburu-buru dalam larinya, Jessica menghentikan langkahnya dan berusaha untuk meraih sandalnya di mana jual sosok yang ada di belakangnya ikut menghentikan langkahnya, bayangkan bagaimana mungkin Jessica tidak semakin panik pada akhirnya dia tidak menghiraukan sendal tersebut dan berusaha membalikkan tubuhnya di mana dua sosok yang ada di belakang nya juga dengan gerakan cepat dan refleks langsung kembali berlarian mengejar langkahnya sembari berteriak.
"Baby kemarilah"
"Mari sedikit bersenang-senang"
dua orang tersebut bicara secara bergantian hingga membuat Jessica seketika merinding dan meremang, dan perempuan itu langsung sadar keadaannya saat ini jelas tidak baik-baik saja dan dia dalam keadaan terancam. karena itu Jessica tidak menghiraukan suara yang saling bersahutan dari kedua orang tersebut di mana dia langsung secepat kilat berlarian meninggalkan tempat tersebut tanpa berpikir dua tiga kali.
berdua laki-laki itu ikut mengejar langkahnya semakin kencang sembari mengumpat.
"Oh sial..."
"Baby jangan takut kami hanya ingin membawa mu bersenang-senang"
Dibalik dua suara yang saling bersahutan antara satu dengan yang lainnya tanpa pernah Jessica sadari jika kedua orang tersebut secara perlahan mengeluarkan senjata masing-masing di balik punggung mereka, sembari terus mengejar langkah dan tidak peduli dengan cuaca yang semakin mendingin dan langit yang semakin menggelap.
aksi saling kejar mengejar antara satu dengan yang lainnya terus terjadi di mana Jessica berharap ada yang melintasi jalanan tersebut dan dia bisa meminta bantuan kepada orang yang melintas di jalan, nyatanya sejak tadi dia tidak menemukan satu orang pun yang melintas di sana dan itu membuat dia semakin gelagakan dan ketakutan.
dan bayangkan bagaimana menciptanya keadaan saat itu ketika Jessica tersandung dan terjatuh mencoba menopang tubuhnya agar tidak menghampas lantai di mana dia langsung berbalik dan mencoba untuk mundur ke arah belakang dalam posisi terbalik sedangkan kedua laki-laki itu tampak menyeringai sembari membawa senjata masing-masing di tangan mereka di mana salah satunya membawa pisau dan satunya lagi membawa sebuah pistol.
seringai mengerikan terlihat dari balik wajah dua laki-laki tersebut, suara kekehan mengerikan juga terdengar memecah keheningan malam.
"bukankah sangat rugi jika kita tidak menikmati tubuh indah gadis cantik ini kawan?"
salah satu bicara sembari melirik ke arah temannya, satu ide mengerikan muncul di balik kepalanya.
Mencoba menikmati tubuh mangsanya dihadapan nya kemudian membunuh nya.
Jessica seketika menegang, mencoba untuk terus mundur dan berusaha berdiri dari posisinya di mana kedua laki-laki itu kini kembali mengejar langka dan menangkap tubuh Jessica.
"No.... please..."
Dia berusaha untuk menyelamatkan dirinya, namun nyata nya dia hanyalah seorang Jessica yang tidak memiliki kemampuan apapun dalam membela diri nya, dan dia bukan Tiffany yang mampu membela diri nya dalam banyak keahlian termasuk ilmu ahli bela diri atau memegang senjata untuk membunuh orang.
Jessica hanya gadis lemah yang bahkan membunuh seekor semut pun dia tidak mampu.
Dan ketika dia berusaha sekuat tenaga untuk melindungi diri nya dan bayi didalam perut nya, kedua laki-laki tersebut berjuang melumpuhkan dirinya dengan cara yang begitu mengerikan.
"akhhhhhh"
suara teriakan gadis tersebut seketika ikut memecah keheningan malam, diiringi suara lolongan anjing yang terus menggema di sekitar jalanan.