
Kembali ke masa kini
Jajanan kaki lima.
Nyonya Ayana terlihat menahan tangisannya, dia menatap kearah putri kecil nya yang di rawat nya selama bertahun-tahun sejak dulu hingga beberapa bulan terakhir yang lalu, gadis polos yang tidak banyak tingkah nya, selalu patuh pada ucapan nya dan mendengar kan apapun yang di minta nya kini berdiri di ujung sana bersama seorang laki-laki yang usia nya tidak jauh dari menantu nya, Dru.
Dia melihat perut Jessica sudah mulai membesar, dibandingkan kali terakhir dia melihat gadis itu, perut Jessica masih belum besar seperti itu, masih cukup terlihat kempes dan gadis itu masih mampu menggunakan pakaian yang jauh lebih kecil daripada yang dia gunakan saat ini. Meskipun perutnya terlihat besar nyatanya tubuh gadis itu tetaplah kecil seperti dulu hanya saja samar-samar dia bisa melihat wajah pucat Jessica dari kejauhan mungkin akibat daripada kehamilannya.
Bisa dia lihat gadis tersebut menikmati es krim sambil bergerak berjalan menuju kearah sisi Utara, berjalan beriringan dengan seorang laki-laki yang suaminya Gao Han berkata jika laki-laki itu adalah putra dari Futtaim, Yavuz. Dimana sejak awal keluarga tersebut memang menginginkan Jessica untuk menjadi istri dari Yavuz, dan menginginkan Jessica menjadi menantu dari Reck Futtaim.
meskipun itu sebuah keberuntungan karena setidaknya laki-laki tersebut berasal dari keluarga yang baik dan juga sangat berpengaruh, tapi dia tetap saja merasa sedikit keberatan juga kecewa karena cara untuk mendapatkan Jessica cukup menyakiti gadis tersebut dan membuat beberapa orang salah paham terhadap Jessica atas skandalnya bersama Sean di masa lalu.
Meskipun semua bukan kesalahan dari keluarga Futtaim atau suaminya, karena diam-diam Jessica terlibat pada urusan untuk memisahkan Sean dan Tiffany hingga membuat sedikit kekacauan yang terjadi di masa kemarin, tapi tetap saja dia kecewa dan sedih karena kesalahan yang terjadi pada masa kemarin membuat mereka terpisah selama berbulan-bulan dan dia harus menanggung kerinduan yang tidak pernah bisa dia ucapkan dengan siapapun bahkan suaminya.
Dia lebih memilih untuk diam-diam menangis di kamar mandi atau menunggu Gao pergi ke perusahaan dan dia memilih untuk menangis di dalam kamarnya tanpa sedikitpun ingin keluar dari sana. meskipun gadis itu bukan Putri kandungnya, nyatanya baginya Jessica persis seperti putrinya sendiri, tidak ada sedikitpun perbedaannya tercipta antara Jessica dan Tiffany.
Apapun yang dimiliki Tiffany, Jessica pasti juga memilikinya, seistimewa apa Tiffany diperlakukan di rumah mereka, seistimewa itu juga Jessica diperlakukan oleh mereka. tidak ada ketidakadilan yang terjadi diantara kedua putrinya, dia tidak ingin menciptakan sedikit rasa iri diantara kedua orang tersebut oleh karena itu dia tidak pernah membuat sedikit perbedaan di antara mereka.
ketika dia tidak memberikannya kepada Jessica maka dia juga tidak akan pernah memberikannya kepada Tiffany, saat Jessica dihukum karena kesalahannya maka jika Tiffany melakukan kesalahan juga hukuman mereka akan tetap sama.
dia benar-benar tidak pernah membedakan kedua putrinya tersebut sedikit pun, karena itu saat mengetahui peristiwa di mana Jessica hamil yang katanya adalah akibat dari perbuatan Sean, dia masih dengan lapang hati dan percaya Jessica tidak pernah dan tidak mungkin mengkhianati Tiffany.
dia adalah seorang ibu dan dia tahu bagaimana anak-anaknya, meskipun tidak lahir dari rahimnya tapi dia tahu Jessica memiliki kepribadian yang baik dan juga lemah lembut serta gampang tersentuh akan sesuatu, dia bukan tipe orang yang gampang tersinggung dan Jessica meskipun tidak banyak bicara dia tipe gadis yang gampang menghibur orang lain di sekitarnya.
karena itu dia bersikeras meyakinkan diri Jessica tidak akan pernah menyakiti Tiffany secara kebetulan, jika tidak karena satu keadaan Jessica tidak pernah mungkin menghianati putri nya dengan Sean.
dan apa yang dia pikirkan juga apa yang dia tebak nyatanya benar, pada malam itu ketika Tiffany menyuarakan suara kencangnya pada suaminya, dia baru tahu tentang sebuah kenyataan.
satu ingatan menghantam dirinya.
dia baru saja tiba di kamar atas ketika mereka berkunjung ke kediaman Dru dan Tiffany, samar-samar dia mendengar suara Tiffany yang terdengar begitu marah, dengan perasaan takut dan terkejut dia mencoba untuk melangkah dengan cepat turun menuju ke arah anak tangga.
kedua orang tersebut berdiri saling berhadapan di bagian ujung ruangan yang menyambung ke arah dapur, dan percayalah saat dia mendengar apa yang diucapkan oleh Tiffany panjang lebar, seketika membuat wanita tersebut membulatkan bola matanya.
Apa?!.
tubuhnya bergetar dengan hebat dan dia berusaha untuk menghentikan langkah kakinya sejenak karena dia merasa tiba-tiba dia tidak sanggup melangkah menuruni anak tangga saat ini, apa yang diucapkan oleh putrinya tersebut benar-benar mengejutkan dirinya.
"pernikahanku dan kak Dru sejak awal memang telah diatur bukan? Jessica mungkin tidak sengaja ingin menggagalkan juga pernikahanku dengan Sean karena dia mendengar percakapan Sean dan seseorang yang ingin menjebakku, tapi aku pikir pasti ada pernikahan berbeda yang juga telah direncanakan sejak awal tanpa diketahui Jessica, apakah benar begitu daddy?"
Nyonya Ayana berusaha untuk kembali melangkahkan kakinya di mana dia terus menajamkan pendengarannya.
"Tiff... dengarkan daddy " dia bisa mendengarkan ucapan dari suaminya, mendengar dan melihat bagaimana ekspresi dan juga nada suara seorang Gao yang hidup bersamanya selama puluhan tahun, dia tahu suaminya tersebut tidak menampik ucapan dari putrinya.
"Tidak kah daddy tahu bagaimana perasaan Jessica saat ini? dia terlalu polos dalam ketidaktahuan nya? saat dia tahu laki-laki yang ada bersama nya kini adalah ayah dari anak didalam kandungan nya, apa mungkin dia tidak akan marah kepada daddy atau Kaka Khan? dan apakah mungkin dia tidak akan kecewa dengan kebohongan semua orang? apa mungkin dia bisa jatuh cinta pada laki-laki asing yang bahkan tidak pernah dia kenal sama sekali "
ingin sekali rasanya dia menjatuhkan air matanya saat ini di mana kini dia telah berada di ujung tangga, berjalan mendekati kedua orang tersebut dengan tubuh bergetar.
"Tiff... ? sayang...?."
Dia berusaha untuk pura-pura tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Tiffany barusan.
"Kalian bertengkar?" Tanya Wanita tersebut dengan perasaan yang berkacamuk menjadi satu.
dan kini dia disini, setelah perjalanan panjang mencari keberadaan Jessica, dia menemukan gadis tersebut dan buru-buru menyusul ke Swiss hanya untuk bisa bertemu dengan Jessica.
jantung mommy Ayana tidak baik-baik saja, dia merindukan gadis tersebut, sungguh. Berbulan-bulan tidak bertemu membuat dia tidak bisa menahan kerinduan nya.
wanita tersebut berusaha untuk melangkah kan kakinya ke arah depan.