The Betrayal

The Betrayal
Tidak mempercayai nya dengan siapapun


"Apa yang terjadi pada malam itu?" Sean bertanya, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara semua nya, dia tahu apa yang diucapkan oleh adik nya itu pasti tentang malam tragedi kecelakaan mobil yang terjadi antara Keluarga Jourdan dan Dru.


"Ada sesuatu yang tidak aku ketahui?" Tanya Sean sedikit tidak sabaran, dia ingin tahu apa yang terjadi pada masa itu karena yang dia pikirkan, yang dia tahu Dru mencelakai keluarganya dan juga Heidi.


mendapatkan pertanyaan dari sang kakaknya membuat perempuan itu sejenak menggelengkan kepalanya secara perlahan. kemudian tiba-tiba dia langsung menutup kedua telinganya dengan kedua belah telapak tangannya seperti seseorang yang cukup ketakutan apa yang telah dialami nya, hal tersebut seketika membuat Sean langsung mengerutkan keningnya.


Adiknya mengeluarkan ekspresi anehnya dan cukup membuat laki-laki tersebut ketakutan.


Heidi terus berusaha menutup kedua telinganya tanpa ingin membukanya di mana dia seperti orang yang ketakutan dan juga terus mengeluarkan ocehan ocehan anehnya. Dan hal itu seketika membuat Sean cukup panik dengan keadaan, laki-laki itu mencoba untuk meraih kedua belah tangan Heidi sama sekali tidak mau melepaskan kedua belah tangannya dari telinga yang tersebut.


"katakan padaku apa yang telah terjadi? apakah sesuatu yang buruk yang lain menimpa kalian pada malam itu? apakah itu memang benar-benar Dru atau malah ada orang lain yang menyebabkan kecelakaan pada malam itu?" Sean bertanya berusaha untuk mengetahui informasi namun dia juga takut karena melihat ekspresi dari Heidi yang terasa aneh menurut dirinya dia cukup ketakutan dengan keadaan.


belum sempat dia mengorek informasi tiba-tiba saja Heidi jatuh tidak sadarkan diri membuat laki-laki itu jelas saja panik setengah mati.


"Heidi..." seketika Sean berteriak histeris dan suaranya langsung memecah keadaan.


*****


Rumah sakit xxxxxxx


pusat kota.


gerak suara langkah para dokter terdengar memenuhi seluruh bagian ruangan rumah sakit, bisa dilihat para dokter membawa sebuah branker di mana di atasnya terlihat Heidi ada di sana , berbaring lemah tidak berdaya karena kondisinya. Di belakang mereka Sean terlihat berlarian dengan panik mencoba untuk mengejar langkah pada dokter dan melihat adiknya tersebut untuk beberapa waktu.


begitu para dokter membawa Heidi ke dalam ruangan emergency, seorang perawat mencegah dirinya untuk masuk ke dalam. Dan hal tersebut jelas saja membuat Sean marah bercampur dengan gusar, realita nya dia tidak bisa mempercayai lagi adiknya saat ini kepada siapapun bahkan meskipun itu adalah seorang dokter sekalipun karena baginya saat ini orang-orang di sekitarnya tidak pernah atau tidak bisa dia percaya sama sekali. Dia tidak tahu yang mana kawan yang mana lawan, juga dia tidak tahu yang mana para pengkhianat atau orang yang tidak terlibat sama sekali dengan keluarga mereka saat ini.


"aku adalah kakaknya jadi biarkan aku masuk ke dalam" laki-laki itu bersikeras tidak mau meninggalkan Heidi seorang diri di dalam sana karena dia takut jika para dokter pun tidak akan berbuat baik kepada adiknya sebab pemikiran demi pemikiran aneh terus menghantuinya saat ini di mana sangat sulit sekali baginya untuk mempercayai orang-orang di sekitarnya.


"Tapi tuan ini jelas adalah privasi dan anda tidak bisa masuk ke dalam saat pasien akan dilakukan pemeriksaan"perawat perempuan di hadapan Sean, menolak keinginan laki-laki tersebut untuk bisa masuk ke dalam.


Perempuan itu ikut bersikeras tidak membiarkan juga laki-laki itu untuk masuk, karena baginya itu akan mengacaukan proses kerja para dokter di dalam sana.


"aku tidak peduli soal apapun, yang jelas aku ingin ikut masuk ke dalam dan tidak bisa mempercayai adikku kepada siapapun termasuk kalian " laki-laki tersebut bicara dengan cepat sembari bola matanya terlihat seolah-olah siap untuk menelan perempuan yang ada di hadapannya tersebut jika perempuan itu berani menolak keinginannya.


"Tapi tuan" perawat tersebut masih ini menjawab ucapan dari Sean namun tiba-tiba dia menghentikan kata-katanya saat dia melihat seseorang bergerak dari belakang sana mendekati mereka kemudian sosok tersebut berkata.


"Apa Ada hal yang buruk terjadi?" sosok tersebut bicara sembari bertanya ke arah sang perawat untuk beberapa waktu.


Sang perawat buru-buru menundukkan kepalanya


Dan begitu melihat ekspresi sang perawan dan Sean mendengar suara tersebut seketika membuat laki-laki itu langsung menoleh ke arah sosok yang barusan bicara itu dengan cepat.


"Kau?"


Sean mengernyit kan dahi nya.