The Betrayal

The Betrayal
Kedatangan seseorang


Haruskah Yavuz membantah?!.


Ah sudah lah dia tidak harus membela diri saat ini.


Lupakan saja.


"Makan lah, setelah itu mari bicara"


Yavuz berkata dengan tenang, memilih berdiri dari posisi duduknya dengan cepat, dia pada akhirnya kembali pada kursinya meninggalkan sisa tanda tanya di atas kepala Jessica.


mungkinkah benar laki-laki terasa sebenarnya tidak normal? usia yang sangat terlalu matang bagi Jessica jika belum menikah, dia tidak tahu apa pekerjaan laki-laki tersebut tapi dilihat dari ukuran kediamannya yang sama persis seperti milik beberapa keluarga Hillatop dia jelas bisa menebak jika laki-laki itu kaya raya, setidaknya memiliki sebuah perusahaan dan juga memiliki keluarga besar yang cukup terpandang.


dia tidak begitu tahu soal Swiss, tapi di Paris dia cukup banyak tahu pengusaha di sana, Jessica menebak laki-laki tersebut pasti merupakan orang kaya raya di Swiss, apalagi laki-laki itu memiliki banyak pelayan dan juga orang-orang yang ber jaga di depan.


dia pada akhirnya memilih diam dan tidak membantah ucapan Yavuz, karena perempuan itu tipe perempuan yang memang tidak suka banyak bertanya atau bahkan berdebar hanya untuk satu hal yang dianggap tidak penting, dan baginya urusan laki-laki di hadapannya juga bukan urusannya.


hanya saja dia merasa sedikit iba, lagi-lagi saya tampan itu dengan kekayaan yang berlimpah ruah dan bisa dipastikan memiliki kehidupan yang sangat baik tidak memiliki ketertarikan pada perempuan, itu pasti sangat menyedihkan sekali bagi keluarga besar nya.


Jessica pikir kehidupan orang-orang terasa begitu aneh, bahkan orang-orang kaya sangat sulit untuk dia pahami, belum lagi ada berbagai macam hal yang bagi nya terkadang cukup aneh untuk kalangan kalangan orang kaya kelas atas dari urusan perjodohan dan lain sebagainya.


pada akhirnya Perempuan tersebut secara perlahan melahap makanannya, mengabaikan laki-laki di hadapannya tersebut di mana kini Yavuz tampak mulai menyesap minuman yang ada di hadapannya tanpa menyentuh makanannya.


dia pikir kehidupan laki-laki itu sangat buruk, menikmati minuman beralkohol di meja makan di hadapan perempuan yang tengah hamil, untungnya laki-laki itu tidak menikmati rokok pikir nya.


Jessica melahap makanan secara perlahan, membiarkan dirinya menikmati beberapa jenis makanan yang dihidangkan oleh para pelayan, Hingga pada akhirnya tiba-tiba saja dari arah luar sana terdengar sedikit suara keributan yang membuat Jessica seketika mengerutkan keningnya dan hal itu membuat dia langsung menghentikan kunyahannya dan gerakan sendok serta garpu di atas piringnya.


Ada apa?!.


tidak begitu lama seorang pelayan bergerak tergopoh-gopoh masuk dari arah luar menuju ke dapur, ekspresi wajahnya cukup panik menatap ke arah Jessica, kemudian dia langsung berbelok ke arah Yavuz, Perempuan itu langsung menundukkan kepalanya dengan cepat.


"Tuan, celaka"


saat perempuan tersebut berkata seperti itu membuat Yavuz meletakkan gelas minuman nya.


"Tuan besar datang kemari"


dan bayangkan bagaimana ekspresi laki-laki tersebut saat ini.


"Apa?"


suaranya nya sedikit tercekat dan terkejut.


"sepertinya tuan besar sudah mendengar kabar soal nona "


lanjut berapa itu lagi kemudian.


dan seketika Yavuz langsung berdiri dari posisi duduknya.


Sial, kenapa secepat ini?!.


laki-laki itu bicara di dalam hatinya sembari dia mencoba untuk melangkah cepat menuju ke arah depan dan meninggalkan Jessica yang menatap nya dalam tanda tanya besar.